Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku <p><strong>Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada </strong>adalah jurnal akses terbuka (e-journal) yang menerbitkan karya ilmiah untuk praktisi kesehatan dan periset. Fokus dan cakupan jurnal meliputi keperawatan dewasa, keperawatan darurat, keperawatan gerontologis, keperawatan masyarakat, perawatan kesehatan mental, perawatan anak, perawatan ibu hamil, kepemimpinan dan manajemen keperawatan, Complementary and Alternative Medicine (CAM) dalam keperawatan dan pendidikan dalam keperawatan.<br>Artikel dari jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember (2 isu per tahun), dan dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan. Tim Editorial Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada menyambut baik dan mengundang peneliti dari seluruh nusantara untuk menyerahkan makalah mereka (artikel penelitian asli, tinjauan sistematis, dan studi kasus) untuk dipublikasikan dalam jurnal ini. Semua surat kabar diterbitkan segera setelah diterima.</p> en-US <p>Penulis yang mempublikasikan dengan Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada setuju dengan syarat-syarat berikut:</p> <p>Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal&nbsp;Ilmu Kesehatan Bhakti Husada hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada.</p> adit@pintarword.com (Aditiya Pupanegara) mochdidiknugraha@gmail.com (Moch. Didik Nugraha) Thu, 01 Dec 2022 01:11:25 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 EFEKTIVITAS SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) UNTUK MENGURANGI KETERGANTUNGAN OBAT PADA LANSIA https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/515 <p>Masa lansia adalah fase dimana manusia sudah mengalami fase terakhir dan mengalami kekurangan pada fisiknya. Dalam masa tersebut lansia akan mengalami tubuhnya sakit sakitan yang menyebabkan rasa cemas akan kematian pada dirinya. Dengan mengkonsumsi obat dengan lebih dari dosis yang dokter sarankan agar cepat sembuh dan terhindar dari kematian. Hal tersebut yang menyebabkan lansia mengalami ketergantungan dengan obat yang dikonsumsi untuk penyembuhan tubuhnya. Perilaku tersebut harus dihilangkan dengan terapi <em>SEFT a</em>tau <em>Spiritual Emotional Freedom Technique </em>karena terapi tersebut sangat efektif, mudah, aman dan cepat. Oleh sebab itu dalam penelitian literature review ini bertujuan untuk memberikan penjelasan bahwa terapi SEFT dapat mengurangi ketergantungan obat pada lansia. Hasil dari penelitian ini adalah terapi SEFT dapat mengurangi perilaku ketergantungan obat pada lansia.</p> Ahmad Alawy, Achmad Rizki, Maghfirul Yusro, Abdul Muhid Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/515 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 PROBLEM BASED LEARNING UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU REMAJA DI KABUPATEN KUNINGAN https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/560 <p>Kompleksnya permasalahan kesehatan yang terjadi pada remaja disebabkan karena terjadi perubahan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan dinamis meliputi aspek fisik, emosi, perilaku dan sosial. Dengan demikian perlu adanya penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur untuk memandirikan remaja yaitu dengan posyandu remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh <em>problem based learning</em> terhadap pengetahuan kader posyandu remaja. Jenis penelitian ini yaitu pre-eksperimen dengan rancangan <em>One Group Pretest – Posttest</em>. Sampel dalam penelitian ini dengan <em>total sampling</em> seluruh kader posyandu di Desa Bayuning yang berjumlah 30 orang. Analisis data menggunakan uji <em>paired sample t-tes</em>t. Hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar pengetahuan remaja sebelum diberikan pelatihan memiliki pengetahuan baik yaitu 56,7%, dan setelah diberikan pelatihan seluruh responden memiliki pengetahuan baik (100%). Hasil uji statistik dengan menggunakan <em>paired </em><em>sample t–test</em> didapatkan nilai p=0,000 dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan antara pelatihan kader posyandu remaja terhadap pengetahuan kader tentang pengelolaan posyandu remaja. Diharapkan kader posyandu bisa menjalankan posyandu remaja dengan rutin dan meningkatkan derajat kesehatan kader remaja.