FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN TENAGA KEFARMASIAN DALAM MELAKSANAKAN PROSEDUR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022

Authors

  • Hayuningsih Siskayani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
  • Rossi Suparman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
  • Mamlukah Mamlukah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
  • Lely Wahyuniar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

DOI:

https://doi.org/10.34305/jmc.v3i01.600

Keywords:

Kefarmasian, SIP, Kepatuhan

Abstract

Apoteker Puskesmas dituntut untuk merealisasikan perluasan paradigma Pelayanan Kefarmasian dari orientasi produk menjadi orientasi pasien. Untuk itu kompetensi Apoteker perlu ditingkatkan secara terus menerus agar perubahan paradigma tersebut dapat diimplementasikan. Data Tenaga Kefarmasian yang didayagunakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Indonesia sebanyak 77.492 orang. Tenaga Kefarmasian di Provinsi Jawa Barat sebanyak 10.937 orang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tenaga kefarmasian dalam melaksanakan prosedur pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Indramayu tahun 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 36 orang dan pengambilan sampel dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner tertutup. Hasil penelitian meunjukan terdapat hubungan antara pendidikan (p = 0,009), status kepegawaian (p = 0,014) dan kepemilikan SIP (p = 0,036) dengan kepatuhan tenaga kefarmasian. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p = 0,658), masa kerja (p = 0,422) dengan kepatuhan tenaga kefarmasian. Variabel kepemilikan SIP menjadi variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan kepatuhan tenaga kefarmasian dengan nilai p = 0,036 dan OR 1,312 (95% CI : 0,177 – 2,784). Diharapkan tenaga kefarmasian dapat mematuhi setiap prosedur pelayanan kefarmasian sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

References

Amalia, M., & Mudayana, A. A. (2019). Hubungan Kepemimpinan Dan Komunikasi Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Seluruh Puskesmas Kota Yogyakarta. Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Amri, K. (2021). Hubungan Status Kepegawaian Perawat Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Rawat Inap Rsau Dr. Esnawan Antariksa. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Penerbangan, 1(1), 16–22.

Bachtiar, R. (2016). Hubungan pengembangan sumber daya manusia (sdm) dengan kinerja pegawai dalam peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas batua kecamatan manggala kota makassar tahun 2015. Univeritas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Casnuri. (2018). Hubungan Karakteristik Dan Pengetahuan Bidan Dengan Kepatuhan Bidan Terhadap Pencegahan Infeksi Di BPM Wilayah Sleman Yogyakarta. Medika Respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(2), 43–50.

Dais, C., Ridwan, W. A., & Indrawati, N. S. (2021). Analisis Perbandingan Karakteristik Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dan Non PNS Dilihat Dari Model Motivasi Abraham Maslow Dan Tipe Pegawai Berdasarkan Mbti (Myers-Briggs Type Indicator) Serta Tingkat Kepuasan Kerja Pegawai Di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Manajemen, 3(3).

Dinkes Indramayu. (2022). Profil SDM Kesehatan.

Due, Y. M. B. M. (2017). Pengaruh Tingkat Pendidikan, Masa Kerja, Dan Perencanaan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Perawat Pengelola Perawatan Kesehatan Masyarakat Di Puskesmas Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Tahun 2016 [Universitas Terbuka Jakarta]. http://repository.ut.ac.id/7530/1/43033.pdf

Hendrajana, I., Sintaasih, D. K., & Saroyeni, P. (2017). Analisis hubungan status kepegawaian, komitmen organisasional dan kinerja karyawan. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 1, 357–384.

Nurlinawati, I., Rosita, R., & Sumiarsih, M. (2020). Mutu Tenaga Kesehatan Di Puskesmas: Analisis Data Risnakes 2017. AN-NUR: Jurnal Kajian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, 1(1), 109–117.

PPSDM Kemenkes RI. (2021). Data Tenaga Kefarmasian di Fasilitas Kesehatan.

Putri, S. A. (2022). Hubungan Faktor Internal dan Eksternal Bidan dalam Pelayanan Antenatal di Puskesmas Kota Padang. Maternal Child Health Care, 1(1), 18–28.

Rahayu, K. D., & Mulyani, E. (2021). Pengaruh Pendidikan, Pelatihan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Puskesmas Kapanewon Temon, Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Efektif Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 12(1), 59–70.

Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 889/Menkes/PER/ V/2011 tentang Registrasi, ijin praktik, dan ijin kerja tenaga kefarmasian. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2011.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2009.

Robbins. (2003). Organizational Behaviour. Jakarta : Salemba Empat.

Siwi, M. A. A. (2020). Gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Arjasa Kota Malang. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 8(2).

Ukkas, I. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja industri kecil kota palopo. Kelola: Journal of Islamic Education Management, 2(2).

Winarso, S. P., Rahayu, P. P., & Sumiyati, S. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Bidan Terhadap Penerapan Standar Operasional Prosedur (Sop) Pelayanan Antenatal Care. Jurnal Sains Kebidanan, 1(1), 30–38.

Yuhansyah, Y., Fuadi, A. M., & Sirait, N. A. J. (2019). Hubungan Antara Status Kepegawaian Dengan Ketidakamanan Kerja (Job Insecurity) Pada Perawat Di RSUD Datu Sanggul Rantau Dan Rsud H. Badaruddin TANJUNG. Borneo Nursing Journal (BNJ), 1(1), 32–47.

Downloads

Published

2022-12-01

How to Cite

Siskayani, H., Suparman, R., Mamlukah, M., & Wahyuniar, L. (2022). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN TENAGA KEFARMASIAN DALAM MELAKSANAKAN PROSEDUR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022. Journal of Midwifery Care, 3(01), 44–53. https://doi.org/10.34305/jmc.v3i01.600
Abstract viewed = 50 times