https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/issue/feed National Nursing Conference 2021-07-16T02:04:24+00:00 Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com Open Journal Systems <p>Gangguan kesehatan mental emosional menjadi fokus kesehatan global karena berkaitan dengan kualitas penerus generasi bangsa. Kesehatan mental berperan penting dalam mempersiapkan tumbuh kembang anak, karena di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam&nbsp;<em>JAMA Pediatrics&nbsp;</em>memperkirakan, sebanyak 16,5 persen anak di Amerika Serikat mengalami gangguan kesehatan mental. Kecemasan, depresi, bullying, kecanduan gagdet, ADHD, merupakan masalah kesehatan anak yang paling sering terjadi. Hal ini tentunya perlu diatasi segera, sebelum menjadi masalah yang lebih serius.</p> <p>Bagaimana peran tenaga kesehatan, orang tua dan sekolah terhadap optimalisasi kesehatan jiwa pada anak dan remaja, akan kita dapatkan dari paparan dari Prof. Dr. Budi Ana Keliat, M.App.Sc sebagai Guru Besar di bidang keperawatan jiwa Universitas Indonesia</p> <p>Kita juga akan belajar mengenai pencegahan dan penanganan depresi pada anak dan remaja di unit pelayanan jiwa anak dan remaja rumah sakit jiwa Indonesia dari sumbernya dr. Lahargo Kembaren, Sp. Kj yang merupakan dokter di Rumah Sakit Marzuki Mahdi Bogor.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kami berharap semua peserta dapat memenuhi harapan mereka dan menimba ilmu dengan baik dari para pakar dengan dibuktikan penelitian-penelitian yang dipersentasikan.</p> <p>Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada ketua sekolah tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan dan Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan, yang telah mendukung terlaksananya seminar ini. Selain itu, seminar ini tidak akan berjalan lancar tanpa kerja keras panitia, saya bangga kepada semuanya. Akhir kata terima kasih untuk semuanya untuk keberhasilan seminar ini.</p> https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/107 HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN 2021-07-13T09:46:48+00:00 Ai Nurasiah 41nurasiah@gmail.com Ridha Amalia Sholihati kuridit@yahoo.com <p>Kenaikan berat badan ibu hamil rata-rata 20% dari berat badan ideal sebelum hamil, tergantung dari tinggi badan dan berat badanya sebelum kehamilan. Kenaikan berat badan disebabkan karena adanya pertumbuhan janin, plasenta&nbsp; dan air ketuban. Kenaikan berat badan salah satunya disebabkan karena pola makan. Pola makan yang salah dapat menyebabkan gangguan gizi pada ibu hamil. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Garawangi dari 9 ibu hamil didapatkan 5 orang mengalami kenaikan kurang&nbsp; dan 4 orang mengalami kenaikan normal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kenaikan berat badan ibu hamil di Puskesmas Garawangi Kabupaten Kuningan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan rancangan <em>retrospektif.</em> Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II dan III, Teknik sampel yang digunakan <em>accidental sampling</em> yaitu ibu hamil trimester II dan III pada bulan agustus tahun 2019 berjumlah 30 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat dengan&nbsp; menggunakan <em>Rank spearman. </em>Hasil analisis univariat sebagian besar ibu hamil trimester II dan III memiliki pola makan yang kurang baik yaitu sebesar 50% dan dan sebagian besar ibu hamil mengalami kenaikan berat badan normal yaitu sebesar 46,7%. Hasil analisis bivariat didapatkan nilai <em>p value</em> 0, 000 dan nilai r 0,773. Dengan demikian terdapat hubungan antara pola makan dengan kenaikan berat badan pada ibu hamil. Diharapkan Ibu hamil dapat mengatur pola makan dengan menu gizi seimbang dan menu yang bervariasi serta tidak mengkonsumsi makanan cepat saji dan menghindari kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak terutama pada trimester ke II dan III.</p> 2020-02-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/108 HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP DI RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:48+00:00 Lita Carvilanov kuridit@yahoo.com Aria Pranatha kuridit@yahoo.com Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com <p>Perilaku pemimpin akan tercermin dari gaya kepemimpinannya yang muncul pada saat memimpin bawahannya. Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif demi tercapainya tujuan dari organisasi. Rendahnya manajemen mutu pelayanan menjadi permasalahan terhadap mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD 45 Kuningan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD 45 Kuningan.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah dengan rancangan <em>Cross Sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat instalasi rawat inap di RSUD 45 Kuningan yang berjumlah 113 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>Proportionate Stratified Random Sampling</em> sehingga diperoleh 88 perawat. Pengambilan data ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara <em>univariat</em> dengan menggunakan distribusi frekuensi dan <em>bivariat</em> dengan menggunakan <em>chi square</em> dengan standar penelitian (0,05).</p> <p>Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa gambaran gaya kepemimpinan Kepala Ruang di ruang rawat inap yaitu sebanyak 79 responden (89,8%), dan memiliki mutu pelayanan keperawatan tinggi yaitu sebanyak 47 responden (53,4%). Hasil analisis <em>Chi Square </em>menunjukkan Tidak ada Hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan&nbsp; (<em>p value</em> = 0,385).</p> <p>Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Tahun 2019.&nbsp; Dengan penelitian ini disarankan kepala ruangan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang otoriter, agar dapat terus meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.</p> 2020-02-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/109 HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH IBU DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH DI PAUD BUDI ASIH TALAGA MAJALENGKA 2021-07-13T09:46:47+00:00 Anggit Kartikasari kuridit@yahoo.com Indrayani Indrayani kuridit@yahoo.com Fanny Gustiani Safitri Al kuridit@yahoo.com <p><em>World Health Organization</em> (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2015 5-25% anak prasekolah menderita disfungsi otak minor, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Masa prasekolah merupakan masa kritis terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu pola asuh orang tua. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pola asuh ibu dengan pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah di PAUD Budi Asih Talaga Majalengka tahun 2019.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan rancangan <em>cross sectional </em>dengan menggunakan data primer, jumlah sampel sebanyak 42 responden, teknik pengambilan sampel <em>total sampling </em>yaitu seluruh ibu yang mempunyai anak yang sedang sekolah di PAUD Budi Asih Talaga Majalengka, analisa data menggunakan <em>rank spearman</em>.</p> <p>Hasil analisis univariat sebagian besar ibu menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 69%, pertumbuhan anak dengan gizi baik sebanyak 83,3% dan perkembangan anak normal sebanyak 90,5%. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara pola asuh ibu dengan pertumbuhan anak prasekolah dengan nilai p =0,000 dan perkembangan anak prasekolah dengan nilai p =0,002.</p> <p>Kesimpulan hasil penelitian pola asuh orang tua berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah. Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuannya dalam mengasuh anak, disamping memberikan stimulasi untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak berhasil sesuai dengan harapan.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/110 HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN STRES KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DALAM MELAKUKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON 2021-07-13T09:46:46+00:00 Idah Faridah kuridit@yahoo.com Aria Pranatha kuridit@yahoo.com Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com <p>Profesi kesehatan pemberi pelayanan kesehatan di rumah sakit yang paling rentan mengalami <em>burnout </em>adalah perawat. Faktor individu dan faktor lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya <em>Burnout</em>. Faktor individu salah satunya adalah <em>self efficacy </em>sedang faktor lingkungan disebabkan stres kerja Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan <em>Self Efficacy </em>dan stress kerja dengan <em>Burnout </em>pada perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Cirebon.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan rancangan <em>cross sectional</em> yang menggunakan 70 orang sampel perawat dan yang termasuk ke kriteria inklusi sebanyak 58 orang sampel dengan teknik <em>Total Sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>Maslach Burnout Inventory, Self Efficacy</em> dan stres kerja.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan 55,2% responden memiliki <em>self efficacy</em> sedang, 70,7% responden mengalami stres kerja ringan, 81% responden mengalami <em>burnout</em> sedang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan <em>Spearman Rank</em> diperoleh dengan p = 0,278 dan p=0,120 (p &gt; 0,05), hal ini menunjukkan tidak ada hubungan yang kuat antara <em>self-efficacy</em> dan stres kerja dengan <em>burnout</em>.</p> <p>Dari hasil penelitian ini diharapkan para perawat mampu menghindari dan memanajemen stress agar tidak terjadi <em>Burnout</em> serta tetap menunjukkan profesionalitasnya dalam menjalankan tugas. Implikasi utuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan faktor individu, faktor lingkungan, faktor organisasi yang dapat mempengaruhi <em>burnout</em>. Rumah sakit dapat melakukan kegiatan untuk meningkatkan <em>self efficacy</em> perawat melalui pelatihan kompetensi, menurunkan stres kerja dan <em>burnout</em> melalui kegiatan <em>refreshing</em>, dan rotasi kerja. </p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/111 STUDI EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF PENYAKIT DIARE DI PUSKESMAS SUNYARAGI KOTA CIREBON 2021-07-13T09:46:45+00:00 Cinthya Apri Hapsari kuridit@yahoo.com Cecep Heriana kuridit@yahoo.com <p>&nbsp;</p> <p>Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak kurang dari 5 tahun dan menjadi penyakit endemis yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Angka kesakitan akibat diare di Indonesia pada tahun 2019 pada semua umur sebesar 270 per 1.000 penduduk dan pada balita sebesar 843 per 1000 penduduk, sedangkan di Kota Cirebon kejadian Diare pada tahun 2018 sebanyak 789 kasus termasuk di Kecamatan Sunyaragi. Belum diketahui dilakukan analisis Epidemiologi Deskriptif penyakit Diare di Kota Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon.</p> <p>Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif dengan pendekatan epidemiologi deskriptif dengan variabel distribusi berdasarkan waktu, tempat dan orang.&nbsp; Jenis data sekunder yang diambil dari laporan Puskesmas Sunyaragi periode Januari sampai dengan Oktober 2019. Analisis data deskriptif berdasarkan waktu menggunakan grafik time series, tempat menggunakan peta dan distribusi orang (umur, jenis kelamin) menggunakan grafik Histogram. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan waktu paling tinggi terjadi pada bulan januari (42 kasus) dan paling rendah terjadi pada bulan September, berdasarkan tempat yaitu yang paling tinggi terjadi di RW 02 (65 kasus) dan paling rendah terjadi di RW 11 (2 kasus), berdasarkan karakteristik umur yaitu sebagian besar terjadi pada kelompok umur 15-44 tahun (92 kasus) dan terendah pada kelompok umur 0-12 bulan (10 kasus), berdasarkan jenis kelamin sebagian besar terjadi pada perempuan (51%). Simpulan : kejadian diare cenderung menurun dari Januari ke Oktober, tersebar di semua wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi, sebagian besar pada usia dewasa dan perempuan. Saran bagi Puskesmas Sunyaragi perlu kewaspadaan akan terjadi KLB Diare pada akhir tahun dan awal tahun.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/112 ANALISIS FAKTOR PREDISPOSISI DENGAN KEJADIAN PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSUD 45 KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:44+00:00 Vica Novalia kuridit@yahoo.com Cecep Heriana kuridit@yahoo.com Moch Didik Nugraha kuridit@yahoo.com <p>Gangguan jiwa menjadi masalah serius baik secara global maupun nasional,&nbsp; regional bahkan pada tingkat lokal. Gangguan jiwa di Kabupaten Kuningan terus meningkat setiap tahunnya, termasuk yang melakukan perawatan di Rumah Sakit, 40% diantaranya pasien dengan perilaku kekerasan. Pasien yang dirawat dirumah sakit dengan diagnosa yang sama mempunyai faktor predisposisi yang berbeda beda, faktor predisposisi yang berbeda ini merupakan informasi yang penting untuk dijadikan dasar pedoman asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Faktor Predisposisi dengan Kejadian Perilaku Kekerasan pada Pasien Gangguan Jiwa di RSUD 45 Kabupaten Kuningan&nbsp; Tahun 2019.</p> <p>Jenis Penelitian analitik observasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian seluruh pasien jiwa dari bulan januari - maret sebanyak 68 orang. Sampel penelitian ini adalah seluruh Pasien jiwa di RSUD 45 Kabupaten Kuningan yaitu sebanyak 68 responden dan diambil dengan Teknik total sampling Data dari pasien dan di konfirmasi ke keluarganya diperoleh melalui kuesioner, data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji <em>chi square</em>.