</p> Ai Nurasiah, Fera Riswidautami Herwandar, Sumardiyono Sumardiyono Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/560 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 PENGARUH LATIHAN BATUK EFEKTIF TERPROGRAM TERHADAP RISIKO INFEKSI PERNAPASAN PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAMPANG KULON https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/538 <p>Laparatomi merupakan salah satu prosedur pembedahan mayor, dengan melakukan penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah (hemoragi, perforasi, kanker, dan obstruksi). Pemberian anestesi merupakan upaya medis dengan memberikan zat tertentu kedalam tubuh dengan tujuan menghilangkan rasa sakit selama pembedahan. Batuk efektif adalah metode batuk yang dilakukan dengan benar untuk mengeluarkan lendir yang terdapat dalam saluran pernafasan secara maksimal. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh batuk efektif terprogram terhadap risiko infeksi pernafasan pada pasien post operasi laparatomi dengan general anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah Jampang Kulon. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 orang untuk masing-masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesinoner dan SOP tehnik batuk efektif. Penelitian ini menggunakan desain <em>Quasi Eksperimental </em>dengan pendekatan <em>pre</em><em>-</em><em>test and post-test with control group design</em>. Hasil yang diharapkan tergambar adanya pengaruh latihan batuk efektif terprogram terhadap risiko infeksi pernapasan pada pasien post operasi laparotomi dengan <em>general anestesi</em><em>.</em></p> Amir Hamzah, Egi Mulyadi, Tri Utami Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/538 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN CIKOLE KOTA SUKABUMI https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/535 <p>Salah satu permasalahan kesehatan yang umumnya diderita oleh lansia adalah hipertensi. Pada lansia yang menderita hipertensi, beberapa gangguan yang akan dialami yaitu seperti gangguan fungsi sosial dan psikologi. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian korelasional. Populasi adalah lansia penderita hipertensi di Kelurahan Cikole dengan sampel 73 responden dengan menggunakan <em>cluster random sampling</em>. Analisis bivariat dan multivariat menggunakan analisis regresi linier. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup (p-value 0,024), adanya pengaruh motivasi dengan kualitas hidup (p-value 0,000), adanya pengaruh aktivitas fisik terhadap kualitas hidup didapatkan (p-value 0,002) dan adanya pengaruh secara simultan ketiga variabel terhadap kualitas hidup lansia penderita hipertensi. Diharapkan pihak puskesmas melaksanakan program home care yang berkesinambungan.</p> Johan Budhiana, Wildan Suheri, Ghulam Ahmad, Rosliana Dewi, Nisa Fajriah Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/535 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SANGKALI KOTA TASIKMALAYA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/556 <p>Kejadian <em>stunting </em>pada balita merupakan masalah yang dialami hampir di setiap negara. Prevalensi <em>stunting </em>di Indonesia belum mengalami banyak perubahan, pada tahun 2018 masih berada pada 36,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sangkali Kota Tasikmalaya Tahun 2021.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan penelitian <em>cross sectional. Sebanyak </em>297 responden diambil dengan teknik <em>probability sampling</em>. Analisis data univariat menggunakan deskriptif, bivariat menggunakan <em>chi square dan multivariat menggunakan </em>regresi logistik berganda.</p> <p>Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak (62.3%), Usia Ibu tidak berisiko sebanyak (68%), tingkat pendidikan rendah pada ibu sebanyak (78.8%), kategori ibu bekerja sebanyak (95.6%), kategori pendapatan rendah sebanyak (73.7%), hampir seluruh balita mengalami stunting sebanyak (79.1%.)</p> <p>Terdapat hubungan antara usia ibu, tingkat pendidikan ibu, dan pendapatan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita (p= 0.000, p= 0.000, p= 0.000, p= 0.004). Usia ibu menjadi faktor dominan untuk memiliki balita dengan kejadian stunting, dimana dukungan usia ibu berpeluang 9 kali lebih besar berpeluang untuk mengalami kejadian stunting pada balita, setelah dikontrol dengan variabel pendidikan.</p> <p>Faktor dominan yang paling mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sangkali Kota Tasikmalaya Pada Masa Pandemi Covid-19 adalah variabel usia ibu dan pendidikan. Oleh karena itu, edukasi mengenai usia dalam merencanakan kehamilan dianggap penting guna menurunkan risiko kejadian stunting.