https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/issue/feed Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal 2021-12-02T03:38:32+00:00 Aditiya Pupanegara kuridit@yahoo.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada </strong>adalah jurnal akses terbuka (e-journal) yang menerbitkan karya ilmiah untuk praktisi kesehatan dan periset. Fokus dan cakupan jurnal meliputi keperawatan dewasa, keperawatan darurat, keperawatan gerontologis, keperawatan masyarakat, perawatan kesehatan mental, perawatan anak, perawatan ibu hamil, kepemimpinan dan manajemen keperawatan, Complementary and Alternative Medicine (CAM) dalam keperawatan dan pendidikan dalam keperawatan.<br>Artikel dari jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember (2 isu per tahun), dan dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan. Tim Editorial Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada menyambut baik dan mengundang peneliti dari seluruh nusantara untuk menyerahkan makalah mereka (artikel penelitian asli, tinjauan sistematis, dan studi kasus) untuk dipublikasikan dalam jurnal ini. Semua surat kabar diterbitkan segera setelah diterima.</p> https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/324 POLA INFEKSI JAMUR KUKU (ONIKOMIKOSIS) JARI TANGAN DAN KAKI PADA PEKERJA TEMPAT PENITIPAN HEWAN PADA MEDIA POTATO DEXTROSE AGAR (PDA) 2021-11-04T01:55:16+00:00 Norma Farizah Fahmi noma9h7t@yahoo.com Dwi Aprilia Anggraini dwiapriliaanggraini2021@gmail.com Yogi Khoirul Abror abror8976akj@yahoo.com <p>Onikomikosis merupakan infeksi pada lempeng kuku yang dapat disebabkan oleh jamur dermatofita (Tinea unguium), non dermatofita atau <em>yeast</em>. Onikomikosis adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita dan non-dermatofita. Infeksi onikomikosis menyebabkan kerusakan pada kuku yang menyebabkan lempeng kuku menebal, rapuh dan mudah hancur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi jamur kuku tangan dan kaki pada pekerja penitipan hewan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan di empat tempat penitipan hewan yang berbeda sebanyak 20 sampel di Surabaya dan tempat pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Analis Kesehatan STIKES Ngudia Husada madura. Metode pemeriksaan yang dilakukan melalui metode pengamatan langsung dan metode kultur jamur. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa dari 20 sampel sebanyak 11 sampel (55%) positif Tinea unguium (jamur kuku). Pada pengamatan metode kultur jamur hasil positif sebanyak 6 sampel (30%) dengan kode P1, P4, P8, P11, P15 dan P20 terinfeksi oleh jamur <em>Aspergillus sp</em> , <em>Penicillium</em> 10% dengan kode P5 dan P14, <em>Rhizopus sp</em> 5% kode P18, <em>Microsporum gypseum</em> sebanyak 5% kode P13, dan<em> Trichophyton mentagrophytes 5%</em> kode P19. Hasil screening pada penelitian ini menunjukkan para pekerja belum memiliki hygiene diri yang baik khususnya dalam memelihara kebersihan kuku kaki dan tangan sehingga menyebabkan faktor resiko terjadinya infeksi jamur kuku.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/342 YOGA PRANAYAMA SEBAGAI UPAYA REHABILITATIF PARU PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) 2021-10-25T07:10:11+00:00 Lutfian Lutfian lutfian.ardianysah@aiesec.net <p>Penderita PPOK mengalami gangguan pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara akibat saluran napas tersumbat atau adanya kelainan alveolar yang disebabkan partikel atau gas berbahaya. Prevalensi PPOK di Indonesia berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2019 sebesar 3,7% per satu juta penduduk di Indonesia dengan prevalensi tertinggi pada umur lebih dari 30 tahun. Selain itu, pasien PPOK memerlukan tindakan rehabilitasi paru yang cukup lama untuk menstabilkan kemampuan fungsional paru mereka. