https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/issue/feed Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal 2022-06-09T08:45:16+00:00 Aditiya Pupanegara adit@pintarword.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada </strong>adalah jurnal akses terbuka (e-journal) yang menerbitkan karya ilmiah untuk praktisi kesehatan dan periset. Fokus dan cakupan jurnal meliputi keperawatan dewasa, keperawatan darurat, keperawatan gerontologis, keperawatan masyarakat, perawatan kesehatan mental, perawatan anak, perawatan ibu hamil, kepemimpinan dan manajemen keperawatan, Complementary and Alternative Medicine (CAM) dalam keperawatan dan pendidikan dalam keperawatan.<br>Artikel dari jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember (2 isu per tahun), dan dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan. Tim Editorial Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada menyambut baik dan mengundang peneliti dari seluruh nusantara untuk menyerahkan makalah mereka (artikel penelitian asli, tinjauan sistematis, dan studi kasus) untuk dipublikasikan dalam jurnal ini. Semua surat kabar diterbitkan segera setelah diterima.</p> https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/401 IDENTIFIKASI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA KUKU ANAK 2022-05-10T03:10:11+00:00 Sri Idayani iid_wika@yahoo.com Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri nilukhu7@gmail.com <p>Salah satu penyakit yang paling umum tersebar dan sering menjangkiti banyak manusia diseluruh dunia adalah kecacingan. Cacing secara umum tidak selalu menyebabkan penyakit berbahaya tetapi bisa mengakibatkan masalah kesehatan kronis yang ada keterkaitannya dengan faktor ekonomis. <em>Soil Transmitted Helminths</em> (STH) merupakan cacing golongan nematoda usus yang menginfeksi manusia yang menelan telurnya melalui rute fekal oral. Dampak kecacingan dapat menimbulkan kerugian terhadap kebutuhan gizi karena berkurangnya kalori dan protein serta kehilangan darah. Selain itu, bisa menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktivitas kerja serta menurunkan ketahanan tubuh. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 17 anak usia 6-12 tahun. Identifikasi telur cacing <em>Soil Transmitted Helminths</em> (STH) pada kuku anak usia 6-12 tahun menggunakan metode apung (<em>flotation method</em>). Penelitian ini memberikan hasil bahwa semua sampel kuku anak usia 6-12 tahun tidak ditemukan adanya telur <em>Soil Transmitted Helminths</em> (STH). Sebagian besar anak usia 6-12 tahun sudah memiliki <em>personal hygiene</em> baik dan cukup. Hasil tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang meliputi kebiasaan memotong kuku, mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan setelah makan serta bermain dan menggunakan alas kaki. Berdasarkan hasil identifikasi telur cacing pada seluruh sampel kuku anak usia 6-12 tahun diperoleh hasil negatif tidak ditemukan adanya telur <em>Soil Transmitted Helminths</em> (STH).</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/438 PENGARUH MEDIA EDUKASI “IMUNISASI-Q” TERHADAP PENGETAHUAN KADER POSYANDU DALAM MEMOTIVASI ORANG TUA PADA ANAK USIA 0-9 BULAN 2022-05-10T03:06:18+00:00 Atika Dhiah Anggraeni nerstika@gmail.com Arif Hendra Kusuma arifsermas@gmail.com <p>Penyakit menular masih menjadi masalah, sehingga menyulitkan pemberantasanya. Vaksin diharapkan dapat mencegah penyakit menular yang dapat dilakukan dalam waktu yang cepat dan memberikan hasil yang efektif. Program imunisasi yang telah pemerintah galakkan bertujuan untuk menjaga kesehatan penduduk pada usia muda terutama bayi di bawah usia dua tahun. Salah satu faktor penguat status imunisasi dasar pada anak adalah adanya dukungan kader posyandu. Kader juga diharapkan mempunyai pengetahuan dan sikap yang baik terkait imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model aplikasi Imunisasi-Q terhadap pengetahuan dan sikap kader posyandu dalam memotivasi orang tua yang mempunyai anak usia 0-9 bulan. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kuasi eksperimental dengan <em>one group design</em> (pretest-posttest) dan jumlah responden sebanyak 13 kader posyandu. Hasil penelitian Imunisasi-Q lebih berpengaruh dalam peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu dalam memotivasi orang tua yang mempunyai anak usia 0-9 bulan.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/412 PENGARUH WORKING PERIOD TERHADAP HUBUNGAN SELF CARE DEFICIT DENGAN ROLE STRESS PERAWAT RSPI PROF. DR. SULIANTI SAROSO 2022-05-09T12:02:58+00:00 Aditiya Puspanegara adit@jagoanskripsi.com <p>Banyaknya kunjungan pasien di rumah sakit membuat beban kerja perawat meningkat, tidak hanya itu saja tetapi hal tersebut dipengaruhi juga oleh tingkat ketergantungan pasien dan pengalaman kerja perawat sehingga mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh <em>Working Period</em> terhadap hubungan <em>Self Care Deficit</em> dengan <em>Role Stress</em> Perawat RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Variabel bebas adalah <em>Self Care Deficit</em>. Variabel terikat adalah <em>Role Stress</em>, dan <em>Working Period</em> sebagai variabel <em>confounding</em>. Jumlah populasi perawat adalah 196, data sampel yang berhasil dikumpulkan pada saat penelitian adalah 36 sampel. Penentuan sampel minimum dengan rumus slovin, pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em>, dan pengambilan sub populasi menggunakan <em>proportionate stratified random sampling</em>.</p> <p>Hasil analisis <em>Chi-square</em> untuk variabel <em>Self Care Deficit</em> dengan <em>Role Stress</em>, dengan <em>Working Period</em> sebagai variabel kontrol, tidak ada pengaruh antara <em>Self Care Deficit</em> dengan <em>Role Stress</em> pada <em>Working Period</em> pada kategori perawat yang baru bekerja (0,386). Tetapi sebaliknya ada pengaruh antara <em>Self Care Deficit</em> dengan <em>Role Stress</em> pada <em>Working Period</em> pada kategori perawat yang sudah lama bekerja kurang lebih 3 tahun bekerja di bangsal (0,005).</p> <p>Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh <em>Self Care Deficit</em> dengan <em>Role Stress Perawat</em>, hubungan ini juga dipengaruhi juga oleh lama kerja perawat. Tingkat ketergantungan mempengaruhi tingkat stres kerja perawat terutama pada perawat yang sudah bekerja lebih dari 3 tahun bekerja di Rumah Sakit. Diharapkan agar pihak manajemen RS membuat supervisi berjenjang khusus untuk perawat agar dapat lebih memahami kelebihan dan kekurangan secara periodik. Selain itu aspek kepuasan kerja, prestasi, penghargaan, dan tanggung jawab pekerjaan harus diperhatikan dan diukur berkala sehingga perawat bekerja dengan perasaan senang, tenang, nyaman sehingga stressnya menurun dan berimplikasi terhadap perbaikan layanan kepada pasien.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/367 INVESTIGASI KECELAKAAN KERJA AKIBAT ALAT PELINDUNG DIRI MENGGUNAKAN METODE SCAT DAN SMART-PSL 2022-05-10T03:18:42+00:00 Indah Sulistyowati sulisuybadi@gmail.com Tatan Sukwika tatan.swk@gmail.com <p>Perkembangan industri yang semakin maju menjadi konsekuensi perusahaan didorong melaksanakan upaya pengendalian risiko yang optimal melalui pemanfaatan alat pelindung diri (APD) yang melindungi pekerja dari bahaya kecelakaan oleh berbagai sebab di tempat kerja. Kendala penerapan APD yaitu menggunakan APD yang tidak lengkap, rendahnya kesadaran dan atensi pada keselamatan dan kesehatan, terbatasnya ketersediaan dari perusahaan atau kurangnya pengawasan perusahaan. Tujuan penelitian menginvestigasi dan menganalisis faktor penyebab kecelakaan kerja yang berkaitan dengan alat pelindung diri menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, sumber data berasal dari karyawan dan perusahaan. Sampel dalam penelitian ini adalah 121 responden dengan menggunakan alat analisis <em>Systematic Cause Analysis Technique</em> (SCAT) dan <em>Partial Least-square</em> (<em>SMART</em>-PLS). Hasil SCAT diketahui informasi kasus-kasus penyebab kecelakan yaitu pekerja alami sakit punggung bagian bawah akibat beban barang, tangan tertusuk kape dan terjepit <em>table lifter</em>/tertusuk antara WIP dan rak <em>aging room</em>, jari tersayat silet/pisau <em>cutter</em> dan terjepit LLDPE/<em>nip roll</em>, kepala terbentur sudut <em>cover exhause</em>, Mata terkena cairan <em>copper</em> dan terkena <em>straping band</em>. Hasil uji statistik p-<em>value</em>&gt; 0.05 pada X3 (ketersediaan) terhadap Y (perilaku) berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan terhadap perilaku penggunaan alat pelindung diri, sedangkan hubungan signifikan (&lt;0.05) ditemukan pada X1 (pengetahuan), X2 (sikap) dan X4 (pengawasan) terhadap Y (perilaku) penggunaan alat pelindung diri. Perlu ada kerjasama antara manajemen perusahaan dengan pekerja dalam kedisiplinan pemakaian alat pelindung diri agar terwujudnya lingkungan kerja yang lebih baik.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/406 HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT CRITICAL CARE (IGD DAN ICU) TENTANG COVID-19 DI RS KABUPATEN KUNINGAN 2022-05-09T11:54:47+00:00 Moch Didik Nugraha mochdidiknugraha@gmail.com Yanny Trisyanni Wahyuni mochdikdiknugraha@gmail.com Ristina Mirwanti mochdikdiknugraha@gmail.com <p>COVID-19 menjadi pandemi global yang memicu kecemasan terutama pada perawat kritis (IGD dan ICU). Perawat IGD berisiko memiliki kecemasan karena menjadi lini pertama penanganan, sedangkan perawat ICU merawat pasien COVID yang berada di bawah ventilasi mekanis dan memerlukan prosedur invasif seperti suction yang meningkatkan risiko penularan COVID-19. Pengetahuan menjadi dasar perawat melakukan tindakan yang aman dan tepat bagi pasien dan perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan yang terjadi pada perawat kritis. Metode yang digunakan analitik korelasional dengan rancangan <em>cross sectional</em>. Sampel pada penelitian adalah perawat di ruang ICU dan IGD di Rumah Sakit Kabupaten Kuningan Sebanyak 103 perawat yang diambil secara total sampling. Kuesioner tentang pengetahuan COVID-19 dan <em>Hamilton Anxiety Rating Scale</em> menjadi instrumen dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan <em>somer’s d gamma</em>. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar pengetahuan perawat tentang COVID-19 dalam kategori baik sebanyak 97 orang (94,2%) dengan catatan perlu adanya peningkatan pengetahuan tentang etiologi dan proses transmisi COVID-19, dan memiliki tingkat kecemasan pada kategori tidak ada kecemasan yaitu sebanyak 78 orang (75,7%). Hasil uji statistik didapatkan nilai ρ-value 0,026 dan nilai r = -0,665. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan yang dialami oleh perawat kritis yang ada di Rumah Sakit Kabupaten Kuningan. Perawat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang COVID-19 guna memiliki mekanisme koping adaptif selama pandemi.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/426 PERAN REMUNERASI, KOMPENSASI, KENYAMANAN LINGKUNGAN KERJA, BEBAN KERJA, PENGEMBANGAN KARIR DAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP KEINGINAN PINDAH KERJA (TURNOVER) PERAWAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT SEKARWANGI KABUPATEN SUKABUMI 2022-05-09T11:59:38+00:00 Burhanuddin Basri burhanganteng720@gmail.com Hadi Abdillah hadiabdillah91@ummi.ac.id <p>Penyakit <em>Coronavirus</em> 2019 merupakan tipe baru dari virus corona yang tidak hanya berakibat pada badan, pula bisa berakibat sungguh-sungguh pada kesehatan mental warga. Fenomena yang kebanyakan terjadi ketika didapati kinerja suatu Rumah Sakit sudah dikatakan baik sewaktu-waktu bisa terganggu secara langsung maupun tidak langsung oleh sikap perawat yang bekerja di Rumah Sakit. Bentuk dari sikap perawat tersebut yaitu adanya keinginan pindah kerja (<em>turnover</em>) yang dikarenakan oleh beberapa hal, seperti remunerasi, kompensasi yang tidak sesuai, tidak adanya kenyaman lingkungan kerja, tingginya beban kerja, tidak adanya pengembangan karir bagi perawat dan gaya kepemimpinan kepala ruangan yang dinilai kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan peran remunerasi, kompensasi, kenyamanan lingkungan kerja, beban kerja, pengembangan karir dan gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap keinginan pindah kerja (<em>turnover</em>) perawat. Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang perawat. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan <em>cross-sectional</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, survey serta penyebaran kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan regresi logistik (<em>logistic regression</em>). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Remunerasi, Kompensasi, Beban Kerja, Kenyamanan Lingkungan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan memiliki hubungan yang signifikan terhadap Keinginan Pindah Kerja (<em>Turnover</em>) Perawat Pada Masa Pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/408 HUBUNGAN KETERPAPARAN IKLAN ROKOK TERHADAP PREFERENSI MEREK ROKOK YANG DISUKAI ANAK 2022-05-10T03:12:17+00:00 Wahyu Gito Putro wahyugitoputro@gmail.com Nahla Jovial Nisa nahla@lenteraanak.org Lisda Sundari lisdas@lenteraanak.org Mouhamad Bigwanto m.bigwanto@gmail.com Widyastuti Soerojo wsoerojo@gmail.com Daniel Beltsazar Jacob danielbeltsazar888@gmail.com <p>Indonesia dikenal di seluruh dunia sebagai ‘<em>Baby Smoker</em> <em>Country</em>’ dan ‘<em>Marlboro</em> <em>Country</em>’ karena merupakan surga bagi industri tembakau untuk mempromosikan produknya, terutama kepada anak-anak. Sebanyak 85% sekolah di Indonesia dikelilingi oleh iklan rokok dan hal ini mempengaruhi perilaku merokok pada anak. Saat ini banyak data yang menunjukkan bahwa anak-anak terpapar iklan rokok, namun belum ada data terkait merek rokok tertentu yang disukai oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang merek yang dikonsumsi oleh anak-anak dan untuk mengetahui hubungan lebih lanjut antara iklan rokok dengan konsumsinya pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilakukan terhadap 533 responden dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari <em>Global Youth Tobacco Survey</em> dan <em>National Youth Tobacco Survey</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek rokok yang paling disukai oleh responden berasal dari merek luar negeri (53,86%) yaitu PT. HM Sampoerna (51%) dan PT. BAT (3%); Iklan rokok yang paling berkesan datang dari merek asing, yaitu PT. HM Sampoerna (40%) dan PT. BAT (10,63%). Analisis statistik lebih lanjut menunjukkan bahwa ada hubungan antara iklan rokok dan merek rokok yang paling disukai anak-anak.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/457 PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP KECEMASAN, STRES DAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA (STUDI KASUS : PT. ARTERIA DAYA MULIA (ARIDA) CIREBON 2022-05-20T02:57:22+00:00 Mamlukah Mamlukah lulu.3972@yahoo.com Vemy Tri Apriliany vemytri@gmail.com Isti Kumalasari istikumalasari@gmail.com <p>Lingkungan kerja yang tidak sesuai standar menimbulkan dampak yang merugikan bagi pekerja. Terapi murottal Al-Qur’an mampu mendamaikan seseorang secara damai dan tentram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan, stres kerja, dan tekanan darah pekerja di PT. ARIDA Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan desain <em>two- group pretest-posttest design</em>. Subjek penelitian adalah 36 pekerja yang diambil secara <em>accidental sampling</em>. Subjek dibagi menjadi dua, 18 orang sebagai kelompok intervensi dan sisanya sebagai kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan tensimeter. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji <em>marginal homogeneity</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah, tingkat stres dan kecemasan pada kelompok yang mendapat terapi murottal Al-Qur’an. Terdapat perbedaan tingkat kecemasan dengan pengukuran tekanan darah (p= 0,000) dan stres (p= 0,006) antara kedua kelompok. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan tingkat stres, kecemasan dan tekanan darah pekerja di PT. ARIDA. Penanggung jawab ruang produksi dan pekerja dapat mempertimbangkan dan menerapkan terapi murottal Al-Qur’an sebagai terapi alternatif untuk mengurangi gejala stres secara mandiri.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/393 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CV. PILAR PERKASA MANDIRI 2022-05-10T03:21:18+00:00 Muhamad Agus Teguh Herlambang Teguhherlambang794@gmail.com Suci Fitriana Pramudya Wardani sucipramudyawardani@gmail.com Asih Yuliawati Teguhherlambang794@gmail.com <p>Pengelolaan sumber daya manusia secara profesional mampu mewujudkan keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan kemampuan organisasi. Upaya pengelolaan sumber daya dilakukan guna meningkatkan kinerja karyawan. Kinerja adalah hasil dan perilaku kerja yang diperoleh dengan cara menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dalam jangka waktu tertentu. Kinerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya lingkungan kerja, motivasi, disiplin kerja kemampuan, dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor lingkungan kerja karyawan CV. Pilar Perkasa Mandiri terhadap kinerja. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana dan juga menggunakan uji-t. penelitian ini dilakukan di CV. Pilar Perkasa Mandiri. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh karyawan pada perusahaan tersebut atau <em>total sampling</em>. Hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan CV. Pilar Perkasa Mandiri. Dengan adanya upaya peningkatan kondisi lingkungan kerja perusahaan yang sudah cukup baik, diharapkan mampu menghasilkan peningkatan kinerja karyawan. Sehingga diperoleh peningkatan produktivitas perusahaan CV. Pilar Perkasa Mandiri.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/467 KEJADIAN ANEMIA BERDASARKAN ASUPAN ENERGI, VITAMIN B6, VITAMIN B12, VITAMIN C DAN KERAGAMAN MAKANAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI MI PUI KOTA CIMAHI 2022-05-28T02:24:24+00:00 Dedi Supriadi Supriadihou87t5@gmail.com Teguh Akbar Budiana budianateguh@yahoo.co.id Galih Jantika jantik9886e@gmail.com <p>Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi fokus perhatian dunia kesehatan, hal ini dikarenakan negara Indonesia mengalami beban ganda permasalahan gizi. Selain permasalahan gizi makro negara Indonesia masih mengalami permasalahan gizi mikro, penyebab anemia pada anak sekolah dasar adalah salah satunya kekurangan vitamin dan mineral. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross sectional</em>, sampel penelitian anak sekolah dasar kelas 5 MI PUI Kota Cimahi berjumlah 44 orang, Pengumpulan data untuk asupan zat gizi menggunakan metode <em>recall</em> 24 jam. Pengukuran kadar Hb menggunakan <em>cyanmethemoglobin</em>, uji statistik untuk analisa data menggunakan uji <em>Chi-square</em>. Hasil analisis data menunjukan terdapat hubungan antara asupan energi dengan kejadian anemia (p=0.018), Tidak ada hubungan antara asupan vitamin B12 dengan kejadian anemia (p= 0.180), Tidak ada hubungan antara asupan vitamin B6 dengan kejadian anemia (p= 0.329), Terdapat ada antara asupan vitamin C dengan kejadian anemia (p= 0.007), Ada hubungan antara keragaman makanan dengan kejadian anemia (p= 0.004). Anak-anak merupakan masa tumbuh kembang ke 2 setelah balita, untuk pertumbuhan dan perkembangan dibutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Keragaman makanan sudah terbukti menjadi salah satu faktor resiko terjadinya anemia, karena itu pendidikan gizi dan pemahaman kepada siswa maupun orang tua mengenai makanan beragam dan sesuai kebutuhan harus dilakukan.</p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022