</p> Suryaningsih Suryaningsih, Mamlukah Mamlukah, Dwi Nastiti Iswarawanti, Rossi Suparman Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/556 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGALAMAN MASA LALU, KEBUTUHAN PSIKOLOGIS, DAN EMOSI TERHADAP PERSEPSI TENTANG PELAKSANAAN KEBIJAKAN LARANGAN MUDIK LEBARAN 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/559 <p>Pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) yang melanda seluruh dunia menuntut Pemerintah menerapkan berbagai macam aturan dan kebijakan dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 di Indonesia. Salah satu kebijakan yang diambil diantaranya adalah peniadaan mudik lebaran yang diterapkan dua kali pada periode tahun 2020 dan 2021. Namun dalam pelaksanaan aturan tersebut ditemukan banyak sekali permasalahan dan pelanggaran di lapangan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pengalaman masa lalu, kebutuhan psikologis dan emosi terhadap persepsi masyarakat tentang pelaksanaan kebijakan larangan mudik lebaran 2021. Penelitian bersifat kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross sectional. </em>Variabel dalam penelitian meliputi variabel bebas (pengalaman masa lalu, kebutuhan psikologis dan emosi) dan variabel terikat (persepsi masyarakat). Populasi meliputi seluruh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bekasi. Total sampel yang diteliti sejumlah 210 subjek. Penentuan sampel menggunakan metode <em>rule of thumb </em>menggunakan teknik <em>purposive sampling. </em>Hasil analisis data menggunakan uji regresi logistik menunjukkan persepsi masyarakat tentang pelaksanaan kebijakan larangan mudik lebaran 2021 dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu (OR=4.43; CI 95%= 2.22-8.83; p=0.000), kebutuhan psikologis (OR=3.63; CI 95%= 1.82-7.22; p=0.000), dan emosi (OR=3.14; CI 95%= 1.54-6.42; p=0.002). Pengalaman masa lalu, kebutuhan psikologi dan emosi secara agregat berpengaruh positif terhadap persepsi masyarakat tentang pelaksanaan kebijakan larangan mudik lebaran 2021.</p> Anom Dwi Prakoso, Angga Saeful Rahmat, Triseu Setianingsih, Ice Marini, Edwina Rudyarti Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/559 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 PENGARUH PERMASALAHAN KESEHATAN DAN SOSIAL TERHADAP KEPARAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/539 <p>Angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 1,8%. Hal ini dapat memengaruhi potensi bonus demografi Indonesia. Keparahan penyalahgunaan narkotika dipengaruhi oleh kondisi sosiodemografis dan permasalahan yang dialami oleh penyalah guna narkotika. Permasalahan kesehatan dan sosial yang diamati dalam penelitian ini yaitu permasalahan psikiatris, permasalahan pekerjaan, permasalahan kesehatan, dan permasalahan keluarga/sosial. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara permasalahan kesehatan dan sosial dari penyalah guna narkotika terhadap tingkat keparahan penyalahgunaan narkotika yang dideritanya.</p> <p>Data penelitian berasal dari Badan Narkotika Nasional tahun 2019-2020 yang mencakup data penyalah guna narkotika yang menjalani program rehabilitasi di lembaga rehabilitasi milik Badan Narkotika Nasional yang berjumlah 6790 orang. Penelitian ini menggunakan metode Ordinary Least Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara permasalahan psikiatris, pekerjaan, kesehatan, dan keluarga terhadap keparahan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Keparahan penyalahgunaan narkotika tingkat sedang hingga sangat berat berada paling besar pada kelompok umur 16-25 tahun.</p> Wijaya Dewabhrata, Abdillah Ahsan, Fitri Kurnia Rahim Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/539 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 CIDAHU KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/578 <p>Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, angka kejadian perkawinan di bawah usia 19 tahun atau perkawinan anak tercatat tahun 2020 terdapat 36 kasus, kemudian naik pada tahun 2021 menjadi 74 kasus. Sebesar 24% dari total kasus perkawinan anak di Kabupaten Kuningan terdapat di Kecamatan Cidahu yang merupakan kecamatan dengan penyumbang terbesar kejadian perkawinan anak sebanyak 18 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja di SMA Negeri 1 Cidahu Kabupaten Kuningan tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain <em>cross sectional </em>(potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 283 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik <em>disproportionate stratified random sampling</em> sebanyak 166 responden. Instrumen penelitian mengunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat Uji Korelasi <em>Rank Spearman.