KEPATUHAN MENGKONSUMSI ZAT BESI DAN KUALITAS KUNJUNGAN ANTENATAL CARE TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI KUNINGAN, INDONESIA

  • Fitri Kurnia Rahim Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Keywords: Zat besi, antenatal care (ANC), bayi berat lahir rendah (BBLR)

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) salah satu faktor resiko pada kematian dan kesakitan. Indonesia memiliki prevalensi kejadian BBLR sebanyak 10.2 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR dan mengkaji faktor tersebut.

Jenis penelitian menggunakan desain kasus kontrol. Selain itu, penelitian ini didukung dengan data kualitatif menggunakan kombinasi (mix method) model concurrent-embedded. Sampel dalam penelitian yaitu total sampling sebanyak 27 orang dengan ratio 1:1. Sehingga jumlah sampel sebanyak 54 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan panduan wawancara. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat (uji chi-squre) dan analisis data kualitatif. 

Hasil penelitian menunjukan 54,2 % responden yang memiliki kadar karbon monoksida kategori berbahaya mengalami kejadian BBLR.  Tidak ada hubunan signifikan antara kadar karbon monoksida pada ibu dengan kejadian BBLR. Responden yang terpapar asap rokok bukan hanya dirumah namun ditempat lainnya juga. Kunjungan antenatal care (ANC) pada ibu masih kurang dalam aspek kualitasnya karena kegiatan konseling kurang maksimal dan masih adanya kendala dalam kepatuhan asupan tablet tambah darah pada ibu ketika hamil.

Published
2020-06-29
How to Cite
Rahim, F. (2020). KEPATUHAN MENGKONSUMSI ZAT BESI DAN KUALITAS KUNJUNGAN ANTENATAL CARE TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI KUNINGAN, INDONESIA. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 11(1), 83-94. https://doi.org/10.34305/jikbh.v11i1.155