</p> <p>Analisis Bivariat faktor biologis ρ value = 0,002, faktor psikologis <em>ρ value</em> = 0,004, faktor sosial budaya <em>ρ value</em> = 0,003. Kesimpulan : terdapat&nbsp; hubungan faktor biologis, faktor psikologis dan faktor sosial budaya terhadap perilaku kekerasan pasien gangguan jiwa di RSUD 45&nbsp; Kabupaten Kuningan tahun 2019. Saran Bagi pasien serta keluarga diharapkan menjalankan setiap instruksi yang diberikan oleh perawat atau tim medis selama menjalani perawatan. Keluarga sebaiknya memberikan dukungan secara tepat selama perawatan di rumah sehingga mengurangi adanya kekambuhan pada waktu yang akan datang</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/113 PENGARUH PENGGUNAAN DIAPERS TERHADAP KEBERHASILAN TOILET TRAINING BERDASARKAN KARAKTERISTIK IBU DI KECAMATAN KADUGEDE KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:44+00:00 Evi Soviyati kuridit@yahoo.com Eka Novika Dewi kuridit@yahoo.com <p>Mengajarkan <em>toilet</em> training seringkali mengkhawatirkan, bahkan menakutkan bagi para orang tua. Sehingga&nbsp; penggunaan <em>diapers</em> menjadi pilihan yang paling aman dan praktis bagi para orangtua khususnya yang memiliki anak bawah lima tahun (BALITA). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan <em>Dipaers</em> terhadap keberhasilan<em> Toilet Training</em> berdasarkan karakteristik ibu di Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun 2019.</p> <p>Penelitian dilakukan di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian menggunakan rancangan penelitian observasional. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak bawah tiga tahun (BATITA) di Kecamatan Kadugede. Adapun besar sampel menggunakan <em>Proportional Stratified Random Sampling, </em>dan diperoleh hasil 189 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner Analisis data dilakukan melalui <em>analisis univariat</em> dan <em>bivariat </em>(<em>uji chi-squre</em>)</p> <p>Hasil penelitian, terdapat pengaruh dari&nbsp; ketiga karakteristik penelitian yang diteliti yaitu&nbsp; penggunaan <em>diapers</em> terhadap keberhasilan <em>toilet training</em> berdasarkan pendidikan dengan nilai p-<em>Value </em>sebesar 0,01&lt;0,05, berdasarkan paritas -<em>Value </em>sebesar 0,000 &lt; 0,05 dan berdasarkan pekerjaan ibu p-<em>Value</em> sebesar 0,001&lt; 0,05. Perlu adanya KIE tentang penggunaan diapers yang tepat sehingga sedini mungkin ibu mengajarkan <em>toilet training</em> pada anak-anaknya</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/114 HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA KEBIDANAN TINGKAT I DI STIKES KUNINGAN TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:43+00:00 Fera Riswidautami Herwandar kuridit@yahoo.com Russiska Russiska kuridit@yahoo.com Intan Maharani Fakhrudin kuridit@yahoo.com <p>Permasalahan kesehatan pada remaja yang menduduki persentasi terbesar dibanding yang lainnya adalah gangguan menstruasi. Gangguan pada siklus menstruasi (durasi perdarahan yang lebih lama dan ketidakteraturan siklus) disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya ialah stres. Stres diketahui sebagai faktor-faktor penyebab (etiologi) terjadinya gangguan siklus menstruasi. Stres akan memicu pelepasan <em>hormon</em> <em>kortisol</em> dimana <em>hormon</em> <em>kortisol</em> ini dijadikan tolak ukur untuk melihat derajat stres seseorang. <em>Hormon</em> <em>kortisol</em> diatur oleh <em>hipotalamus</em> otak dan <em>kelenjar</em> <em>pituitari</em>, dengan dimulainya aktivitas <em>hipotalamus</em>, <em>hipofisis</em> mengeluarkan <em>FSH</em> dan proses stimulus <em>ovarium</em> akan menghasilkan <em>estrogen</em>. Penelitian yang dilakukan oleh Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dibawah naungan <em>World Health Organization </em>(WHO) menyebutkan bahwa permasalahan remaja di Indonesia adalah seputar permasalahan yang mengenai gangguan menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat I di STIKES Kuningan tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>Cross Sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan tingkat I di STIKES Kuningan tahun 2019 sebanyak 41 responden. Analisis yang digunakan <em>analisis</em> <em>univariat</em> dan <em>bivariat</em> dengan menggunakan uji <em>Rank Spearman</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat I di STIKES Kuningan, dari 41 responden terdapat 18 (44%) responden yang mengalami stres sedang, pada siklus menstruasi yang tidak teratur terdapat 25 (61%) responden. Hasil uji <em>rank spearman</em>,&nbsp; yakni p <em>value</em> = 0,01 (&lt;0,05) yang ada hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat I di STIKES Kuningan tahun 2019. Bagi institusi Pendidikan khususnya Program Studi Diploma III Kebidanan diharapkan dapat membuat sebuah program edukasi mengenai manajemen stres pada remaja yang bisa dilakukan secara rutin di luar jadwal perkuliahan.&nbsp;&nbsp;</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/115 PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI DUSUN CIOOK KECAMATAN DARMA TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:42+00:00 Azay Zayinul Waddin kuridit@yahoo.com Novia Oktaviani kuridit@yahoo.com Heri Hermansyah kuridit@yahoo.com <p>Penurunan kognitif dan demensia merupakan masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh lansia yang berdampak pada hilangnya kemampuan untuk mempertahankan fungsi sosial dan kehidupan mandiri. Beragam pencegahan untuk menghambat penurunan kognitif pada lansia pun telah banyak dilakukan mulai dari terapi farmakologi dengan menggunakan obat-obatan sampai terapi non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dipercaya dapat meningkatkan/mempertahankan kemampuan kognitif lansia adalah senam otak atau yang lebih dikenal dengan sebutan <em>brain gym</em>. Senam otak dipercaya dapat membantu mengoptimalkan segala fungsi dari sistem saraf pusat yang ada di otak manusia termasuk di dalamnya adalah optimalisasi fungsi kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh dari pemberian intervensi non farmakologis yaitu berupa senam otak terhadap fungsi kognitif lansia di Dusun Ciook Kecamatan Darma.</p> <p>Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain <em>one group pre-post test </em>tanpa kelompok kontrol dengan jumlah sampel 30 orang lansia yang ditentukan dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling </em>berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Secara keseluruhan 30 orang lansia yang menjadi sampel diberikan intervensi berupa senam otak selama 10-15 menit setiap 2 kali seminggu selama 1 bulan. Pengukuran fungsi kognitif dengan menggunakan <em>Mini Mental State Examination</em> (MMSE), dilakukan 2 kali yaitu pada awal sebelum pemberian intervensi dan yang kedua pada tahap akhir pemberian intervensi. Setelah masa pemberian intervensi berakhir dan pengumpulan data terakhir telah selesai, selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan menggunakan <em>paired T-test</em>.</p> <p>Berdasarkan hasil uji perbandingan fungsi kognitif lansia di Dusun Ciook Kecamatan Darma tahun 2019 sebelum dan sesudah melakukan terapi senam otak menunjukkan skor rata-rata 17,76 (fungsi kognitif menurun) pada <em>pretest</em>, dan 23,17 (fungsi kognitif baik) pada <em>posttest </em>dengan p value 0,000.</p> <p>Terapi senam otak telah terbukti secara statistik memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat disosialisasikan dan diaplikasikan sebagai terapi non farmakologi dalam mencegah kemunduran fungsi kognitif akibat proses penuaan.&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/116 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BAGI KESEHATAN MENTAL ANAK REMAJA 2021-07-13T09:46:41+00:00 Heri Hermansyah kuridit@yahoo.com <p>Media sosial pada era sekarang ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kehidupan sehari-hari dari hampir semua orang. Lenhart, Smith, Anderson, Duggan, dan Perrin pada tahun 2015 telah mengidentifikasi bahwa kelompok usia 13-17 tahun merupakan pengguna berat media sosial, dengan 87% memiliki akses ke komputer, dan 58% ke perangkat tablet/smartphone. Media sosial telah menjadi ruang dimana kita membentuk dan membangun hubungan, membentuk identitas diri, mengekspresikan diri, dan belajar tentang dunia di sekitar kita. Namun perlu diingat kembali bahwa seperti halnya teknologi pada umumnya, penggunaan media sosial tentunya memiliki pengaruh baik dan buruk pada berbagai aspek kehidupan penggunanya, terutama pada segi kesehatan mental pengguna. Mengingat pengguna media sosial sebagian besar adalah anak remaja dan pada usia tersebut merupakan fase yang sangat penting bagi perkembangan emosional dan psikososial mereka, maka kami membuat ulasan ini dengan tujuan&nbsp; untuk meninjau dan menganalisis secara sistematis artikel-artikel ilmiah mengenai pengaruh penggunaan media sosial bagi kesehatan mental anak remaja untuk dijadikan sebagai sumber bagi masyarakat pada umumnya untuk memahami lebih dalam terkait dampak negatif dari penggunaan media sosial.</p> <p>Ulasan ini merupakan sebuah kajian sistematis artikel penelitian-penelitian ilmiah yang terkait dengan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental anak remaja yang didapatkan melalui pencarian database dari PubMed, PsycINFO, dan SSCI secara sistematis pada bulan Desember 2019 dengan menetapkan beberapa kriteria inklusi yaitu dari segi partisipan, paparan, outcome dan tahun publikasi.</p> <p>Terdapat 9 jurnal penelitian yang memenuhi syarat untuk ditinjau dan kemudian dianalisis dengan temuan yakni adanya pengaruh negatif terhadap kesehatan mental akibat penggunaan media sosial yang kurang tepat di kalangan anak remaja yaitu berupa ansietas, depresi, gangguan tidur, gangguan body image, cyber bullying, bahkan bunuh diri. Anak remaja, kesehatan mental, ansietas, depresi, gangguan tidur, body image, cyberbullying, bunuh diri.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/117 TERAPI KOGNITIF : SELF HELP GROUP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA 2021-07-13T09:46:40+00:00 Khusana Rahma kuridit@yahoo.com <p>Kanker payudara adalah kejadian kanker tertinggi kedua di dunia. Kanker payudara menimbulkan&nbsp; masalah meliputi kelelahan gangguan tidur, nyeri, mual dan muntah,menopause dini, penurunan fungsi imunitas dan gangguan fungsi kognitif. Intervensi terapi kognitif&nbsp; yang digunakan untuk mengelola stres dan mekanisme koping. menganalisis pengaruh terapi kognitif : Self Help Group pada pasien kanker payudara. Quasy Experiment dengan pretest-posttest with control group design. Sampel jumlah 50 responden. Analisis data menggunakan <em>Wilcoxon</em> dan Mann- <em>Withney. </em>Terapi Kognitif : <em>Self Help Group </em>diberikan selama 30 menit selama 3 hari pada kelompok intervensi. hasil penelitian berdasarkan bivariat adalah&nbsp; terapi kognitif : <em>self help group</em> berpengaruh terhadap stress ( <em>p-value</em> 0,000) dan mekanisme koping (<em>p-value</em> 0,000) pada pasien kanker payudara. Ada pengaruh terapi kognitif : <em>Self Help Group</em> pada Pasien Kanker Payudara.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/118 HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA DI DESA GARAWANGI KUNINGAN 2021-07-13T09:46:39+00:00 Lia Mulyati kuridit@yahoo.com Andi Sutandi kuridit@yahoo.com <p>Fenomena <em>game online</em> menjadi trend masa kini. Dan Indonesia, pengguna <em>game onlinenya</em> 50% sudah tergolong pecandu. Kecanduan <em>game online</em> dapat membuat pemain beresiko mengalami gangguan mental seperti depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan <em>game online</em> dengan tingkat depresi pada remaja di tempat <em>game online</em> Desa Garawangi.</p> <p>Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik dengan rancangan <em>cross sectional</em> dengan responden penelitian berjumlah 71 orang yang sudah memenuhi kriteria yang sudah ditentukan yang diambil secara <em>accidental sampling</em>. Data penelitian diolah dan dianalisis menggunakan uji <em>Rank Spearman</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 orang (26,7%) yang tidak mengalami kecanduan <em>game online, </em>8 orang (42,1%) tidak mengalami depresi. Sedangkan responden yang mengalami kecanduan <em>game online </em>dari 52 orang (73,2%), sebagian besar mengalami depresi berat yaitu 27 orang (51.9%). Hasil analisis bivariate di dapatkan nilai p&nbsp; 0,028 dengan r 0.261 .</p> <p>Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kecanduan <em>game online</em> dengan tingkat depresi pada remaja. Penanganan yang tepat yaitu dengan melibatkan orang tua, guru, perawat komunitas, serta penjaga warnet <em>game online</em> untuk memperhatikan anak bermain serta membatasi melakukan permainan yang berlebihan serta dapat mengalihkan dengan kegiatan yang lebih penting dan positif&nbsp; lainnya.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/119 PENGALAMAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KUNINGAN : STUDI FENOMENOLOGI 2021-07-13T09:46:39+00:00 Nia Hayati kuridit@yahoo.com Lia Mulyati kuridit@yahoo.com Neneng Arya kuridit@yahoo.com <p>Angka kejadian Kekerasan dalam rumah tangga terus meningkat, dari tahun ke tahun Komnas Perempuan mencatat mengalami peningkatan yang signifikan, peningkatan tersebut belum dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya, karena kejadian KDRT merupakan fenomena gunung es, masih banyak korban KDRT yang tidak melaporkan.