</em></p> <p>Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan agama (<em>p </em>= 0,004), pengetahuan kesehatan reproduksi (<em>p </em>= 0,001<em>), </em>pengawasan orang tua (<em>p </em>= 0,001), kegiatan pengisi waktu luang (<em>p </em>= 0,026), tempat tinggal (<em>p </em>= 0,019) dan peran guru konseling (<em>p = </em>0,012) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Tidak terdapat hubungan antara pendidikan terakhir ibu (<em>p = </em>0,198) dan pendapatan orang tua (<em>p = </em>0,373) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Diharapkan remaja dapat meningkatkan pengetahuan tentang dampak seks pranikah dan pemahaman tentang agama serta guru dan orang tua sudah sewajarnya memberikan pengawasan kepadanya agar terhindar dari perilaku seksual pranikah.</p> Muhamad Wildan Khaerudin, Mamlukah Mamlukah, Lely Wahyuniar, Rossi Suparman Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/578 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 0-6 BULAN DI LEMAHABANG RT 001 RW 001 DUSUN 01 CIREBON 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/575 <p><em>Baby massage</em> atau pijat bayi merupakan terapi usapan yang halus atau pemijatan pada bayi, ini merupakan stimulasi melalui rangsangan raba pijatan lembut mendekati <em>soft and gentle massage</em> pada permukaan kulit bayi dengan lembut, pada jaringan dan organ tubuh. Sesuai data dari Badan Kesehatan Dunia 2012, menyatakan bahwa terdapat 33% bayi mengalami masalah tidur (WHO, 2012). Sejak janin masih dalam kandungan hingga umur 2 tahun adalah masa penting yang disebut juga dengan <em>golden age</em>, masa yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, rangsangan atau stimulasi yang tepat sangat dibutuhkan untuk merangsang otak (Depkes RI, 2016). Pijat bayi ini diberikan agar dapat memberikan stimulasi pada sistem saraf dan juga system respiratory serta melancarkan peredaran darah. Pijatan dapat memberikan rangsangan pada hormon di dalam tubuh, yang dapat mempengaruhi sistem kerja tubuh seperti pola tidur dan bisa membantu bayi yang sulit tidur dengan nyenyak. Pijat bayi selain dapat meningkatkan kualitas tidur, juga memperkuat ikatan batin (Hartanti A, 2019). Tujuan kegiatan ini agar dapat mengukur efektivitas baby massage pada kualitas tidur setelah diberikan pijatan pada bayi 0-6 bulan di Lemah abang Rt 001 Rw 001 Dusun 01 Cirebon. Populasi dalam penelitian ini bayi usia 0-6 bulan di RT. 001 Rw. 001 Dusun 01 Lemah Abang Cirebon. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yakni <em>purposive</em> sampel dengan desain penelitian <em>quasi experimental study pretest-posttest one group design. </em>Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 30 bayi. Pada nilai kualitas tidur setelah pijat bayi adalah 2,27 dengan standar deviasi 0,740. Hasil uji statistik didapatkan nilai p <em>value </em>0,000 maka p &lt; α dimana H0 ditolak, artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas tidur bayi saat belum diberikan terapi pijat dan setelah diberikan terapi pijat bayi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi lahan praktik untuk memfasilitasi sarana dan prasarana, khususnya di pelayanan kesehatan, memberikan pendidikan kesehatan terkait efektivitas pijat bayi kepada masyarakat, khususnya ibu dengan bayi usia 0-6 bulan. </p> Titin Supriatin, Yani Nurhayani, Ruswati Ruswati, Yani Trihandayani, Marwati Marwati Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/575 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA KINERJA KADER DENGAN TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN POSYANDU DI DESA SUSUKAN KECAMATAN CIPICUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/592 <p>Jumlah Kader di Indonesia sebanyak 569.477 kader (Kemenkes RI, 2021), sedangkan Jumlah Kader Posyandu di Provinsi Jawa Barat sebanyak 158.399 kader, dari jumlah itu hanya 115.680 kader aktif, dan sisanya 42.719 kader pasif (Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, 2021). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan (2021), jumlah kader posyandu sebanyak 8.205 kader, dari jumlah itu hanya 7.538 kader aktif dan sisanya 667 kader pasif . Berdasarkan data UPTD Puskesmas Cipicung, jumlah kader posyandu di Kecamatan Cipicung sebanyak 313 kader, dari jumlah itu hanya 246 kader aktif dan 67 kader pasif, dengan masing-masing posyandu 20 kader. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kinerja kader dengan tingkat kepuasan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung.</p> <p>Metode yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian ini sebanyak 363 orang, dan sampel sebanyak 190 sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>proportionate </em>stratified<em> random sampling. </em>Variabel bebas pada penelitian ini adalah kinerja kader posyandu, variabel terikat adalah kepuasan pelayanan posyandu. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis bivariat yang digunakan adalah <em>uji chi square.</em></p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan Tahun 2022 dengan nilai (<em>p value = 0,002</em>).</p> <p>Terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan tahun 2022.</p> <p>Evaluasi terhadap kinerja kader posyandu secara berkala mengenai kepuasan pengguna posyandu sehingga diketahui faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelayanan posyandu.</p> Indrayani Indrayani, Nadia Amalia Sholeha, Bella Oktavia, Icca Stella Amalia Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/592 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 KESIAPAN SERTIFIKASI HALAL PADA TEMPAT DAN RUMAH PEMOTONGAN AYAM https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/533 <p>Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, status halal atas berbagai produk dan jasa turut menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap produk ramah muslim. Dalam kasus ayam, persoalan halal atau haram sudah muncul sejak subsistem agribisnis hulu, namun penelitian ini berfokus pada subsistem pemroses pasok ayam melalui pemetaan pemangku pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait di bidang pemrosesan ayam pada Tempat Pemotongan Ayam (TPA) dan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) yang merupakan titik kritis dalam sertifikasi halal, mengidentifikasi kesiapan sertifikasi halal pada bidang pemrosesan ayam serta mengkaji tantangan, hambatan, dan berbagai faktor yang berhubungan dengan sertifikasi halal, serta memberikan saran dan rekomendasi pemecahan masalah dan implikasi untuk kesiapan sertifikasi halal bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait yang diselenggarakan melalui serangkaian proses wawancara dan FGD. Hasil penelitian pada TPA dan RPA di empat lokasi yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bahwa TPA dan RPA siap dan telah mengikuti sertifikasi halal, baik bagi juru sembelihnya maupun pada produk yang mereka hasilkan.</p> Nur Kholis, Abdillah Ahsan, Meita Veruswati, Retno Rusdjijati, Karina Mariz, Ardhini Risfa Jacinda, Adela Miranti Yuniar, Althof Endawansa, Fitri Kurnia Rahim Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/533 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 GAMBARAN DUGAAN KEJADIAN RINITIS ALERGI BERDASARKAN EVALUASI GEJALA KLINIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2019-2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/645 <p>Rinitis alergi secara klinis didefinisikan sebagai peradangan simtomatis hidung yang diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE) akibat paparan zat asing yang disebut alergen. Gejala-gejala rinitis alergi diantaranya, hidung gatal, bersin-bersin, keluarnya cairan jernih dari hidung, hidung tersumbat, rasa penuh di kepala dan sinus paranasal. <em>Allergic Rhinitis and Its Impact on Asthma</em> (ARIA) 2010 melaporkan bahwa 500 juta orang di dunia telah menderita kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian dugaan rinitis alergi berdasarkan evaluasi gejala klinis pada mahasiswa FK UNTAR angkatan 2019-2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian ini terdiri dari 72 responden. Kuesioner berdasarkan ARIA <em>guidelines</em> 2010 dan sampel diambil dengan teknik <em>Purposive Sampling.</em> Hasilnya 11 dari 72 mahasiswa (15,3%) diduga menderita rinitis alergi. Usia terbanyak adalah 20 tahun (54,5%) dengan mayoritas&nbsp; jenis kelamin perempuan (81,8%).&nbsp; Menurut klasifikasi ARIA 2010, berdasarkan durasi berlangsungnya gejala dan derajat keparahan gejala mendapatkan 7 dari 11 responden (63,6%) mengalami gejala sedang-berat <em>intermittent</em> dan 4 dari 11 mahasiswa (36,4%) mengalami gejala ringan <em>persistent</em>. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada mahasiswa FK UNTAR angkatan 2019-2020, didapatkan dugaan kejadian rinitis alergi adalah 15,3% dan klasifikasi gejala menurut ARIA 2010, sedang-berat <em>intermittent</em> adalah gejala yang paling umum dialami (63,6%).