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan pernapasan Yoga Pranayama sebagai terapi <em>rehabilitative </em>Paru penderita PPOK. Metode yang digunakan yaitu <em>literature review</em>, berupa artikel yang diperoleh dari media elekronik <em>Google Scholar, Science Direct, NCBl</em>, dan, <em>PubMed</em> dengan kata kunci <em>Rehabilitasi paru, yoga pranayama</em> dan PPOK dan rentang tahun publikasi dari tahun 2011-2020. Dari 7 jurnal utama yang di review oleh penulis didapatkan data bahwa pemberian terapi yoga pranayama pada pasien PPOK yang diteliti pada beberapa studi menunjukkkan efek perbaikan positif pada fungsi paru-paru dan kapasitas latihan yang berpotensi menjadi program rehabilitasi paru tambahan untuk pasien dengan PPOK. Rehabilitasi paru adalah tindakan yang efektif sebagai upaya peningkatan aspek kualitas hidup, kesehatan fisik serta emosional pada penderita PPOK yang dilakukan melalui pemberian latihan pernapasan <em>Yoga Pranayama</em>.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/326 PERILAKU MEROKOK DAN KEBERADAAN PEROKOK DI LINGKUNGAN DENGAN KADAR KARBON MONOKSIDA PADA PELAJAR DI KABUPATEN INDRAMAYU 2021-10-25T07:13:23+00:00 Andy Muharry andy.muharry.promkes@gmail.com Puji Laksmini puji567@yahoo.com Hendra Rohman hendra754@gmail.com Lusi Fitriah Sari ulusid097@yahoo.com Ana Herlina anakuhelr@yahoo.com Tetha Normalitha tethanorma@gmail.com <p>Perilaku merokok saat ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa akan tetapi dilakukan juga oleh kalangaan remaja. Data SDKI menujukkan bahwa tren remaja perokok setiap tahun terus mengalami peningkatan. Karbon monoksida yang terdapat dalam asap rokok memiliki sifat beracun dan karsinogen yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan pengetahuan tentang dampak buruk rokok, keberadaan perokok di lingkungan sekolah, keberadaan perokok di lingkungan keluarga, teman dekat perokok dengan kadar CO pada pelajar. Populasi adalah pelajar SMP kelas satu yang terdata dalam program skrining perilaku merokok tahun 2020. Sampel adalah remaja SMP yang memenuhi kriteria inklusi, diambil dengan metode <em>total sampling</em>. Uji <em>chi square</em> dilakukan untuk mengetahui hubungan variabel pengetahuan tentang dampak buruk rokok, keberadaan keluarga perokok, keberadaan perokok di sekolah dan teman dekat perokok dengan kadar CO. Uji regresi logistik dilakukan untuk mengetahui variabel yang dominan berhubungan dengan kadar CO pada remaja. Hasil penelitian menujukkan variabel yang berhubungan dengan kadar CO yaitu keberadaan anggota keluarga perokok, keberadaan teman dekat perokok dan perilaku merokok. Hasil analisis multivariat menujukkan bahwa variabel yang dominan berhubungan dengan kadar CO yaitu perilaku merokok. Disarankan perlu adanya upaya peningkatan kesadaran kepada para remaja untuk menghindari perilaku merokok.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/325 FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS SDKI SLKI DAN SIKI DI RUMAH SAKIT KMC KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2021 2021-10-25T07:26:22+00:00 Anggita Maharani Agustina maharanianggita55@gmail.com Aria Pranatha ners.ariap79@gmail.com Aditiya Puspanegara pakadit1975@gmai.com <p>Pelayanan keperawatan yang diberikan masih menjadi permasalahan, karena masyarakat merasakan ketidakpuasan dan beranggapan pelayanan yang diberikan belum optimal. Rumah Sakit di Kuningan khususnya Rumah Sakit KMC masih menggunakan <em>Nanda Nic Noc</em>. Pelaksanaan askep berbasis SDKI, SLKI dan SIKI berhubungan dengan pengetahuan, pendidikan, motivasi dan sikap perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan Pelaksanaan Askep Berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI di Rumah Sakit KMC Kabupaten Kuningan Tahun 2021.<br />Jenis Penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian perawat yang bekerja di Ruang Rawat Inap sebanyak 58 orang didapat menggunakan teknik <em>total sampling</em> sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik menggunakan uji <em>Chi-Square</em>.<br />Analisis univariat diperoleh faktor pengetahuan sebagian besar kurang (84,5%), pendidikan sebagian besar D3 (65,5%), sikap sebagian besar mendukung (53,4%), motivasi sebagian besar tinggi (39,7%) dan pelaksanaan askep berbasis SDKI, SLKI dan SIKI sebagian besar cukup (67,2%). Hasil uji <em>Fisher’s Exact Test </em>faktor pengetahuan diperoleh p = 0,000&gt;0,05, hasil uji <em>Chi-Square </em>untuk faktor pendidikan diperoleh p = 0,000&gt;0,05, faktor sikap diperoleh p = 0,001&gt;0,05, faktor motivasi diperoleh p = 0,002&gt;0,05.