</p> <p>Penelitian ini merupakan studi fenomenologi yang mengeksplorasi pengalaman perempuan korban KDRT. Jumlah partisipan 5 orang. Pengambilan sampel dengan <em>snowball</em>. Proses memperoleh partisipan berdasarkan data dari Polres Kuningan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengalaman perempuan korban KDRT.</p> <p>Hasil penelitian diperoleh data bahwa : (1) Jenis KDRT yang dialami sebagian besar partisipan berupa kekerasan fisik,&nbsp; 3 orang mengalami kekerasan psikis, 2 orang mengalami kekerasan ekonomi, dan 1 orang mengalami kekerasan seksual. (2) Faktor penyebab terjadi KDRT faktor ekonomi dan budaya patriarki&nbsp; (3) Dampak yang terjadi terhadap perempuan berupa; memar, patah, dan sampai rahimnya turun. Dampak pada anak berupa; perubahan sikap, agresif dan (4) upaya yang dilakukan berupa; melawan, diam, pasrah, lapor ke polisi, dan bercerai.</p> <p>Simpulan perempuan yang mengalami KDRT sebagian besar jenis kekerasan yang di alami tidak tunggal tidak hanya kekerasan fisik yang diterima namun disertai kekerasan emosional maupun kekerasan secara finansial. Saran untuk mengurangi kejadian KDRT dapat dilakukan dengan memperbaiki pola komunikasi pasangan. Komunikasi merupakan hal mendasar dalam kehidupan berkeluarga. Komunikasi yang baik bisa menjalin hubungan yang baik pula antara suami dan istri, sebaliknya komunikasi yang tidak baik bisa menjadi penyebab terjadinya KDRT. Selain itu perlu dibina mengenai hak-hak perempuan tentang persamaan jender, diantaranya dalam segi ekonomi dan tanggung jawab.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/120 HUBUNGAN INTERNET ADDICTION DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 BANDUNG 2021-07-13T09:46:38+00:00 Lia Nurlianawati kuridit@yahoo.com Diyawati Kuspianitah kuridit@yahoo.com Inggrid Dirgahayu kuridit@yahoo.com <p>Remaja dengan segala karakteristik dan tugas perkembangannya tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin canggih,&nbsp; remaja memanfaatkan fasilitas internet dengan berbagai macam kebutuhan termasuk kebutuhan bersosialisasi. Kebiasaan yang sering menghabiskan banyak waktu dengan berkomunikasi melalui media, sehingga waktu yang mereka gunakan untuk berkomunikasi secara langsung akan berkurang, selain itu juga dapat mengakibatkan kecanduan terhadap internet. Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa (54,68%) dari total jumlah penduduk di Indonesia, pulau jawa mendominasi (58,08%), dan kebanyakan pengguna internet adalah remaja usia 13-18 tahun (75.50%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara <em>internet addiction </em>dengan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 8 Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan <em>cross sectional.</em> Populasi sebanyak 873 siswa dengan sampel dalam penelitian ini yaitu 90 siswa SMA Negeri 8 Bandung, Hasil Analisa univariat menunjukan hampir seluruh dari siswa (86.7%) mengalami <em>internet addiction</em> dan sebagian besar siswa memiliki interaksi sosial yang kurang baik (62.2%). Hasil penelitian didapatkan nilai <em>p-value = </em>0.000 sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara <em>internet addiction </em>dengan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 8 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pihak sekolah mengadakan kebijakan mengenai pembatasan penggunaan internet hanya untuk kegiatan pembelajaran ketika berada di lingkungan sekolah.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/121 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK PENYANDANG THALASEMIA MAYOR DI RSUD KABUPATEN SUMEDANG 2021-07-13T09:46:37+00:00 Lilis Lusiani kuridit@yahoo.com <p>Thalasemia mayor merupakan penyakit kronis terbanyak pada anak di Indonesia. Anak penyandang thalasemia mayor memerlukan transfusi darah dan pengobatan yang terus menerus agar dapat mempertahankan pertumbuhan yang normal. Akibat penyakit dan pengobatan yang terus menerus menimbulkan dampak terhadap anak,&nbsp; baik secara fisik, psikologis maupun sosial yang berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Kualitas hidup anak penyandang thalasemia mayor dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya dengan kualitas hidup penyandang thalasemia mayor usia sekolah di RSUD Kabupaten Sumedang.</p> <p>Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi pada penelitian ini adalah penyandang thalasemia usia sekolah. Sampel penelitian berjumlah 55 orang yang diambil dengan teknik <em>total sampling</em>. Pengumpulan data kualitas hidup anak menggunakan instrumen <em>PedsQL</em> <em>generic core scale. </em>Faktor-faktor yang diteliti adalah dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan Uji Korelasi <em>Pearson</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan rerata kualitas hidup penyandang thalasemia mayor usia sekolah sebesar 66,54<u>+</u>12,85. Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas hidup dengan dukungan keluarga (p=0,004, α=0,05) dan dukungan teman sebaya (p=0,000,α=0,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa faktor dukungan keluarga dan dukungan teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup anak penyandang thalasemia mayor usia sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut implikasi keperawatan yang dapat diterapkan adalah dengan mengoptimalkan dukungan keluarga dan teman sebaya.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/122 ANALISIS PERILAKU HYGIENE MENSTRUASI MELALUI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) PADA SISWI SMP DI JAKARTA UTARA 2021-07-13T09:46:36+00:00 Luqman Effendi kuridit@yahoo.com Nurul Khotimah kuridit@yahoo.com <p>Keluhan pada organ reproduksi yang sering terjadi adalah <em>Pruritus vulvae </em>yaitu ditandai dengan adanya sensasi gatal parah dari alat kelamin perempuan. <em>Pruritus vulvae </em>disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus yang muncul 44% karena buruknya <em>Personal Hygiene</em> dan <em>Hygiene Menstruasi.</em> Penelitian Tahun 2015 di 4 wilayah di Indonesia yaitu di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur, Papua, dan Sulawesi Selatan terkait kebersihan saat menstruasi menemukan 67% remaja di kota dan 41% remaja di desa masih adanya perilaku negatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku <em>h</em><em>y</em><em>giene menstruasi</em> melalui <em>Health Belief Model</em> (HBM).</p> <p>Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif&nbsp; dengan menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em> dengan sampel sebanyak 101 siswi SMPN 244 di Jakarta Utara, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan <em>chi square</em>.</p> <p>Perilaku <em>H</em><em>y</em><em>giene Menstruasi</em> baik baru dilakukan 55,4% responden. Perilaku <em>H</em><em>y</em><em>giene Menstruasi</em> berhubungan secara signifikan dengan pengetahuan (OR=5,1), <em>perceived threat</em> (OR=3,9) dan <em>perceived benefit</em> (OR=3,3) dengan P Value &lt; 0.005.</p> <p><em>Health Belief Model</em> (HBM) bisa dipertimbangkan sebagai suatu pendekatan dalam upaya memperbaiki perilaku hygiene menstruasi pada remaja. Peningkatan pengetahuan direkomendasikan dengan menekankan pada ancaman penyakit yang berkaitan dengan perilaku hygiene menstruasi dan manfaat-manfaat yang langsung dirasakan oleh remaja berkenaan dengan perilaku higiene menstruasi.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/123 FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DBD PADA BALITA DI KABUPATEN KUNINGAN 2021-07-13T09:46:35+00:00 Didin Hardian kuridit@yahoo.com Nanang Saprudin kuridit@yahoo.com Neneng Aria Nengsih kuridit@yahoo.com <p>Demam berdarah <em>dengue</em> merupakan penyakit musiman yang memiliki insidensi tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Kejadian demam berdarah <em>dengue</em> hampir bisa ditemukan di semua wilayah di Indonesia. Wilayah kerja Puskesmas Kuningan&nbsp; merupakan wilayah dengan kejadian demam berdarah <em>dengue</em> tertinggi di Kabupaten Kuningan yang tercatat pada tahun 2018. Faktor perilaku dan lingkungan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah <em>dengue</em>. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD pada balita di Kelurahan Cijoho Wilayah Kerja Puskesmas Kuningan. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desain penelitian <em>cross</em> <em>sectional</em>. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki balita dengan sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>proportionate</em> <em>stratified</em> <em>random</em> <em>sampling</em>. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan kuisioner. Uji bivariat yang digunakan yaitu uji <em>chi</em> <em>square</em> dengan p <em>value</em> 0,05. Hasil penelitian menunjukan sebesar 57 % balita mengalami DBD. Hasil penelitian menunjukan sebesar 84% kepadatan rumah kurang baik dan 44 % keberadaan <em>breeding</em> <em>place</em> baik. Hasil penelitian diperoleh perilaku menutup dan menguras Tempat Penampungan Air sebesar 55 % baik. Perilaku menggantung pakaian sebesar 58 % baik serta perilaku pengelolaan barang bekas sebesar 56 % kurang baik. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan faktor lingkungan seperti kepadatan rumah (p <em>value</em> = 0,003) dan keberadaan <em>breeding</em> <em>place</em> (p <em>value</em> = 0,02). Hasil uji statistik juga menunjukan bahwa semua faktor perilaku seperti praktik menutup TPA (p <em>value</em> =0,011), menguras TPA (p <em>value</em> = 0,003),pengelolaan barang bekas (p <em>value</em> = 0,002) dan kebiasaan menggantung pakaian (p <em>value</em> = 0,021) ada hubungan dengan kejadian DBD. Simpulan penelitian ini ada hubungan faktor lingkungan dan perilaku dengan kejadian DBD pada balita. Saran bagi orang tua agar sering membersihkan semak di luar rumah serta rutin melakukan pengurasan dan menutup tempat penampungan air.&nbsp; Begitu pula orang tua perlu membiasakan diri tidak menggantung pakaian sembarangan serta membiasakan pengelolaan barang bekas dengan cara mengubur atau membuang barang bekas ke tempat sampah.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/124 PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER DENGAN MUSIK POP TERHADAP KUALITAS TIDUR ANAK YANG MENJALANI HOSPITALISASI 2021-07-13T09:46:34+00:00 Khayatun Nukha kuridit@yahoo.com Neneng Aria Nengsih kuridit@yahoo.com Nanang Saprudin kuridit@yahoo.com <p>Gelisah, nyeri, jenuh dan susah tidur merupakan fenomena yang biasa terjadi ketika anak menjalani hospitalisasi. Gangguan tidur jika tidak diatasi dengan baik akan berdampak buruk terhadap status kesehatan serta tumbuh kembang anak dimasa yang akan datang. <em>Adjuvant</em> dari pemberian aromaterapi lavender dan terapi musik pop anak penting diberikan untuk memperbaiki kualitas tidur anak. Mengetahui perbedaan efektivitas aromaterapi lavender dengan terapi musik pop anak terhadap kualitas tidur anak yang menjalani hospitalisasi di Rumah sakit Ciremai Cirebon. Menggunakan <em>quasi</em> <em>experiment</em>, dengan rancangan <em>Static</em> <em>Group</em> <em>Comparison</em>, <em>Pre</em>-<em>test</em> <em>and</em> <em>Post-test</em> <em>Group</em>. Populasi penelitiannya adalah anak usia sekolah yang menjalani hospitalisasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Purposive</em> <em>sampling</em> terhadap 30 responden. Instrumen yang digunakan minyak <em>esensial</em> aromaterapi lavender, <em>diffuser</em>, <em>Mp3</em> <em>player</em>, <em>headphone</em>, <em>stopwatch</em>, dan kuesioner kualitas tidur. Analisis statistik univariat dengan distribusi frekuensi sedangkan bivariat menggunakan uji <em>wilcoxon</em> <em>Signed</em> <em>Test</em> dan <em>independent</em> <em>sample</em> <em>t</em> <em>test</em>. Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan intervensi antara kedua kelompok dan nilai rerata pada kelompok aromaterapi lavender sebelum dilakukan intervensi 5,40 dan sesudah 12,60. Sedangkan kelompok terapi musik pop anak sebelum diberikan intervensi 5,27 dan sesudah 13,00. Hasil uji <em>Wilcoxon</em> <em>Signed</em> <em>Test</em> kualitas tidur pada aromaterapi lavender dan musik pop anak masing-masing didapatkan nilai p <em>value</em> = 0,001&lt;0,05. Sedangkan hasil uji <em>independent</em> <em>sample</em> t <em>test</em> diperoleh p <em>value</em> 0,606&gt;0,05, artinya tidak terdapat perbedaan efektifitas antara kedua kelompok intervensi tersebut. Tindakan pemberian aromaterapi lavender dengan terapi musik pop anak sama-sama efektif dalam meningkatkan kualitas tidur anak. Perlu adanya SOP rumah sakit khususnya di ruang anak mengenai prosedur manajemen pemenuhan istirahat pada anak saat menjalani hospitalisasi sebagai <em>adjuvant</em> dari <em>atraumatic</em> <em>care</em> yang di pasang dan disosialisasikan kepada perawat anak.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/125 PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER DAN MUSIK SHOLAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA KALA 1 FASE LATEN DI RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:33+00:00 Ira Andriyani kuridit@yahoo.com Rany Muliany Sudirman kuridit@yahoo.com Vina Fuji Lastari kuridit@yahoo.com <p>Kecemasan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap jalannya persalinan dan dapat menyebabkan pembukaan serviks kurang lancar. Salah satu intervensi non-farmakologi yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian aromaterapi lavender dan musik sholawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender dan musik sholawat terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida kala I fase laten di RSUD 45 Kuningan Tahun 2019.