</p> Daffa Nisa, Mira Amaliah Copyright (c) 2022 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/645 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN DUKUHBADAG KEC. CIBINGBIN KAB. KUNINGAN https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/661 <p>Pola asuh merupakan salah satu aspek penting dalam hubungan orangtua dan anak yang dilakukan orangtua kepada anak, di keluargalah seorang anak memperoleh bimbingan dan pendidikan dari orangtua. Pada anak usia sekolah ini masih membutuhkan pengawasan dari orang terdekat untuk melakukan <em>personal hygiene</em>.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku <em>personal hygiene </em>pada anak usia sekolah di SDN Dukuhbadag Kec. Cibingbin Kab. Kuningan.</p> <p>Jenis penelitian ini merupakan <em>observasional</em> analitik dengan rancangan <em>cross sectional</em>. Populasinya anak usia sekolah di SDN Dukuhbadag. Pengambilan sampel dilakukan teknik <em>stratified random sampling </em>sebanyak 68 sampel. Data penelitian diambil melalui kuesioner. Uji korelasi menggunakan <em>chi square</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan (80,9%) responden dalam kategori pola asuh Demokratis,dengan <em>personal hygiene </em>nya baik (67,3%),dan <em>personal hygiene </em>nya cukup (32,7%). (16,2%) responden dalam kategori pola asuh Otoriter dengan <em>personal hygiene </em>nya baik (90,9%), dan <em>personal hygiene </em>nya cukup (9,1%). (2,9%) responden dalam kategori pola asuh Permisif dengan <em>personal hygiene </em>cukup&nbsp; (100%). Hasil uji <em>chi square</em> nilai p <em>value</em> = 0,030 &lt; 0,05.</p> <p>Terdapat hubungan antara variabel pola asuh dengan perilaku <em>personal hygiene </em>pada anak usia sekolah. Orangtua harus meningkatkan sikap positif dalam mendidik dan menerapkan pola asuh yang sesuai dengan perkembangan usia anak dan pihak sekolah pendidikan dan promosi kesehatan memberikan informasi terkait dengan pola asuh dan <em>personal hygiene.</em></p> Ronny Suhada Firmansyah, Dila Dwirahmi Zannati Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/661 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN UJI KOMPETENSI BERBASIS EXIT EXAM DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MELANJUTKAN PENDIDIKAN PROFESI NERS PADA MAHASISWA SEMESTER VII STIKES KUNINGAN https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/662 <p>Ners merupakan seorang tenaga ahli kesehatan yang telah mengikuti pendidikan akademik dan profesi serta memiliki izin praktik untuk memberikan asuhan keperawatan profesional yang diharuskan untuk memiliki kewajiban atas kepemilikan registasi perawat yaitu (STR), syarat memiliki STR yaitu mengikuti uji komptensi profesi keperawatan dan dinyatakan lulus atau kompeten. Fenomena ini dapat memunculkan perasaan khawatir, takut, tegang, dan kecemasan karena takut tidak lulus dalam uji kompetensi dan tidak bisa bekerja apabila belum memiliki STR. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu hubungan antara kepercayaan diri mahasiswa dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi uji kompetensi ners bebasis <em>exit exam</em> pada mahasiswa program profesi ners STIKes Kuningan Tahun 2021.</p> <p>Jenis penelitian ini menggunakna teknik penelitian Analitik Kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah <em>Cross Sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester VII yang bersedia menjadi responden yaitu sebanyak 69 responden, dengan menggunakan total sampling. Data analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji stastistik <em>Rank Spearman.</em></p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan menghadapi uji kompetensi ners berbasis <em>exit exam</em> yaitu sebanyak 55 responden (79,7%), begitupun pada kepercayaan diri sebagian besar responden percaya diri dalam melanjutkan penidikan profesi ners yaitu sebanyak 59 responden (85,5%). Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan <em>P value 0,416</em>, artinya tidak hubungan antara tingkat kecemasan uji kompetensi ners bebasis <em>exit exam</em> dengan kepecayaan diri melanjutkan pendidikan profesi ners pada mahasiswa semester VII STIKes Kuningan. Disarankan penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bermanfaat tentang pentingnya memiliki kompetensi dan kepercayaan diri yang baik dalam pelaksanakan praktik klinik mahasiswa, untuk mencegah terjadinya kecemasan yang tinggi dalam uji kompetensi ners berbasis <em>exit exam</em>.</p> Yana Hendriana Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/662 Thu, 01 Dec 2022 00:00:00 +0000