<br />Terdapat hubungan antara faktor pengetahuan, pendidikan, sikap dan motivasi dengan pelaksanaan askep berbasis SDKI, SLKI dan SIKI di Rumah Sakit KMC Kabupaten Kuningan. Disarankan agar dapat memberikan pelatihan kepada para perawat khususnya di ruang rawat inap mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan berbasis SDKI, SLKI dan SIKI untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman perawat</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/336 PEMANTAUAN PERTUMBUHAN, PEMBERIAN MAKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN STUNTING PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KOTA SEMARANG 2021-10-25T07:20:39+00:00 Anom Dwi Prakoso anomdwiprakoso26@gmail.com Akhmad Azmiardi aazmiardi@gmail.com Gabriela Advitri Febriani gabrielaadvitri@gmail.com Ayu Anulus anulusayu@gmail.com <p>Penurunan angka <em>stunting</em> masih menjadi priotitas utama dalam rangka tujuan pembangunan nasional. Indonesia menjadi Negara kedua dengan angka kasus <em>stunting</em> tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah kamboja. Hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak di Indonesia terbukti mengalami <em>stunting. </em>Hal ini merupakan masalah serius mengingat sumberdaya yang paling berharga bagi suatu negara adalah sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pemantauan pertumbuhan dan pemberian makan oleh pengasuh dengan kejadian <em>stunting</em> pada anak panti asuhan di Kota Semarang tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik melalui pendekatan <em>case control</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak panti asuhan di Kota Semarang. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 anak <em>stuntin</em>g sebagai kelompok kasus dan 48 anak normal sebagai kelompok kontrol dengan rentang usia 8-18 tahun dan diambil secara <em>Purposive sampling. </em>Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner, <em>microtoise</em> dan aplikasi <em>WHO Antro Plus</em>. Analisis data diolah dengan spss menggunakan uji statistik <em>chi square. </em>Hasil penelitian menunjukkan pemantauan pertumbuhan oleh pengasuh tergolong kurang baik (51.04%) dan pola pemberian makan tergolong kurang baik (54,17%). Uji statistik menunjukkan bahwa kejadian stunting memiliki hubungan yang signifikan dengan pemantauan pertumbuhan (p=0.025) dan pola pemberian makan (p=0.001)<em>. </em>Diperlukan pemantauan kesehatan rutin dan edukasi dari petugas puskemas kepada pengasuh tentang cara menentukan status gizi anak dan pola asuh gizi yang benar dan baik.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/332 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN KERJA (BURNOUT) PERAWAT DI RSUD 45 KUNINGAN JAWA BARAT 2021-10-25T07:16:36+00:00 Muhammad Lutfi lutfi@pintarword.com Aditiya Puspanegara lutfi@pintarword.com Anggi Ulfah Mawaddah lutfi@pintarword.com <p>Pada saat ini masalah kesehatan telah menjadi kebutuhan bagi semua golongan masyarakat, karena semakin meningkatnya taraf hidup masyarakat sekarang, maka semakin meningkat pula tuntutan akan kualitas pelayanan kesehatan. Pekerjaan seorang perawat yang memiliki intensitas tinggi dan begitu kompleksnya tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab seorang perawat menyebabkan profesi keperawatan rentan mengalami kelelahan kerja <em>(Burnout)</em>. maka dari itu peneliti bermaksud untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja <em>(Burnout)</em> perawat di RSUD 45 Kuningan. Jenis Penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan metode <em>Cross Sectional. </em>Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 orang. Pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan teknik <em>Purposive Sampling.</em> Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji <em>Rank-Spearman.