</p> <p>Jenis penelitian ini menggunakan <em>Quasy Eksperimen </em>dengan <em>One Group Pretest Posttest design.</em> Populasi dalam penelitian ini yaitu 20 ibu bersalin dengan jumlah sampel 15 responden dan teknik pengambilan sampel ini adalah <em>Accidental Sampling, </em>menggunakan uji <em>Paired T-Test</em>. Instrumen yang digunakan untuk menilai kecemasan adalah <em>Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).</em></p> <p>Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (80%) sebelum diberikan terapi dengan rata-rata 24,47 dan setelah diberikan terapi hampir seluruh responden mengalami kecemasan sedang (93,3%) dengan rata-rata 20,33. Hasil analisis bivariat menunjukkan p <em>value</em> 0,00.</p> <p>Simpulan terdapat pengaruh aromaterapi lavender dan musik sholawat terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida kala 1 fase laten di RSUD 45 Kuningan tahun 2019. Aromaterapi lavender dan musik shalawat bisa menjadi salah satu terapi alternatif untuk membantu ibu bersalin dalam mengalihkan kecemasan pada masa persalinan.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/126 HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN KINERJA PUSKESMAS RAWAT INAP DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 2021-07-13T09:46:32+00:00 Raynal Aldy Gunawan kuridit@yahoo.com Aria Pranatha kuridit@yahoo.com Asep Supyan Ramadhy kuridit@yahoo.com <p>Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif demi tercapainya tujuan dari organisasi. Ketersediaan sumber daya manusia menjadi permasalahan terhadap kinerja Puskesmas rawat inap yang ada di Kabupaten Kuningan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan kepala Puskesmas dengan kinerja Puskesmas rawat inap di Kabupaten Kuningan.</p> <p>Rancangan penelitian ini adalah <em>Cross</em> <em>Sectional</em>. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 130 orang dengan teknik pengambilan sampel secara <em>Proportionate</em> <em>Stratified</em> <em>Random</em> <em>Sampling</em>. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan <em>chi</em> <em>square</em> dengan standar signifikan (0,05).</p> <p>Hasil analisis univariat menunjukan bahwa gambaran gaya kepemimpinan Kepala Puskesmas rawat inap yaitu gaya kepemimpinan demokratis sebanyak 105 responden (80,8%), kemudian kinerja Puskesmas yaitu kategori sedang sebanyak 66 responden (50,8%), sedangkan cakupan pelayanan yaitu kategori kurang sebanyak 80 responden (61,5%), dan manajemen pelayanan yaitu kategori baik sebanyak 117 responden (90,0%) serta mutu pelayanan yaitu kategori baik sebanyak 60 responden (46,2%). Hasil analisis&nbsp; <em>Chi</em> <em>Square</em> menunjukkan terdapat Hubungan antara gaya kepemimpinan kepala Puskesmas dengan Kinerja Puskesmas dengan (p <em>value</em> = 0,000), kemudian cakupan pelayanan dengan (p <em>value</em> = 0,000), sedangkan mutu pelayanan dengan (p <em>value</em> = 0,000) dan tidak terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan Kepala Puskesmas dengan manajemen&nbsp; pelayanan Puskesmas dengan (p <em>value</em> = 0,179).</p> <p>Hasil penelitian disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan kepala puskesmas rawat inap di kabupaten Kuningan adalah gaya kepemimpinan demokratis. Sedangkan untuk kinerja Puskesmas kategori sedang, kemudian cakupan pelayanan kategori kurang, serta manajemen pelayanan dan mutu pelayanan Puskesmas dalam kategori baik. Dengan hasil penelitian ini disarankan untuk kepala Puskesmas menerapkan gaya kepemimpinan yang otoriter, karena dalam melakukan pelayanan kesehatan pegawai/karyawan dituntut untuk lebih optimal dalam memberikan pelayanan. Karena sangatlah berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Sehingga para pemimpin mendesak para bawahannya agar lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/127 EFEKTIVITAS MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD LINGGAJATI TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:31+00:00 Roheman Roheman kuridit@yahoo.com <p>Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional pribadi yang tidak menyenangkan, yang diekspresikan secara berbeda pada masing-masing individu. Tindakan medis yang sering menimbulkan nyeri adalah pembedahan termasuk operasi <em>Sectio</em> <em>Caesarea</em>. Pasien post operasi <em>Sectio</em> <em>Caesarea</em> memerlukan perawatan yang maksimal untuk mempercepat pengembalian fungsi tubuh, dengan pemberian intervensi mobilisasi dini. Latihan mobilisasi dini dapat meningkatkan sirkulasi darah yang akan memicu penurunan nyeri. Penelitian ini termasuk jenis penelitian <em>Quasi</em> <em>Eksperimen</em> dengan menggunakan 2 kelompok (eksperimen dan kontrol). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien post operasi <em>Sectio</em> <em>Caesarea</em> di RSUD Linggajati dan diambil sampel 30 orang dengan teknik <em>Accidental</em> <em>Sampling</em>. Uji analisa data menggunakan uji anova. Didapatkan hasil pada hari I secara bermakna skala nyeri kelompok mobilisasi dini 24 jam (kelompok eksperimen) lebih tinggi daripada kelompok mobilisasi dini 48 jam (kelompok kontrol) dengan nilai p <em>value</em> = 0.040, namun pada hari II dan III terjadi kebalikannya, yaitu secara bermakna skala nyeri kelompok mobilisasi dini 24 jam (kelompok eksperimen) lebih rendah daripada kelompok mobilisasi dini 48 jam (kelompok kontrol) dengan nilai p <em>value</em> = 0.000. Mobilisasi dini 24 jam (kelompok eksperimen) pada hari II dan III lebih efektif dibandingkan dengan mobilisasi dini 48 jam (kelompok kontrol). Untuk itu pelaksanaan mobilisasi dini 24 jam dapat dilakukan pada pasien post operasi <em>Sectio</em> <em>Caesarea</em> agar nyeri berkurang dan pasien merasa nyaman serta mengurangi angka LOS (<em>length</em> <em>of</em> <em>stay</em>) perawatan di rumah sakit.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/128 HUBUNGAN PERAN KADER KESEHATAN DENGAN STATUS BEBAS JENTIK NYAMUK DI DESA SINDANG JAYA KECAMATAN KERSANA KABUPATEN BREBES TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:30+00:00 Endra Gunawan kuridit@yahoo.com Ronny Suhada Firmansyah kuridit@yahoo.com Moch Didik Nugraha kuridit@yahoo.com <p>Desa Sindang Jaya Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes merupakan salah satu kelurahan endemis DBD pada tahun 2018 masih cukup tinggi mencapai 2.9 %, disertai dengan masih rendahnya cakupan angka bebas jentik (ABJ) yang dicapai hanya 87.9 % Mengingat wilayah tersebut merupakan daerah endemis dan KLB DBD, maka peran kader dan puskesmas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD di wilayah tersebut sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran kader kesehatan dengan status bebas jentik nyamuk di Desa Sindang Jaya Kabupaten Brebes.</p> <p>&nbsp;Penelitian menggunakan deskriptif korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah warga yang ada di lingkungan Desa Sindang Jaya sebanyak 100 responden. Teknik analisis data dari penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat (<em>chi square</em>).</p> <p>Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan peran kader kesehatan dengan status bebas jentik nyamuk di Desa Sindang Jaya Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Tahun 2019 dengan ρ <em>value </em>= 0,004 (ρ&lt;0,05). Peran kader kesehatan di Desa Sindang Jaya Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Tahun 2019, berada pada kategori sedang berjumlah 49 orang (49%). Status bebas jentik nyamuk di Desa Sindang Jaya Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes 2019, berada pada kategori status bebas jentik nyamuk berjumlah 71 orang (71%).</p> <p>Penelitian ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi tenaga kesehatan bahwa dengan pemberdayaan yang optimal kepada masyarakat terutama peran kader kesehatan menjadi pendukung terwujudnya lingkungan masyarakat yang sehat terutama dalam pencegahan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/129 HUBUNGAN TINGKAT KESIAPAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN DEPRESI SELAMA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS CIWARU KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 2021-07-13T09:46:30+00:00 Russiska Russiska kuridit@yahoo.com Cecep Heriana kuridit@yahoo.com Maryana Maryana kuridit@yahoo.com <p>Saat Kehamilan, perubahan hormon bisa mempengaruhi kimia otak yang berhubungan dengan depresi dan kecemasan pada ibu hamil. Depresi saat kehamilan merupakan gangguan <em>mood</em> sama dengan gangguan klinis. Depresi pada kehamilan disebabkan banyak hal, mulai dari perubahan hormon, perubahan kondisi fisik sampai dengan dukungan suami pada saat hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kesiapan dan dukungan suami dengan depresi selama kehamilan pada ibu hamil di Puskesmas Ciwaru Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Metode penelitian analitik dengan rancangan <em>cross sectional</em>. Teknik sampling menggunakan <em>accidental</em> dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan tingkat kesiapan ibu hamil yang tidak siap dengan kehamilannya sebanyak 31 responden (59,6%), dan suami yang tidak mendukung sebanyak 27 responden (50,9%). Analisis menggunakan uji <em>chi-square</em> diperoleh tingkat kesiapan menunjukkan ρ-<em>value</em> = 0,009, dan dukungan suami menunjukkan ρ-<em>value</em> = 0,033. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesiapan dan dukungan suami dengan depresi selama kehamilan. Diharapkan ibu hamil memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu sebelum terjadi kehamilan, agar lebih siap pada saat hamil. Perlu adanya dukungan suami yang lebih ketika istrinya hamil karena ibu hamil sangat membutuhkan dukungan emosional serta dukungan fisik seperti penilaian, informasi dan finansial terutama pada saat masa kehamilan.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/130 HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP KLIEN KANKER PAYUDARA DI YAYASAN PRIANGAN CANCER CARE 2021-07-13T09:46:29+00:00 R. Siti Jundiah kuridit@yahoo.com Devi Widyaningsih kuridit@yahoo.com Sumbara Sumbara kuridit@yahoo.com <p>Kanker payudara akan berdampak pada fisik, psikologis, hubungan sosial, maupun lingkungan klien. Dampak tersebut &nbsp;mempengaruhi kualitas hidup klien kanker payudara&nbsp; sehingga membutuhkan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup &nbsp;klien kanker payudara di Yayasan Priangan <em>Cancer Care</em>. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 65 klien kanker payudara. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan sosial dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (66,2%) klien kanker payudara mendapatkan dukungan sosial dan sebagian besar (69,2%) klien kanker payudara memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup klien kanker payudara di Yayasan Priangan <em>Cancer Care</em> (0.000&lt; 0.05). Berdasarkan penelitian ini, diharapkan Yayasan Priangan <em>Cancer Care</em> dapat meningkatkan dukungan kepada klien kanker &nbsp;dengan memperbanyak program yang melibatkan keikutsertaan keluarga untuk memperkuat &nbsp;<em>support system</em> yang utama bagi klien sehingga&nbsp; kualitas hidup pada klien kanker payudara di Jawa Barat meningkat.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/131 STUDI EPIDEMIOLOGI PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DAN KESEHATAN REPRODUKSI : ANALISIS DATA PROFIL KESEHATAN DESA CIBERUNG KECAMATAN SELAJAMBE KAB. KUNINGAN 2021-07-13T09:46:28+00:00 Siti Nunung Nurjannah kuridit@yahoo.com Cecep Heriana kuridit@yahoo.com <p>Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Reproduksi menjadi fokus pembangunan kesehatan terutama terkait dengan 1000 hari pertama kelahiran (HPK) yang menjadi fokus pemerintah dalam pencegahan <em>stunting</em>. Data KIA-KR di Kecamatan Selajambe sudah tersedia berdasarkan hasil Survei Dasar Kesehatan Masyarakat (SDKM) tahun 2019 dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu Desa Ciberung. Belum dilakukan analisis dan kajian terhadap hasil SDKM bidang KIA-KR di Desa Ciberung.</p> <p>Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan epidemiologi deskriptif dengan variabel distribusi berdasarkan tempat persalinan, waktu pemeriksaan ANC, karakteristik orang yaitu usia ibu, bayi baru lahir, ASI eksklusif, MP ASI dan penggunaan alat kontrasepsi. Jenis data sekunder yang diambil dari Profil Kesehatan Desa Ciberung tahun 2019. Analisis data deskriptif menggunakan persentase yang disajikan dalam diagram pie dan histogram.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan waktu pemeriksaan ANC yaitu 85,83% rutin, tempat persalinan sebagian 26,77% di Puskesmas, 60,63% usia 21-35 tahun, 88,98% waktu kehamilan &gt;9 bulan, 90% Berat Bayi Lahir &gt;2500 gr, 81% ASI eksklusif, dari yang tidak ASI eksklusif diberikan makanan tambahan 58% dengan susu formula dan 62,24% wanita menikah usia 15-54 tahun mengikuti program KB.</p> <p>Aspek pelayanan KIA-KR berdasarkan studi epidemiologi deskriptif menunjukan capaian yang baik. Saran bagi Puskesmas Selajambe dan Desa Ciberung perlu meningkatkan kualitas program melalui kerjasama dengan berbagai pihak.