PERANAN PERAWAT PUSKESMAS DALAM PENGURANGAN RESIKO DAMPAK KESEHATAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KUNINGAN

Authors

  • Asmadi Asmadi STIKes Kuningan

Abstract

Menurut data bencana Kabupaten Kuningan data informasi bencana Indonesia pada tahun 2017 mencapai 12 kejadian, diantaranya 8 tanah longsor, 2 banjir, 1 kebakaran hutan dan lahan, dan 1 putting beliung. Dampak dari bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan 48 orang luka luka dan 7.474 harus terdampak dan mengungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan perawat puskesmas dalam pengurangan risiko dampak kesehatan bencana tanah longsor di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kabupaten Kuningan masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana

Downloads

Published

2020-02-17

How to Cite

Asmadi, A. (2020). PERANAN PERAWAT PUSKESMAS DALAM PENGURANGAN RESIKO DAMPAK KESEHATAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KUNINGAN. National Nursing Conference, 1(1). Retrieved from https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/246