PENGARUH USIA TERHADAP HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KECEMASAN KETIKA MENJALANI TERAPI HEMODIALISA BAGI PARA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI KABUPATEN KUNINGAN JAWABARAT

  • Aditiya Puspanegara Stikes Kuningan Garawangi

Abstract

Para penderita Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa secara rutin, rata-rata sudah memahahami bahwa penyakit yang dideritanya bersifat ireversibel (ginjalnya tidak akan berfungsi seperti seperti dulu lagi), dan hal tersebut akan menimbulkan kecemasan pada pasien. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan analisis untuk mengetahu faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kecemasan pasien penderika GGK yang menjalani terapi hemodialisa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional, alat statistic yang digunakan dalam penelitan ini adalah Chi-Square Complex. Sampel didalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di rumah sakit yang berada di Kabupaten Kuningan Jawabarat yang berjumlah 89 pasien. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah mekanisme koping, dan usia sebagai variabel  confounding. Berdasarkan hasil penelitian ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien penderita Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang menjalani terapi hemodialisa (0,000). Ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien pada usia kategori dewasa akhir (0,005), dan juga ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien pada usia kategori dewasa akhir (0,002). Menurut pendapat peneliti variabel  usia berhubungan dengan lamanya pasien berobat (menjalani terapi), pasien yang sudah berobat dalam jangka waktu lama, lebih bisa mengatasi kecemasanya dibandingkan pasien yang baru menjalani pengobatan. Perawat perlu memperhatikan (menganalisis) dampak fisiologis akibat terapi hemodialisa, edukasi berkesinambungan terhadap pasien dan keluarga pasien dengan mengunakan berbagai media, perlunya penerapan berbagai macam tehnik relaksasi terutama dengan menggunakan pendekatan spiritual agar kecemasan pasien dapat berkurang.

References

Brunner, L. S., Smeltzer, S. C. O., & Suddarth, D. S. (2010). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing; Vol. 1. Language, 27, 1114-2240p.
Cukor, D., Coplan, J., Brown, C., Friedman, S., Newville, H., Safier, M., … Kimmel, P. L. (2008). Anxiety Disorders in Adults Treated by Hemodialysis: A Single-Center Study. American Journal of Kidney Diseases, 52(1), 128–136. https://doi.org/10.1053/j.ajkd.2008.02.300
Dewaele, J.-M. (2007). The effect of multilingualism, sociobiographical, and situational factors on communicative anxiety and foreign language anxiety of mature language learners. International Journal of Bilingualism, 11(4), 391–409.
Fay, S. D., & Istichomah, I. (2017). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Pada Pasien Ckd (Chronic Kidney Disease) Yang Menjalani Hemodialisa Di RS Condong Catur YOGYAKARTA. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 8(1).
Hrp, S. A. J., Yustina, I., & Ardinata, D. (2015). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN. Idea Nursing Journal, 6(3), 1–9.
INFODATIN. (2017). Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Kristiana, F. (2011). Waspadalah 24 Penyebab Ginjal Rusak. Jakarta: Penerbit Cerdas Sehat.
Luana, N. A., Panggabean, S., Lengkong, J. V. M., & Christine, I. (2012). Kecemasan pada penderita penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS Universitas Kristen Indonesia. Media Medika Indonesiana, 46(3), 151–156.
Lutfa, U., & Maliya, A. (2008). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien dalam tindakan kemoterapi di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta.
MacIntyre, P. D., Baker, S. C., Clément, R., & Donovan, L. A. (2002). Sex and age effects on willingness to communicate, anxiety, perceived competence, and L2 motivation among junior high school French immersion students. Language Learning, 52(3), 537–564.
Moulton, A. (2008). Chronic kidney disease: The diagnosis of a``unique’’chronic disease. Cannt Journal, 18(1), 34.
Patimah, I., Suryani, S., & Nuraeni, A. (2015). Pengaruh Relaksasi Dzikir terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 3(1).
Pearce, E. C. (2016). Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. PT Gramedia Pustaka Utama.
RISKESDAS. (2013). Riset Kesehatan Daerah. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.
Romani, N. K., Hendarsih, S., & Asmarani, F. L. (2015). Hubungan mekanisme koping individu dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis di unit hemodialisa RSUP dr. Soeradji tirtonegoro klaten.(2012). Retrieved 18 June.
Sadock, B., & Sadock, V. (2011). Kaplan and Sadock’s synopsis of psychiatry: Behavioral sciences/clinical psychiatry.
Sands, J. J., Jabyac, P. A., Miranda, C. L., & Kapsick, B. J. (1999). Intervention based on monthly monitoring decreases hemodialysis access thrombosis. ASAIO Journal, 45(3), 147–150.
Santoso, B. (2009). Hubungan Antara Karakteristik Demografi dengan Kecemasan Pasien Pra Operasi Di Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen tahun 2008. Jurnal.
Sastroasmoro, S., & Ismael, S. (2014). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Sagung Seto.
Suratinoyo, I., Rottie, J., & Masi, G. (2016). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Diruangan Cvbc (Cardio Vaskuler Brain Centre) Lantai III Di Rsup. Prof. Dr. RD Kandou Manado. JURNAL KEPERAWATAN, 4(1).
Theofilou, P. A. (2012). Sexual functioning in chronic kidney disease: the association with depression and anxiety. Hemodialysis International, 16(1), 76–81.
Tokala, B. F., Kandou, L. F. J., & Dundu, A. E. (2015). Hubungan Antara Lamanya Menjalani Hemodialisis Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Dengan Penyakit Ginjal Kronik Di Rsup Prof. Dr. RD Kandou Manado. E-CliniC, 3(1).
Published
2019-12-11
How to Cite
Puspanegara, A. (2019). PENGARUH USIA TERHADAP HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KECEMASAN KETIKA MENJALANI TERAPI HEMODIALISA BAGI PARA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI KABUPATEN KUNINGAN JAWABARAT. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 10(2), 135-142. https://doi.org/10.34305/jikbh.v10i2.102