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/132 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA/I DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 12 CIAMIS, TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:27+00:00 Suherman Jaksa kuridit@yahoo.com Indah Nur Ismaniar kuridit@yahoo.com <p>Data Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Tahun 2017 mengenai penyakit yang disebabkan rendahnya PHBS menunjukkan bahwa sebanyak 30.501 kasus diare, 47 kasus DBD dan 6.598 kasus pneumonia terjadi dalam satu tahun tersebut. Hasil survei pendahuluan, pelaksanaan PHBS oleh siswa/i di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 12 Ciamis belum optimal dikarenakan masih terdapat indikator PHBS yang belum dilaksanakan, kemudian tidak berjalannya kegiatan UKS dan tidak tersedia dengan lengkap sarana prasarana seperti sabun cuci tangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa/i di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 12 Ciamis, Jawa Barat Tahun 2019. Desain penelitian adalah cross sectional dan sampel sebanyak 66 siswa/i kelas IV, V, dan VI. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em> dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dengan nilai OR 6,89 (p-value = 0,001), pengaruh teman sebaya dengan nilai OR 4,12 (<em>p-value</em> = 0,009), umur&nbsp; dengan OR 1,12 (<em>p-value</em> = 1,000), jenis kelamin nilai OR 2,16 (p-value = 0,110), pengetahuan 1,93 (<em>p-value</em> = 0,234), sikap OR 1,99 (<em>p-value</em> = 0,212), dan sarana prasarana OR 1,11 (<em>p-value</em> = 0,245). Ada hubungan antara peran guru dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, sedangkan tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pihak sekolah perlu menyediakan sabun cuci tangan, larangan merokok, kantin sehat, dan poster kesehatan untuk penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/133 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PREHOSPITAL PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUD KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 2021-07-13T09:46:27+00:00 Pipik Taufik kuridit@yahoo.com Yana Hendriana kuridit@yahoo.com <p>Kegawatdaruratan pasien SKA membutuhkan penatalaksanaan yang cepat, tepat dan efisien. Jumlah pengidap penyakit jantung di Provinsi Jawa Barat sebanyak 160.812 orang, (Kemenkes, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan prehospital pada pasien SKA di RSUD Kabupaten Kuningan.</p> <p>Jenis penelitian merupakan analitik dengan desain <em>cross</em> <em>sectional</em>. Populasi adalah seluruh pasien dengan SKA di RSUD Kabupaten Kuningan. Berdasarkan teknik <em>accidental</em> <em>sampling</em>, jumlah responden 32 pasien. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat dengan metode <em>Chi</em> <em>Square</em>.</p> <p>Analisis univariat didapatkan sebagian besar responden sebesar 56,2% memiliki perilaku penanganan gejala dilakukan secara non medis, sebesar 43,8% memiliki pengetahuan cukup, sebesar 84,4% mempersepsikan bukan sakit jantung, sebesar 75% menggunakan kendaraan pribadi, sebesar 62,5% berjarak jauh ke rumah sakit dan sebesar 68,8% terlambat tiba di rumah sakit. Analisis bivariate didapatkan hasil terdapat hubungan antara penanganan gejala awal (p = 0,008), tingkat pengetahuan (p = 0,002), persepsi nyeri kardiak (p=0,001), jarak ke rumah sakit (p=0,002) dengan keterlambatan prehospital. Sementara jenis kendaraan tidak berhubungan (p=0,681).</p> <p>Disarankan perawat memberikan pendidikan kesehatan terkait perilaku pencarian pelayanan kesehatan agar perilaku pasien SKA tidak menunda, tidak membeli obat dan mengobati diri sendiri atau ke pengobatan tradisional.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/135 EFEKTIFITAS KONSELING VCT TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIV DI PUSKESMAS KECIPIR KABUPATEN BREBES 2019 2021-07-13T09:46:24+00:00 Ratna Panji Astuti kuridit@yahoo.com Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com Moch Didik Nugraha kuridit@yahoo.com <p>Konseling VCT&nbsp; merupakan komponen penting pada layanan Tes HIV, konseling dilaksanakan bagi klien baik sebelum tes, sesudah tes dan selama perawatan HIV. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui efektifitas konseling VCT dalam meningkatkan pengetahuan Pasien HIV di Puskesmas Kecipir Kabupaten Brebes yang diharapkan dengan pengetahuan yang benar, kedepan berdampak terjadi perubahan perilaku pasien HIV terhadap pencegahan dan penularan HIV ke arah yang lebih baik.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Desain penelitian ini adalah Menggunakan Quasi-Experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest design yaitu rancangan pada satu kelompok eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu dengan memberi beri tes awal (pretes) dan melakukan post tes.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan analisa Univariat menggambarkan tingkat pengetahuan pasien hiv di puskesmas kecipir skor pengetahuan sebelum diberikan perlakuan intervensi memiliki range 19, standar deviasi 6,918, variance 47,857 dan skor pengetahuan sesudah diberikan perlakuan intervensi memiliki range 10, mean 25,83, standar deviasi 3,374, variance 11,385. Analisis Shapiro-Wilk dapat diketahui data penelitian yang meliputi skor pengetahuan sebelum dan setelah konseling dinyatakan tidak normal (0,000 &lt; 0,05). Berdasarkan hasil uji normalitas maka uji komparasi menggunakan uji Wilcoxon dikarenakan syarat uji paired sample t test tidak terpenuhi (data harus normal) dengan didapatkan P value&nbsp; 0,000 pada uji komparasi Wilcoxon yang berarti H0 ditolak, kesimpulanya ada perbedaan yang signifikan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan konseling (0,000 &lt; 0,005).</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/134 HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT KUNINGAN MEDICAL CENTER 2021-07-13T09:46:26+00:00 Nina Karlina kuridit@yahoo.com Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com Moch Didik Nugraha kuridit@yahoo.com <p>Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif&nbsp; dei tercapainya tujuan dari organisasi. Gaya kepemimpinan suatu seni dan proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lan agar mereka memiliki motivasi untuk mencpai tujuan yang hendak di capai dalam situasi tertentu. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan motivasi kerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit kuningan medical center.</p> <p>Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Populasi penelitian ini adalah perawat pelaksana di Rumah Sakit Medical Center sebanyak 57 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan koefisien korelasi rank spearman.</p> <p>Analisis univariat menunjukan bahwa sebagian besar perawat berpendapat tiga tipe gaya kepemimpinan kepala ruangan model demokratis sebanyak 51 responden (89,5%) dan memiliki motivasi sedang sebanyak 20 responden (39,2%). Analisis bivariat dengan nilai kolerasi rank spearman sebesar ρ = 0,284, yang berarti tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan motivasi kerja.</p> <p>Hasil penelitian disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis, motivasi kerja tinggi, manajemen rumah sakit baik. Dengan penelitian ini disarankan kepala ruangan memenuhi faktor-faktor pendukung motivasi kerja perawat untuk mempertahankan ataupun meningkatkan motivasi kerja perawat serta kepala ruangan mampu meningkatkan gaya kepemimpinan demokratis yang sesuai dengan prosedur pelayanan sehingga mampu mendorong perawat melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan dengan baik.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/136 PENGARUH INSTRUMENTAL THERAPY MUSIC TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN POST OPERASI MAYOR DI RUANG BOUGENVILLE RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 20019 2021-07-13T09:46:23+00:00 Widiya Septiani kuridit@yahoo.com Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com Yana Hendriana kuridit@yahoo.com <p>Operasi merupakan tindakan invasif dengan membuka bagian tubuh untuk perbaikan. Pada pasien yang telah menjalani tindakan pembedahan membutuhkan istirahat lebih banyak dalam proses penyembuhan penyakitnya dibandingkan orang yang sehat. Setiap penyakit yang menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan fisik dapat menyebabkan kualitas tidur buruk. Terapi musik instrumental dapat memberikan rasa tenang dan nyaman sehingga membantu untuk memudahkan tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi mayor.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien post operasi mayor di Ruang Bougenville RSUD 45 Kuningan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah 30 responden. Analisa data digunakan dengan uji paired sampel t test.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa sesudah diberikan terapi musik instrumental terdapat rata-rata skor kualitas tidur dari skor 14,37 menjadi 4,87&nbsp;&nbsp; dimana skor ini masuk kedalam kualitas tidur&nbsp; baik. Hasil uji rerata didapatkan bahwa hasil nilai p value 0,000 &lt; 0,05, maka terdapat pengaruh antara sebelum dengan sesudah dilakukan terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi mayor di ruang Bougenville RSUD 45 Kuningan Tahun 2019.</p> <p>Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi mayor di ruang Bougenville RSUD 45 Kuningan Tahun 2019. Dianjurkan bagi responden dapat menjadikan terapi musik instrumental sebagai alternatif dalam tindakan non-farmakologis untuk&nbsp; meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih baik.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/224 PENGARUH TERAPI MEWARNAI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA 2021-01-27T09:46:36+00:00 Khusnul Aini kuridit@yahoo.com Idzni Azyyati Nadhilah kuridit@yahoo.com <p>Latar Belakang<strong>:</strong> Tunagrahita merupakan anak yang memiliki tingkat kecerdasan jauh dibawah anak normal sehingga membutuhkan pelayanan pendidikan khusus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di SLB C YPALB Perwari menunjukkan bahwa rata-rata anak tunagrahita memiliki kemampuan motorik halus yang kurang baik. Salah satu cara untuk meningkatkan motorik halus anak tunagrahita adalah dengan terapi mewarnai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi mewarnai terhadap kemampuan motorik halus anak tunagrahita di SLB C YPALB Perwari Kabupaten Kuningan Tahun 2018.</p> <p>Metode penelitian<strong>:</strong> Jenis penelitian ini <em>quasi experiment</em>dengan menggunakan rancangan <em>one group pre test- post test design</em>, rancangan ini tidak ada kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 52 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purpose sampling</em>dengan sampel 15 responden dan menggunakan instrumen SOP mewarnai dan lembar observasi tes kemampuan motorik halus anak tunagrahita. Uji statistik menggunakan uji <em>T-Test Dependent.</em></p> <p>Hasil penelitian<strong>: </strong>Hasil analisis univariat kemampuan motorik halus sebelum diberikan terapi mewarnai didapatkan nilai rata-rata 24,80 sedangkan kemampuan motorik halus setelah diberikan terapi mewarnai didapatkan nilai rata-rata 28,00. Hasil penelitian menunjukan<em>p value</em> 0,003 (p&lt;0,05).</p> <p>Simpulan: Ada pengaruh terapi mewarnai terhadap kemampuan motorik halus anak tunagrahita di SLB C YPALB Perwari Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Disarankan kegiatan mewarnai dapat diaplikasikan terhadap peningkatan motorik halus anak tunagrahita baik dirumah maupun disekolah serta kegiatan mewarnai dapat dijadikan bahan ajar untuk meningkatkan motorik halus siswa tunagrahita</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/227 PENANGANAN POST TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) PADA PENYITAS TERDAMPAK BENCANA LONGSOR DI DESA PINARA KECAMATAN CINIRU KABUPATEN KUNINGAN 2021-01-29T07:11:11+00:00 Asmadi Asmadi adit@pintarword.com <p><span class="fontstyle0">Benana yang terjadi menimbulkan kedukaan mendalam bagi masyarakat<br>terdampak, seperti halnya yang dialami oleh warga di desa Pinara Kecamatan<br>Ciniru Kabupaten Kuningan. Kedukaan yang tidak teratasi dengan baik dapat<br>menyebabkan masalah yang lebih kompleks. Atas dasar itu, maka penelitian ini<br>bertujuan untuk mengidentifikasi upaya penangnan </span><span class="fontstyle2">Post Trauma Stress Disorder<br></span><span class="fontstyle0">(PTSD) pada penyitas terdampak bencana longsor di Desa Pinara Kecamatan<br>Ciniru Kabupaten Kuningan.<br>Jenis penelitian ini yang di gunakan adalah deskriptif explorative. Sampel<br>sebanyak 101 responden secara random sampling. Pengumpulan data menggunakan<br>kuesioner. Analisis data menggunakan persentasi.<br>Hasil yang diperoleh dari gambaran upaya penaganan </span><span class="fontstyle2">Post Trauma Stress<br>Disorder </span><span class="fontstyle0">(PTSD) melalui pendekatan keagamaan yang paling banyak dilakukan<br>adalah melaksanakan sholat wajib yaitu sebesar 93,1%; pendekatan seni hiburan<br>yang paling banyak dilakukan penyitas yaitu televise atau melihat hiburan di<br>handphone yaitu sebanyak 80,1%; pendekatan diskusi atau curah pendapat yang<br>paling banyak dilakukan penyitas yaitu berdiskusi dengan keluarga yakni sebanyak<br>76,2%.<br>Diharapkan penyitas dapat mengembangkan berbagai tindakan penanganan<br>PTSD dengan difasilitasi oleh berbagai stakeholder dan professional yang terkait</span></p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/228 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB NEGERI TRAUNA MANDIRI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 2021-03-08T04:02:36+00:00 Haifa Nurfadhilah kuridit@yahoo.com Ronny Suhada kuridit@yahoo.com Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com <p>Keluarga merupakan sosok terdekat bagi anak retardasi mental untuk dapat mencapai tumbuh kembang secara maksimal dan optimal, dalam mencapai pesonal hygiene membutuhkan peran aktif keluarga maka diperlukan adanya dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan personal hygiene pada anak retardasi mental di SLB negeri taruna mandiri kabupaten kuningan. