IDENTIFIKASI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA KUKU ANAK

Authors

  • Sri Idayani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali
  • Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali

DOI:

https://doi.org/10.34305/jikbh.v13i1.401

Keywords:

Kuku, Cacing Soil Transmitted Helminths (STH), Anak

Abstract

Salah satu penyakit yang paling umum tersebar dan sering menjangkiti banyak manusia diseluruh dunia adalah kecacingan. Cacing secara umum tidak selalu menyebabkan penyakit berbahaya tetapi bisa mengakibatkan masalah kesehatan kronis yang ada keterkaitannya dengan faktor ekonomis. Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan cacing golongan nematoda usus yang menginfeksi manusia yang menelan telurnya melalui rute fekal oral. Dampak kecacingan dapat menimbulkan kerugian terhadap kebutuhan gizi karena berkurangnya kalori dan protein serta kehilangan darah. Selain itu, bisa menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktivitas kerja serta menurunkan ketahanan tubuh. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 17 anak usia 6-12 tahun. Identifikasi telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku anak usia 6-12 tahun menggunakan metode apung (flotation method). Penelitian ini memberikan hasil bahwa semua sampel kuku anak usia 6-12 tahun tidak ditemukan adanya telur Soil Transmitted Helminths (STH).  Sebagian besar anak usia 6-12 tahun sudah memiliki personal hygiene baik dan cukup. Hasil tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang meliputi  kebiasaan memotong kuku, mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan setelah makan serta bermain dan menggunakan alas kaki. Berdasarkan hasil identifikasi telur cacing pada seluruh sampel kuku anak usia 6-12 tahun diperoleh hasil negatif tidak ditemukan adanya telur Soil Transmitted Helminths (STH).

Published

2022-06-09

How to Cite

Idayani, S., & Putri, N. L. N. D. D. . (2022). IDENTIFIKASI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA KUKU ANAK. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 13(01), 1–9. https://doi.org/10.34305/jikbh.v13i1.401
Abstract viewed = 138 times