LITERATUR RIVIEW : TERAPI AKUPRESUR PADA HIPEREMESIS GRAVIDARUM DALAM MENURUNKAN LAMA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT PADA ERA JKN

Authors

  • Inria Chandra Universitas Indonesia
  • Hasan Mihardja Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

DOI:

https://doi.org/10.34305/jmc.v3i02.632

Keywords:

akupresur, hyperemesis gravidarum, Rawat Inap, JKN

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HEG) adalah keadaan mual dan muntah yang cukup parah, dialami oleh 50-70% ibu hamil dengan usia kehamilan 5-12 minggu. HEG dapat menimbulkan risiko kesehatan hingga kematian bagi ibu dan bayi. Sekitar 1-2% ibu hamil dengan HEG membutuhkan perawatan di rumah sakit. National Institute for Health and Care Excellence (NICE) memberikan rekomendasi terapi akupresur yang terbukti bermanfaat untuk HEG. Tujuan penelitian ini Mengkaji efektivitas akupresur dalam menurunkan durasi perawatan di rumah sakit pada era JKN. Metode penelitian ini menggunakan desain studi literature review, dengan pencarian literatur dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir di PubMed, EMBASE, dan Cochrane. Strategi pencarian dengan MeSH, judul, dan/atau abstrak menggunakan kata kunci “acupuncture”, “hospitalization”, “hyperemesis gravidarum”. Hasil yang didapatkan dari tiga artikel yang memenuhi kriteria dan dikaji mengenai akupresur dalam menurunkan lama rawat di rumah sakit. Penelitian oleh Aldan dkk menunjukkan durasi perawatan di rumah sakit menjadi lebih pendek (2.83 hari ± 0,62) pada kelompok akupresur dibandingkan kelompok kontrol (3.88 hari ± 0.87; p < 0.001). Pada penelitian oleh Lu dkk, terapi akupunktur secara signifikan mengurangi durasi rawat inap di rumah sakit (MD: -3.78, 95% CI: -5.39 – -2.16; p < 0.0001). Kesimpulannya yaitu pemanfaatan akupresur pada ibu hamil dengan HEG dapat menurunkan lama perawatan di rumah sakit, perawatan lebih cost effective, serta dapat meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, menurunkan AKI, dan tercapainya target SDGs 2030.

References

Adlan, A. S., Chooi, K. Y., & Mat Adenan, N. A. (2017). Acupressure as adjuvant treatment for the inpatient management of nausea and vomiting in early pregnancy: A double-blind randomized controlled trial. Journal of Obstetrics and Gynaecology Research, 43(4), 662–668. https://doi.org/10.1111/jog.13269

Bappenas. (2017). Ringkasan metadata tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB)/ indikator sustainable development goals (SDGs) indonesia. In Kementerian PPN / Bappenas. http://sdgs.bappenas.go.id/wp-content/uploads/2017/09/Buku_Ringkasan_Metadata_Indikator_TPB.pdf

Dewan Jaminan Sosial Nasional, & BPJS Kesehatan. (2019). Statistik JKN 2014-2018: mengungkap fakta dengan data. https://djsn.go.id/files/dokumen/Dokumen Kajian/202104151516Statistik JKN 2014-2018_PDF E-Book_Cetakan Pertama(DJSN - BPJS Kesehatan).pdf

Einion, A. (2016). The management of nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum. Practicing Midwife, 19(9), 33–35.

Fitriani, A. (2017). Analisis Unit Cost Puskesmas di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Studi pada Puskesmas Kedung kandang Kota Malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 5(1). https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/3615

Lu, H., Zheng, C., Zhong, Y., Cheng, L., & Zhou, Y. (2021). Effectiveness of Acupuncture in the Treatment of Hyperemesis Gravidarum: A Systematic Review and Meta-Analysis. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2021. https://doi.org/10.1155/2021/2731446

McParlin, C., O’Donnell, A., Robson, S. C., Beyer, F., Moloney, E., Bryant, A., Bradley, J., Muirhead, C. R., Nelson-Piercy, C., Newbury-Birch, D., Norman, J., Shaw, C., Simpson, E., Swallow, B., Yates, L., & Vale, L. (2016). Treatments for hyperemesis gravidarum and nausea and vomiting in pregnancy: A systematic review. JAMA - Journal of the American Medical Association, 316(13), 1392–1401. https://doi.org/10.1001/jama.2016.14337

Mehta, P., Dhapte, V., Kadam, S., & Dhapte, V. (2017). Contemporary acupressure therapy: Adroit cure for painless recovery of therapeutic ailments. Journal of Traditional and Complementary Medicine, 7(2), 251–263. https://doi.org/10.1016/j.jtcme.2016.06.004

Munjiah, I., Madjid, T. H., Herman, H., Husin, F., Akbar, I. B., & Rizal, A. (2015). Perbedaan Pengaruh Akupunktur dan Vitamin B6 terhadap Penurunan Intensitas Mual Muntah pada Emesis Gravidarum Berat. Jurnal Pendidikan Dan Pelayanan Kebidanan Indonesia, 2(2), 1–6.

Nordeng, H., Hansen, C., Garthus-Niegel, S., & Eberhard-Gran, M. (2012). Fear of childbirth, mental health, and medication use during pregnancy. Archives of Women’s Mental Health, 15(3),203–209. https://doi.org/10.1007/s00737-0120278-y

Noviani A, Sari M, Septina HR, & Hardianto. (2020). Profil kesehatan ibu dan anak 2020. Badan Pusat Statistik, 53(9), 111–133.

Ramin, S. M. (2018). ACOG Practice Bulletin No. 189: Nausea And Vomiting Of Pregnancy. Obstetrics & Gynecology, 131(1), e15–e30. https://doi.org/10.1097/aog.0000000000002456

RCOG. (2016). The management of nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum: green-top guideline no. 69. RCOG Green-Top Guideline No. 69, 1, 1–27.

Sridharan, K., & Sivaramakrishnan, G. (2020). Interventions for treating hyperemesis gravidarum: a network meta-analysis of randomized clinical trials. Journal of Maternal-Fetal and Neonatal Medicine, 33(8), 1405–1411. https://doi.org/10.1080/14767058.2018.1519540

Van den Heuvel, E., Goossens, M., Vanderhaegen, H., Sun, H. X., & Buntinx, F. (2016). Effect of acustimulation on nausea and vomiting and on hyperemesis in pregnancy: A systematic review of Western and Chinese literature. BMC Complementary and Alternative Medicine, 16(1). https://doi.org/10.1186/s12906-016-0985-4

Viventius, Y., Mihardja, H., Center, W. D.-W., & 2022, U. (2022). Acupressure PC6 self-care for hyperemesis gravidarum during the covid-19 pandemic. Researchgate.Net, May.

Downloads

Published

2023-06-01

How to Cite

Chandra, I., & Mihardja, H. (2023). LITERATUR RIVIEW : TERAPI AKUPRESUR PADA HIPEREMESIS GRAVIDARUM DALAM MENURUNKAN LAMA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT PADA ERA JKN. Journal of Midwifery Care, 3(02), 126–135. https://doi.org/10.34305/jmc.v3i02.632
Abstract viewed = 570 times