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasinya seluruh anak retardasi mental di SLB Negeri Taruna Mandiri. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total Sampling yaitu sebanyak 106 sampel. Data penelitian diambil melalui kuesioner yang sudah diuji validitas dengan nilai r=0,210. Uji korelasi menggunakan Rank Spearman. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa dukungan keluarga dengan personal hygiene pada anak retardasi mental di SLB Negeri Taruna Mandiri Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Dukungan keluarga dengan personal hygiene pada anak retardasi mental diperoleh dari 56 orang responden yang memiliki dukungan keluarga dengan kategori mendukung dengan personal hygiene nya baik (100%). Hubungan dukungan keluarga dengan personal hygiene pada anak retardasi mental diperoleh dari 50 orang responden yang memiliki dukungan keluarga dengan kategori tidak mendukung dengan personal hygiene nya baik (92%) dan personal hygiene nya cukup (8%). Hasil uji korelasi rank spearman nilai r 0,210 dan p value 0,031 &lt; 0,05. Diharapkan agar lebih meningkatkan sikap positif dalam mendidik dan menerapkan dukungan keluarga kepada anak dan pihak sekolah pendidikan dan promosi kesehatan memberikan terkait dengan dukungan keluarga dan personal hygiene.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/229 PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP RESPON NEUROPATI PADA KLIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 NON ULKUS DI DESA NUSAHERANG TAHUN 2018 2021-03-08T04:07:20+00:00 Aas Susilawati kuridit@yahoo.com Vina Fuji Lestari kuridit@yahoo.com Hendi Rohendi kuridit@yahoo.com <p>Diabetes Mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang dapat menimbulkan komplikasi neuropati perifer. Data klien diabetes mellitus tipe 2 yang tercatat di Puskesmas Nusaherang sebanyak 66 orang dan di Desa Nusaherang sebanyak 24 orang klien diabetes melitus tipe 2 non ulkus. Prevelensi terjadinya kaki diabetik di Indonesia sebesar 15%. Sekitar 45-60% semua penderita ulkus kaki diabetik murni karena neuropati. Salah satu untuk mengurangi kejadian neuropati diantaranya dengan latihan kaki. Senam kaki diabetik berguna untuk meningkatkan sensitivitas kaki karena terjadi perbaikan perfusi darah di kaki. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap respon neuropati pada klien diabetes mellitus tipe 2 non ulkus di Desa Nusaherang Tahun 2018. Jenis penelitian adalah quasy eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre-test post-test. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eklusi, dengan 10 responden. instrumen berupa alat monfilament untuk respon neuropati, SOP senam kaki. Uji Statistik menggunakan Wilcoxon signed ranks Test. Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai selisih mean 3,40 dan p value 0,004 &lt; α=0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh senam kaki kaki diabetik terhadap respon neuropati pada klien diabetes mellitus tipe2 non ulkus di Desa Nusaherang tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka disarankan kepada pasien diabetes mellitus agar menerapkan senam kaki diabetik untuk mencegah komplikasi kaki diabetik.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/230 HUBUNGAN PERILAKU VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN PRURITUS VULVAE SAAT MENSTRUASI PADA MAHASISWI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN TAHUN 2018 2021-03-08T04:10:27+00:00 Mila Puspadila kuridit@yahoo.com Aria Pranatha kuridit@yahoo.com Vina Fuji Lastari kuridit@yahoo.com <p>Rata-rata menarche atau menstruasi pertama pada perempuan usia 10-15 tahun di Indonesia adalah (20,0%) perempuan mengalami menstruasi atau haid pada usia 9 tahun. Studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 3 maret 2018 pada 7 responden mahasiswi, sebagian besar (90%) dari mereka mengalami pruritus vulva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulvae saat menstruasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan sebanyak 721 orang, dengan sampel sebanyak 257 orang. Teknik pengambilan sampel, random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Rancangan analisa data dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku vulva hygiene cukup yaitu sebanyak 107 responden (41,6%), perilaku vulva hygiene kurang 87 responden (33,9%), dan perilaku vulva hygiene baik sebanyak 63 responden (24,5%). Mahasiswi yang mengalami pruritus vulvae yaitu 156 responden (60,7%) dan mahasiswi yang tidak mengalami pruritus vulvae sebanyak 101 responden (39,3%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p = 0,000. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulvae saat menstruasi pada mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan. Hal ini perlu upaya untuk mahasiswi menjaga kebersihan genetalia dengan baik dan benar</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/231 HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP BOUGENVILLE, MAWAR DAN CEMPAKA II RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2018 2021-03-08T04:14:55+00:00 Hamka Pebriansah kuridit@yahoo.com Nanang Saprudin kuridit@yahoo.com <p>Perawat merupakan elemen penting di rumah sakit yang harus mempunyai kemampuan melaksanakan asuhan keperawatan. Dalam hal ini adalah discharge planning yang merupakan hubungan terintegrasi antara perawat, rumah sakit, pasien dan keluarga secara komprehensif. Hasil pengamatan studi pendahuluan; dari 10 perawat diwawancara, 2 perawat sudah mengetahui sebatas kulit luarnya saja, sementara 8 lainnya bahkan mengetahui jika discharge planning hanya proses pemulangan pasien saja, hal ini melatarbelakangi penulis tertarik melakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis hubunganan tentang pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di ruang Bougenville, Mawar dan Cempaka II RSUD “45” Kuningan. Hasil penelitian menunjukan 66,7% perawat mempunyai pengetahuan dengan kategori baik, 73,8% perawat dapat menerapkan discharge planning dengan baik. Hasil uji statistic dengan chi-square menunjukkan chi-square hitung nilai p value = 0,016 maka nilai p value &lt; 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap Bougenville, Mawar dan Cempaka II RSUD “45” Kuningan. Sarannya diharapkan perawat dapat menambah pengetahuan seputar discharge planning, bagi rumah sakit; dapat menetapkan Standar Prosedur Operasional (SPO) discharge planning, menjadi kajian dan bahan acuan bagi peneitian serupa di masa mendatang</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/233 PENGARUH KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI ORANG TUA DALAM PERAWATAN ANAK THALASEMIA DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 2021-03-08T04:28:20+00:00 Sri Fatmawati kuridit@yahoo.com Nanang Saprudin kuridit@yahoo.com Neneng Aria kuridit@yahoo.com <p>Background: Problems thalasemia become a bandwagon around the world including in indonesia. Recorded thalasemia patients in indonesia in 2017 namely 15.000 people. The problems often experienced in the case thalasemia is the lack of the older people in giving care for the thalasemia. Preliminary studies known 3 mother has knowledge, attitudes and motivation lacking in child care thalasemia. This report aims to review the influence of education and information communication audiovisual based on knowledge, attitudes and motivation parents in the care of thalasemia at RSUD 45 Kuningan. Research Methods: The kind of research this is experimental, with quasy eksperiment design and design one research group pre-test and post-test design, with a population of 119 people. The sample collection technique using a technique acidental the sampling method of 30 or the number of respondents, by the time research for 1 week. The research instruments used in using a questionnaire. Statistical analysis done in univariat and bivariat with the methods chisquare comparative mcnemar by test. Research Result: The analysis shows increased univariat knowledge about 12 respondents ( 40 % ) having given intervention, 10 respondents ( 33,3 %) suitor positive after given intervention and 11 respondents ( 36,6 % ) have a good motivation in the care of thalasemia having given intervention. The analysis chi-square by test comparative mcnemar obtained the influence of education and information communication audiovisual based on knowledge parents ( p value = 0,002 ), the parents ( p value = 0,002 ), and motivation parents ( p value = 0,001 ) with child care thalasemia post transfusion. Conclusion: The results of the study concluded that is the communication information and education audiovisual based on knowledge , attitudes and motivation parents in the care of thalasemia .Expected parents , and nurses can work together in care for the thalsemia</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/234 PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT DI LEHER TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA LEBU SUNYARAGI KOTA CIREBON TAHUN 2018 2021-03-08T04:33:52+00:00 Okana Dewi kuridit@yahoo.com Neneng Aria kuridit@yahoo.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting di seluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi dan terus menerus meningkat, hipertensi juga menjadi faktor resiko ketiga terbesar penyebab kematian dini, Berdasarkan hasil studi laporan dari Pukesmas Sunyaragi Kota Cirebon pada Masyarakat Desa Lebu Sunyaragi yang terdiagnosa Hipertensi sebanyak 192 orang, data di ambil selama 1 tahun dengan tekanan darah diatas 140/90 mmHg. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat di leher terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di desa lebu sunyaragi kota Cirebon Tahun 2018. Jenis Penelitian Eksperimen quasi (quasi experiment) Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat yang terdiagnosa hipertensi di Desa Lebu Sunyaragi Kota Cirebon dengan jumblah populasi 192 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan jumblah sampel sebanyak 16 responden. Dianalisis dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon pada program Komputer. Bedasarkan hasil uji univariat menunjukkan sebagian besar responden yang masuk kategori Hipertensi Ringan sebelum dilakukan kompres terdapat11 orang (68,8%) dengan hipertensi sedang terdapat 5 orang (31,3%) dan hipetensi berat sebanyak 0 orang (0%). Dan kategori Hipertensi Ringan sesudah dilakukan kompres terdapat 16 orang (100%) Hipertensi Sedang 0 orang (0%) dan Hipertensi Berat Sebanyak 0 orang (0%) Hasil uji bivariate menunjukkan ada hubungan antara pengaruh kompres air hangat di leher terhadap tekanan darah (p value = 0.25)</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/235 HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN SELF CONTROL DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN ARV PADA PASIEN HIV DI RSUD 45 KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 2021-03-08T04:39:36+00:00 Fitri Handayani Putri Setiawan kuridit@yahoo.com Lia Mulyati kuridit@yahoo.com <p>Epidemi HIV secara global telah memasuki kondisi kritis. HIV merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan kekhawatiran di berbagi belahan dunia, yang dapat mengancam kehidupan. Karena HIV merupakan penyakit yang belum ditemukan obatnya. Virus yang ada di dalam tubuh penderita HIV tidak bisa keluar, sehingga seseorang harus menjalani pengobatan ARV seumur hidup dan tepat waktu. Jadwal ketat pengobatan ARV diharapkan mampu menekan jumah virus di dalam tubuh. Jika tidak patuh maka obat akan menjadi resisten terhadap tubuh. Kasus HIV di Klinik Edelweis jumlah penderita pada tahun 2019 sampai bulan Maret tercataat sebanyak 306 orang, kasus baru 3 orang dan 73 orang meninggal dunia. Menghentikan pengobatan sebanyak 2 orang, gagal 28 orang, rujuk keluar sebanyak 32 orang. Berdasarkan studi pendahuluan di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan dengan mengajukan 6 pertanyaan lisan tentang konsep diri dan self control dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV terhadap 10 responden. Diketahui bahwa konsep diri masih tergolong kurang (33%), self control tergolong Cukup (50%) dan kepatuhan pengobatan ARV tergolong tingkat tidak patuh (50%), Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan antara Konsep Diri dan Self Control dengan Kepatuhan Pengobatan ARV pada Pasien HIV di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitiaan seluruh penderita HIV dari bulan januari - maret sebanyak 171 orang. Sampel penelitian ini adalah seluruh Pasien HIV di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan yaitu sebanyak 120 responden dengan menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik Purposive Sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Rank Sperman. Berdasarkan analisis univariat sebagian besar konsep diri baik (85%), sebagian besar Self Control baik (50,8%) dan sebagian besar tidak patuh (70%). Analisis Bivariat hubungan konsep diri dengan kepatuhan pengobatan ARV dengan ρ value = 0,059 &lt; α (0,05) dan hubungan self control dengan kepatuhan pengobatan ARV dengan ρ value = 0,783 &lt; α (0,05). Kesimpulan penelitiaan ini adalah tidak ada hubungan antara konsep diri dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan tahun 2019 dengan ρ value = 0,059 dan tidak ada hubungan antara self control dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV di Klinik Edelweis RSUD 45 Kabupaten Kuningan tahun 2019 dengan ρ value = 0,783, Saran Bagi responden agar kiranya jangan lupa untuk minum obat antiretroviral (ARV) secara teratur dan tepat waktu sehingga pengobatan ARV tidak resisten</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/236 HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KINERJA DAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT EL-SYIFA KUNINGAN 2021-03-08T04:44:21+00:00 Dias Triasti Sari kuridit@yahoo.com Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com Nurwulan Nurwulan kuridit@yahoo.