DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN DI KABUPATEN KUNINGAN

  • Fitri Kurnia Rahim Stikes Kuningan Garawangi
  • Rusisska Rusisska Stikes Kuningan Garawangi

Abstract

Diseluruh dunia, sekitar 162 juta balita mengalami kejadian stunting Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui bagaimana hubungan determinan sosial kesehatan dengan kejadian stunting.

Penelitian dilakukan di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian menggunakan desain kasus kontrol. Populasi penelitian adalah balita yang berumur 24-59 bulan di wilayah Kabupaten Kuningan. Adapun besar sampel dalam penelitian yaitu sebanyak 94 orang dengan ratio 1:1. Sehingga jumlah sampel sebanyak 188 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan alat ukur tinggi badan microtoise. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat (uji chi-squre) dan logistik berganda sederhana.

Hasil penelitian menunjukan sebagian besar anak stunting memiliki ibu dengan latar belakang pendidikanya < SMP. Anak balita yang memiliki ibu dengan latar belakang pendidikan < SMP 2,74 kali berisiko mengalami kejadian stunting dibandingkan anak yang memiliki ibu dengan latar belakang pendidikan > SMP. Latar belakang pendidikan ibu merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Latar belakang pendidikan ibu merupakan prediktor yang signifikan dengan kejadian stunting. Perlu adanya peningkatan upaya promosi kesehatan tentang gizi anak serta kesehatan kehamilan pada ibu balita. Pembentukan komunitas literasi kesehatan pada masyarakat perempuan perlu ditingkatkan.

Published
2019-12-10
How to Cite
Rahim, F., & Rusisska, R. (2019). DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN DI KABUPATEN KUNINGAN. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 10(2), 95-100. https://doi.org/10.34305/jikbh.v10i2.103