</em> Berdasarkan hasil analisis uji bivariat, diketahui bahwa terdapat 3 variabel independen yang berpengaruh dengan kelelahan kerja <em>(Burnout)</em> Pada perawat di RSUD 45 Kuningan yaitu masa kerja (<em>p=</em> 0,002 r = -0,339), Sikap Kerja (<em>p=</em> 0,000 r = 0,635) dan kesejahteraan psikologis (<em>p=</em> 0,000 r = 0,881), serta tidak ada pengaruh antara pendidikan dengan kelelahan kerja <em>(Burnout)</em> perawat (<em>p=</em> 0,835 r = -0,023). Perawat di RSUD 45 Kuningan yang tidak merasakan kelelahan sebanyak 36 orang (43,4%), sedangkan sebanyak 27 orang (32%) merasakan cukup lelah, yang merasa lelah sebanyak 17 orang (20,5%) dan yang merasa sangat lelah sebanyak 3 orang (3,6%). Bagi pihak RSUD 45 Kuningan diharapkan dapat memfasilitasi perawat dalam melaksanakan pelatihan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kelelahan kerja <em>(Burnout)</em>, sehingga diharapkan perawat mampu mencegah dan mengendalikan kejadian kelelahan kerja <em>(Burnout)</em> yang dialaminya.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/339 ANALISIS PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PADA ANAK DI ERA PANDEMI COVID-19 2021-10-25T07:29:10+00:00 Setianingsih ningsihsetia9988@gmail.com Novi Indrayati noviindrayati68@gmail.com <p>Pandemi virus corona (covid-19) di Indonesia menyerang seluruh kelompok usia termasuk anak-anak. Angka kejadian covid-19 pada anak mencapai 5% dari total kejadian. Manifestasi klinis Covid-19 pada anak-anak seringkali menyerupai penyakit musiman seperti demam, batuk, flu dan diare, sehingga Orangtua mengabaikan kondisi anak tanpa disadari gejala tersebut merupakan ancaman penyebaran Covid-19 yang paling kecil dalam lingkup sosial karena anak-anak merupakan kelompok usia rentan terpapar Covid-19. Orangtua dituntut untuk dapat mempersiapkan anak –anak agar meminimalisir paparan virus covid-19 dengan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian bertujuan mendeskripsikan penerapan protokol kesehatan pada anak di masa pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan karakteristik responden serta menganalisis penerapan protokol kesehatan yang telah dilakukan orang tua kepada anak selama masa pandemi covid-19. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden dan penerapan protokol kesehatan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 266 orang tua yang memiliki anak sekolah dasar di wilayah kecamatan kota Kendal dengan teknik penggambilan sampel <em>Purposive sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median umur anak adalah 9 tahun dengan umur termuda 6 tahun dan umur tertua 12 tahun, mayoritas anak berjenis kelamin perempuan sebanyak 144 orang (54,1 %), pendidikan terkahir orangtua adalah Perguruan Tinggi sebanyak 124 orang (46,6 %) dan sebagian besar pekerjaan orangtua adalah swasta sebanyak 127 (47,7 %), mayoritas orang tua telah menerapkan protokol kesehatan kepada anak sebanyak 261 (98,1%). Diharapkan penerapan cuci tangan dengan air mengalir, tidak hanya menggunakan handsanitizer terutama ketika tangan tampak kotor dan berminyak, namun dilakukan dengan menggunakan air mengalir dan sabun.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/343 ANALISIS FAKTOR RISIKO KEMATIAN AKIBAT INFEKSI COVID-19 2021-10-25T07:07:43+00:00 Moch. Didik Nugraha mochdidiknugr2aha12@gmail.com <p>Lima negara dengan kematian tertinggi akibat Covid-19 hingga 31 Juli 2021 sebanyak 196.995.824 orang telah terinfeksi dengan angka kematian mencapai 4.203.926 orang, dimana negara Amerika menduduki urutan pertama dengan jumlah kasus sebesar 35.003.890 dan angka kematian kurang lebih mencapai 612.876 jiwa. Sedangkan negara Indonesia sebagai salah satu negara yang juga terkena wabah ini mencatat sebanyak 3.372.374 yang telah terkonfirmasi dan sebanyak 92.311 orang mengalami kematian akibat Covid-19. Identifikasi faktor risiko kematian akibat penyakit ini akan membantu membuat keputusan yang tepat dan dengan demikian mengendalikan dan meminimalkan kematian akibat pandemi ini. Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah untuk menganalisis penyebab kematian akibat Virus Corona Diseases (Covid-19). Tujuan – Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah untuk menganalisis penyebab kematian akibat Corona Virus Diseases (Covid-19). Desain/metodologi/pendekatan – Tinjauan sistematis dilakukan pada database online Proquest, SCOPUS, dan Science Direct dengan 3 kata kunci berikut "faktor risiko" DAN "mortalitas" DAN "Covid-19" kemudian disaring berdasarkan publikasi khusus pada tahun 2020, dalam bahasa Inggris, teks lengkap, dan jurnal pilihan berdasarkan judul dan abstrak. Hasil – Ada beberapa faktor risiko kematian pada pasien terinfeksi Covid-19. Faktor risiko tersebut perlu dilakukan pengkajian dini dalam menangani pasien Covid-19 untuk meminimalkan risiko kematian akibat covid 19. Diantaranya adalah faktor karakteristik (usia dan jenis kelamin), faktor penyakit kronis (komorbiditas), faktor gizi (obesitas). ) dan faktor hasil laboratorium darah. Faktor yang dapat dikendalikan oleh perawat adalah pengendalian faktor IMT dengan menghitung kebutuhan intake dan output pasien. Kesimpulan – Faktor risiko tersebut perlu dilakukan saat pengkajian awal dalam penanganan pasien Covid 19 untuk meminimalisir risiko kematian akibat Covid 19.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/327 KESEHATAN MENTAL PADA PENYINTAS COVID-19 2021-10-25T07:18:45+00:00 Nur Wulan nurwulan1994@gmail.com Budi Anna Keliat budianketlau@yahoo.com <p>Pandemi COVID-19 memberikan dampak bukan hanya pada yang terkonfirmasi, namun juga pada mereka yang dinyatakan sembuh. Penyintas COVID-19 rentan untuk mengalami masalah kesehatan mental. Pemahaman tentang masalah dan tantangan yang dihadapi para penyintas COVID-19 perlu dilakukan untuk menentukkan kebijakan yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan mental yang dihadapi oleh penyintas COVID-19. Kajian ini menggunakan desain studi literatur melalui Proquest, Science Direct, Scopus dan Google scholar dengan kata kunci COVID-19, survivor and mental health dari tahun 2019-2021. Kecemasan, depresi, PTSD bahkan bunuh diri menjadi masalah kesehatan yang dapat ditemukan pada penyintas COVID-19. Guna mengatasi hal tersebut perlu adanya layanan konsultasi yang efektif untuk mendukung penyintas COVID-19 yang dipulangkan, seperti penjelasan gejala fisik atau implikasi medis dari hasil tes ulang.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/344 HUBUNGAN STATUS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BADUTA 2021-11-12T02:40:51+00:00 Dian Saraswati diansaraswati@unsil.ac.id Rian Arie Gustaman rianadegusu65@yahoo.com Yusri Afifatul Hoeriyah yusriaf87@yahoo.com <p><em>Stunting</em> merupakan kondisi pendek pada balita berdasarkan hasil pengukuran TB/U dengan nilai z-score &lt; -2 SD. Masalah ini disebabkan langsung oleh faktor asupan makan dan secara tidak langsung didukung oleh faktor pola asuh yang tidak baik serta kondisi ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status ketahanan pangan rumah tangga dan pola asuh terhadap kejadian <em>stunting</em> pada baduta. Penelitian ini menggunakan desain studi <em>case control</em> pada populasi di Kelurahan Karanganyar dengan total sampel sebanyak 60 dimana masing-masing kelompok kasus dan kontrol berjumlah 30 sampel. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah kuesioner <em>United States Household Food Security Survey Module</em> (US-HFSSM) untuk mengukur status ketahanan pangan rumah tangga dan kuesioner pola asuh (IMD, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan riwayat pemberian MP-ASI). Teknik <em>sampling</em> yang digunakan adalah <em>total sampling</em> untuk kelompok kasus dan <em>purposive sampling</em> untuk kelompok kontrol. Sebagian besar responden dengan baduta <em>stunting</em> (93,8%) dan tidak <em>stunting</em> (63,3%) berada pada kategori rawan pangan. Sebanyak 46,7% baduta <em>stunting</em> memiliki pola asuh kurang dan 86,7% baduta tidak <em>stunting</em> memiliki pola asuh baik. Hasil uji bivariat dengan uji <em>chi-square</em> menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara status ketahanan pangan rumah tangga (p=0,012) dan pola asuh (p=0,011) terhadap kejadian <em>stunting</em> pada baduta. Terdapat hubungan yang signifikan antara status ketahanan pangan rumah tangga dan pola asuh terhadap kejadian <em>stunting</em> pada baduta. Upaya promotif dan preventif mengenai pola asuh serta pemenuhan gizi seimbang pada periode emas anak perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka <em>stunting</em> dan mencegah kondisi tersebut terjadi pada baduta.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021