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berdasarkan studi pendahuluan yang penulis laksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan kinerja perawat masih kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, 2) menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat instalasi rawat imap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yang berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sample random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 65 perawat instalasi rawat imap di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran variabel x dan y serta analisis bivariat untuk menganalisis hubungan variabel dengan y. Hasil analisis univariat sebanyak 49 responden atau 75,3% beranggapan gaya kepemimpinan kepala ruang di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan termasuk gaya demokratis. Gambaran kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yaitu sebanyak 52 responden (80%) termasuk kinerja baik. Gambaran kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yaitu sebanyak 54 responden atau 83% beranggapan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan termasuk puas. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji spearman rho menunjukan P value = 0,000, maka Hi diterima artinya ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan dengan kekuatan hubungan masuk dalam kategori kuat (0,836). Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji spearman rho menunjukan P value = 0,000, maka Hi diterima artinya ada hubungan gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan dengan kekuatan hubungan masuk dalam kategori kuat (0,784). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 1) ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan, 2) ada hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/237 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERSEPSI GENDER PADA WARIA DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 2021-03-08T04:50:29+00:00 Salsabila Zamzami Faujiah kuridit@yahoo.com Abdal Rohim kuridit@yahoo.com Heri Hermansyah kuridit@yahoo.com <p>Waria adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari waria merupakan salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial di indonesia, baik ditinjau dari segi psikologis,sosial,norma,maupun secara fisik. Pada tahun 2018, jumlah waria di indonesia mencapai 30.071 jiwa. Provinsi Jawa Barat dengan total 2.871 orang dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan didapatkan jumlah waria di Kabupaten Kuningan sebanyak 57 orang . Kepribadian waria dipengaruhi oleh persepsi subyektif masing-masing waria terkait dengan status waria yang dimilikinya dengan pengaruh dan berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Persepsi Gender Pada Waria Di Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pelaksanaan penelitian dilakukan juli 2019. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan menggunakan slovin dan pengolahan data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh dari 35 responden dengan dukungan keluarga berkategori baik terdapat 19 responden (54,3%) dengan persepsi baik, dan 16 responden (45,7%) dengan persepsi kurang. Sedangkan dari 15 responden yang termasuk kategori dukungan kurang terdapat 8 responden (53,3%) dengan persepsi baik , dan 7 responden (46,7%) dengan persepsi kurang. Dari uji Rank Spearman di peroleh p value 0,952. Dari hasil disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan persepsi gender pada waria di kabupaten Kuningan Tahun 2019. Disarankan untuk keluarga lebih mengawasi pergaulan anak dengan teman sebayanya serta mendidik anak dalam memilih pergaulan yang baikWaria adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari waria merupakan salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial di indonesia, baik ditinjau dari segi psikologis,sosial,norma,maupun secara fisik. Pada tahun 2018, jumlah waria di indonesia mencapai 30.071 jiwa. Provinsi Jawa Barat dengan total 2.871 orang dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan didapatkan jumlah waria di Kabupaten Kuningan sebanyak 57 orang . Kepribadian waria dipengaruhi oleh persepsi subyektif masing-masing waria terkait dengan status waria yang dimilikinya dengan pengaruh dan berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Persepsi Gender Pada Waria Di Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pelaksanaan penelitian dilakukan juli 2019. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan menggunakan slovin dan pengolahan data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh dari 35 responden dengan dukungan keluarga berkategori baik terdapat 19 responden (54,3%) dengan persepsi baik, dan 16 responden (45,7%) dengan persepsi kurang. Sedangkan dari 15 responden yang termasuk kategori dukungan kurang terdapat 8 responden (53,3%) dengan persepsi baik , dan 7 responden (46,7%) dengan persepsi kurang. Dari uji Rank Spearman di peroleh p value 0,952. Dari hasil disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan persepsi gender pada waria di kabupaten Kuningan Tahun 2019. Disarankan untuk keluarga lebih mengawasi pergaulan anak dengan teman sebayanya serta mendidik anak dalam memilih pergaulan yang baik</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/238 MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KELULUSAN UJI KOMPETENSI RETAKER NERS DI STIKES KUNINGAN 2021-03-08T07:13:27+00:00 Lia Mulyati kuridit@yahoo.com <p>Angka kelulusan uji kompetensi Ners belum sesuai harapan, saat ini tingkat kelulusan rata-rata 47.1%. Kelulusan ujikompetensi pada retaker lebih memprihatinkan. Data tersebut menunjukan setiap tahunnya jumlah retaker semakin bertambah dan menjadi permasalahan institusi. Oleh karena itu penanganan retaker menjadi sesuatu hal serius, yang harus segera di tangani secara terprogram dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan blended learning terhadap kelulusan uji kompetensi Ners. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah retaker STIKes Kuningan yang mengikuti uji kompetensi Ners periode Juli 2019. Metode mengumpulan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 29 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis dengan menggunakan Chy-Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p 0.000 untuk pengaruh aktivitas retaker dengan kelulusan uji kompetensi dan nilai p 0.261 untuk pengaruh frekuensi mengikuti uji kompetensi dengan kelulusan uji kompetensi. Persepsi peserta terhadap pembelajaran blended learning peningkatan kemampuan paling dirasakan pada pemahaman materi-materi keperawatan dengan rata-rata 3.27, menarik dan bermanfaat dengan rerata 3.17. dan peran tutor yang paling dirasakan adalah bimbingan dan feedback dengan rerata 3.10 serta keterbatasan yang paling dirasakan adalah konektivitas internet Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara aktivitas mengikuti pembelajaran blended learning dengan kelulusan uji kompetensi, sementara frekuensi mengikuti uji kompetensi tidak memiliki pengaruh terhadap kelulusan uji kompetensi. Saran; peningkatan motivasi internal dan self-regulated learning merupakan factor esensial dalam pembelajaran blended learning sehingga tutor diharapkan memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/239 HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN SELF CONTROL MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS MALEBER KABUPATEN KUNINGAN 2021-03-08T07:15:52+00:00 Kanapi Kanapi kuridit@yahoo.com <p>Manajemen diri merupakan usaha individu untuk mengontrol perilakunya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan self control manajemen diri pada penderita hipertensi di Wilayah UPTD Puskesmas Maleber Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling didapatkan jumlah responden 84 pasien, dengan periode waktu penelitian selama 2 minggu. Penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat dengan metode Rank Spearman. Hasil analisis univariat menunjukan 49 responden (58,34%) memiliki self efficacy yang baik dan 42 responden (50,0%) memiliki self control manajemen diri yang baik. Hasil analisis korelasi Rank Spearman didapatkan hubungan yang bermakna antara self efficacy (p value = 0,000 &lt;α= 0,445), dan self control manajemen diri (p value= 0,000 &lt;α= 0.445). Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara self efficacy dengan self control manajemen diri. Diharapkan penderita hipertensi, dan perawat bekerjasama untuk mempertahankan dan meningkatkan keyakinan untuk sembuh dan bisa memanajemen dirinya sendiri, sehingga bisa dapat tercapai seoptimal mungkin.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/240 HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENYALAHGUNA NARKOBA YANG SEDANG DI IPWLTENJO LAUT KABUPATEN KUNINGAN DAN YAYASAN MAHAKASIH KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2018 2021-03-08T07:18:28+00:00 Kanapi Kanapi kuridit@yahoo.com <p>Narkoba dapat menimbulkan berbagai efek dan dampak negatif bagi pemakainya, salah satunya dampak sosial dan penurunan kualitas hidup. Berdasarkan studi pendahuluan di tenjo laut sebanyak 10 orang, rata – rata mengalami penurunan kualitas hidup dan 6 orang mengalami masalah dengan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penyalahguna narkoba. Jenis penelitiannya adalah analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah populasi penelitian sebanyak 32 penyalahguna narkoba dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Uji statistik menggunakan uji korelasi rank spearman. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Univariat didapatkan dukungan sosial pada penyalahguna narkoba sebagian besar berada dalam kategori baik sebanyak 18 orang (56,3%), kualitas hidup sebagian besar berada dalam kategori sedang sebanyak 16 orang (50.0%). hasil uji Rank Spearman didapatkan nilai p 0,125 maka dapat diputuskan Ho di terima. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penyalahguna narkoba yang sedang di IPWL Tenjo Laut Kabupaten Kuningan dan Yayasan Mahakasih Kabupaten Majalengka Tahun 2018 Diharapkan perawat menjadi fasilitator dan lebih berperan aktif dalam program dukungan sosial seperti family support guna meningkatkan kualitas hidup pada penyalahguna narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/241 PENGALAMAN ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2020 2021-03-08T07:20:59+00:00 Kanapi Kanapi kuridit@yahoo.com <p>Latar Belakang: Masalah stunting menjadi fenomena di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Hasil studi pendahuluan terdapat 22 orang anak dengan kejadian stunting di Desa Ciawigebang Kabupaten Kuningan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengalaman Orangtua Dalam Mencegah Kejadian Stunting Di Desa Ciawigebang Kabupaten Kuningan Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan rancangan pendekatan fenomenologi. Subyek penelitian ini adalah lima orangtua yang memiliki anak dengan kejadian stunting. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dengan instrument yang digunakan yaitu peneliti, catatan lapangan, dan handphone. Hasil: Penelitian diperoleh bahwa pengetahuan orangtua mengenai pencegahan stunting masih kurang dimana sebelum orangtua memeriksakan diri orangtua hanya memberikan vitamin dan makanan pengganti, setelah memeriksakan diri ke posyandu orangtua diberi edukasi dan makanan pendamping ASI, partisipan masih kurang paham mengenai pencegahan stunting. Orangtua akan menilai anaknya stunting ketika seorang anak telah remaja. Simpulan: Hasil penelitian disimpulkan bahwa pengalaman, dan pencegahan pasrtisipan terkait stunting dan pentingnya memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan agar partisipan dapat menggunakan pelayanan kesehatan yang tersedia. Disarankan sebaiknya petugas kesehatan memberikan pelayanan dan penyuluhan mengenai stunting. Bagi orangtua yang memiliki anak dengan kejadian stunting diharapakan berupaya mengakses informasi terkait pencegahan stunting dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/242 PENGARUH RELAKSASI GUIDE IMAGERY TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESARIA 2021-03-08T07:23:11+00:00 Khusana Rahma kuridit@yahoo.com <p>Nyeri merupakan salah satudiagnosis ditemukan dalam fase pasca-operasi (termasuk sectio caesaria).Tindakan non-farmakologi untuk meredakan nyeri banyak ditemukan dalamaktifitas keperawatan. Guided imagery merupakan salah satu metode nonfarmakologisuntuk mengurangi rasa sakit dengan menggunakan kata-kata danpenggambaran positi. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan tingkat nyeri untukpasien nyeri pasca operasi section caesaria, sebelum dan setelah diberikanrelaksasi guided imagery. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengansatu kelompok pret test dan post tesmenggunakan 30 respondenpasien pasca operasi section caesaria di ruang marwah Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayusebagai sampel.Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyerisebelum relaksasi guided imagery diberikan menunjukkan 100 % mengalami nyeri setelah dilakukan relaksasi guided imagery 90 % mengalami penurunan nyeri. Analisis dalampenelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Test dengan 95% CI (α = 0,05) dan diperoleh nilai p 0,000 &amp;lt;α (0,05) sebagai hasilnya. Relaksasi guided imagerymemiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkatnyeri pasca operasi sectio caesaria. Relaksasi guided imagery dapat digunakansebagai intervensi perawat dengan menggunakan prosedur operasional standar(SOP) tentang relaksasi guided imagery untuk mengatasi masalah nyeri</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/243 PENGARUH TERAPI SELF HELP GROUP TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS (GGK) DI UNIT HEMODIALISIS RSUD KOTA CIREBON 2021-03-08T07:25:17+00:00 Nera Djanuar kuridit@yahoo.com <p>Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat ireversibel yang artinya fungsi ginjal tidak dapat kembali seperti semula. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis meningkat setiap tahunnya. Ansietas banyak dialami oleh pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pengaruh terapi self help group terhadap tingkat ansietas pasien Gagal Ginjal Kronis di Ruang Hemodialisis.. Desain penelitian yang digunakan quasy-experimental pre test-post test with control group. Tujuh puluh empat responden terlibat, terbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna pada pemberian terapi self help group dengan tingkat ansietas (p=0,000). Variabel yang berhubungan dengan dengan tingkat ansietas antara lain pekerjaan dan lama menjalani hemodialisis, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia, penghasilan jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan (p&gt;0,005). Penelitian ini merekomendasikan terapi generalis dan self help group dalam menurunkan tingkat ansietas pasien Gagal Ginjal Kronis di unit hemodialisis.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/245 PENERAPAN TINDAKAN KEPERAWATAN GENERALIS, PENGHENTIAN PIKIRAN DAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA KLIEN STROKE NON HEMORAGIK 2021-03-09T03:06:32+00:00 Nera Djanuar kuridit@yahoo.com <p>Nyeri dan hambatan mobilitas fisik merupakan masalah fisik yang banyak dialami oleh klien stroke non hemoragik, dan ansietas merupakan masalah kejiwaan yang sering dialami. Penelitian ini bertujuan melihat efek tindakan keperawatan generalis, penghentian pikiran, dan relaksasi otot progresif terhadap tanda, gejala, kemampuan klien mengontrol nyeri, hambatan mobilitas fisik, dan ansietas. Desain karya ilmiah ini case series pada 7 klien stroke non hemoragik, dengan memberikan tindakan keperawatan generalis, dilanjutkan dengan penghentian pikiran dan relaksasi otot progresif. Hasil yang didapatkan adalah berkurangnya tanda gejala ansietas, dan tersisa lapang persepsi masih turun pada aspek kognitif, merasa bingung pada aspek afektif, tidak nafsu makan, sulit tidur, dan mulut kering pada aspek fisiologis, melamun dan kontak mata buruk pada aspek perilaku, menarik diri dari hubungan interpersonal di aspek sosial. Untuk nyeri masih ditemukan nyeri ringan dan pada hambatan mobilitas fisik ditemukan nilai kekuatan otot 3 dan 4. Klien mampu mengendalikan nyeri dengan kemampuan generalis dan penghentian pikiran, dan melakukan mobilitas fisik dengan generalis dan relaksasi otot progresif dan mengendalikan ansietas dengan generalis, penghentian pikiran, dan relaksasi otot progresif. Hasil karya ilmiah ini direkomendasikan untuk melakukan penelitian intervensi dengan mengkombinasikan tindakan keperawatan pada diagnosis fisik dan psikososial serta kerjasama perawat generalis dan perawat spesialis.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/246 PERANAN PERAWAT PUSKESMAS DALAM PENGURANGAN RESIKO DAMPAK KESEHATAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN KUNINGAN 2021-03-10T09:04:26+00:00 Asmadi Asmadi kuridit@yahoo.com <p>Menurut data bencana Kabupaten Kuningan data informasi bencana Indonesia pada tahun 2017 mencapai 12 kejadian, diantaranya 8 tanah longsor, 2 banjir, 1 kebakaran hutan dan lahan, dan 1 putting beliung. Dampak dari bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan 48 orang luka luka dan 7.474 harus terdampak dan mengungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan perawat puskesmas dalam pengurangan risiko dampak kesehatan bencana tanah longsor di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kabupaten Kuningan masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/247 UPAYA PENANGANAN TRAUMA PASCA BENCANA LONGSOR DI KUNINGAN 2021-03-10T09:06:04+00:00 Asmadi Asmadi kuridit@yahoo.com <p>Menurut data bencana Kabupaten Kuningan data informasi bencana Indonesia pada tahun 2017 mencapai 12 kejadian, diantaranya 8 tanah longsor, 2 banjir, 1 kebakaran hutan dan lahan, dan 1 putting beliung. Dampak dari bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan 48 orang luka luka dan 7.474 harus terdampak dan mengungsi. Kurangnya perhatian pada penanganan korban bencana alam, khususnya upaya pemulihan trauma di setiap bencana alam yang terjadi di Indonesia merupakan masalah yang belum ditangani secara serius dan efektif. Padahal trauma dapat menyebabkan masalah besar dalam kehidupan pasca bencana alamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penanganan trauma pasca bencana longsor di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penanganan berdasarkan kebutuhan korban dan pemulihan tiga aspek penting dalam korban, yaitu emosional, intelektual, dan spiritual diharapkan mampu memulihkan kondisi korban bencana secara menyeluruh. Upaya penanganan diterapkan secara bertahap: pertama, identifikasi masalah dengan mengumpulkan data-data di lapangan; kedua, spesifikasi masalah berdasarkan data-data yang telah diambil, sehingga terbentuk kelompok-kelompok yang digolongkan berdasarkan tingkat trauma, permasalahan, dan kepribadian korban, dan kategori lain yang dianggap penting; ketiga, pemecahan masalah dengan mencari solusi yang tepat terhadap penanganan masing-masing kelompok. Setelah terbentuk kelompokkelompok dengan metode penanganan masing-masing, maka kegiatan penanganan dapat dimulai. Lamanya waktu pelaksanaan program ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan korban dan mengacu pada evaluasi yang dilakukan. Puskesmas dirancang untuk menjawab permasalahan penanganan trauma pada korban bencana alam terutama untuk anak-anak. Di harapkan Perawat di Puskesmas mampu menyembuhkan luka trauma secara permanen dan memulihkan kondisi, serta meningkatkan kualitas hidup korban bencana alam.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/248 TERAPEUTIK COMUNITY DALAM PENCEGAHAN RELAPS PENYALAHGUNA NARKOBA 2021-03-10T09:07:27+00:00 Asmadi Asmadi kuridit@yahoo.com <p>Penyalahgunaan napza memiliki dampak buruk yaitu penularan penyakit dan ketidak berfungsian sosial akibat kecanduan napza. Rehabilitasi sosial dengan metode therapeutic community dianggap dapat membantu mengatasi kecanduan pada zat adiktif dan mengembalikan peran dan fungsi sosial para penyalahguna napza. Kendala yang sering terjadi adalah banyak penyalahguna napza mengalami relapse pasca rehabilitasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Kabupaten Kuningan dengan pendekatan studi kasus dan disajikan dalam bentuk deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan studi data sekunder Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pencegahan relapse penyalahguna narkoba dengan metode therapeutic community yang dilakukan oleh Petugas Panti Rehabilitasi Narkoba di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan penyajian secara deskriptif analitis, dilakukan dengan wawancara mendalam kepada manajemen panti, Pekerja Sosial, dan klien, serta melakukan observasi dan analisis data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat drop out rehabilitasi sosial penyalahguna narkoba mencapai 32,6%, sedangkan tingkat relapse penyalahguna narkoba diperkirakan mencapai 27% dari klien yang lulus rehabilitasi. Di sisi lain, berbagai penelitian menyebutkan bahwa metode therapeutic community merupakan metode yang relatif lebih efektif dibanding metode rehabilitasi sosial lain dalam mengurangi penyalahgunaan napza dan perilaku anti sosial akibat penyalahgunaan napza. Tantangan dalam metode therapeutic community adalah tingkat drop out yang cukup tinggi. Dibandingkan dengan metode rehabilitasi sosial lain, therapeutic community efektif meningkatkan keberfungsian sosial penyalahguna napza melalui penguatan individu dengan menumbuhkan kepercayaan diri, manajemen emosi dan spiritual. Rehabilitasi sosial melalui therapeutic community dalam panti merupakan upaya pemulihan intrapersonal penyalahguna napza untuk menumbuhkan dan mengembalikan rasa percaya diri, motivasi, keadaan emosi, dan harapan positif agar terbebas dari kecanduan napza</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/253 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA KLIEN ODGJ DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIRANCAN KABUPATEN KUNINGAN 2021-04-21T03:45:27+00:00 Hasan Sadeli sadeli@yahoo.com <p>Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis dengan meningkatnya kadar gula darah. Hasil studi pendahuluan menunjukkan dari 6 orang yang diwawancara terdapat 3 orang di ruang rawat inap dan 1 orang di ruang rawat jalan mengalami stress. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat stress pada pasien Diabetes Mellitus di Ruang Rawat Inap dan Rawat Jalan RSUD 45 Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian menggunakan comparative study dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien diabetes mellitus baik Rawat Inap maupun Rawat Jalan selama 2 minggu di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan Tahun 2019. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis data melalui uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin perempuan, berusia 51-60 tahun, berpendidikan SD, dan bekerja sebagai IRT dan tingkat stress pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap dan rawat jalan mayoritas pada tingkatan normal masing-masing sebesar 40% dan 60%. Analisis bivariat berdasarkan uji t menunjukkan p-value = 0,005 &lt;  = 0,05. Simpulan penelitian, terdapat perbedaan tingkat stress pasien diabetes mellitus di Ruang Rawat Inap dan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan Tahun 2019. Disarankan hasil penelitian dapat memberikan informasi mengenai tingkat stress pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap dan rawat jalan</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/254 PERBEDAAN TINGKAT STRESS PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUANG RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD 45 KUNINGAN 2021-04-21T03:48:02+00:00 Hasan Sadeli sadeli@yahoo.com <p>Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) seringkali mengalami ketidakpatuhan mengkonsumsi obat yang berakibat kepada kekambuhan. Jumlah gangguan jiwa di Kabupaten Kuningan tahun 2017 sekitar 1.856 orang, dengan rincian sebanyak 938 diobati, 918 orang tidak di obati, 18 dikurung dan 13 di pasung. Data di wilayah kerja Puskesmas Mandirancan terdapat 53 orang dengan gangguan jiwa. Dukungan keluarga, pengetahuan dan sikap keluarga akan berperan besar dalam kepatuhan klien ODGJ dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan minum obat pada klien ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Mandirancan Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 53 klien. Peneliti menggunakan teknik Total sampling. Data primer melalui pengisian kuesioner oleh responden. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat dengan metode Rank Spearman. Hasil analisis univariat menunjukan 26 responden (49,1%) mempunyai tingkat pengetahuan baik, 31 responden (58,5%) memberikan sikap positif, 35 responden (66%) memberikan dukungan baik, serta 29 responden (54,7%) memiliki tingkat kepatuhan minum obat sedang. Hasil analisis korelasi Rank Spearman, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (p value =0,007), sikap keluarga (p value = 0,000), dan dukungan keluarga (p value = 0,000) dengan tingkat kepatuhan minum obat. Disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap keluarga, dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat. Diharapkan klien rutin berobat atau kontrol ke puskesmas dan keluarga selalu mengawasi klien saat minum obat.</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/nnc/article/view/232 HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN PURWAWINANGUN KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 2021-07-16T02:04:24+00:00 Noneng Siti Sopiah kuridit@yahoo.com Nanang Saprudin kuridit@yahoo.com Ronny Suhada kuridit@yahoo.com <p>Latar Belakang: Status gizi balita menjadi hal penting yang harus diperhatikan, karena balita merupakan kelompok yang masih dalam pertumbuhan, sehingga rentan mengalami masalah gizi. Menurut Dinas Kesehatan Kuningan tahun 2017 terdapat 3.509 anak berstatus gizi kurang dan 1.947 anak berstatus gizi lebih. Keadaan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya Pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Pola Makan Dengan Status Gizi Balita Di Kelurahan Purwawinangun Kabupaten Kuningan Tahun 2017. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan analitik dengan dengan rancangan cross-sectional. Populasinya seluruh balita di kelurahan purwawinangun kabupaten kuningan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling yaitu sebanyak 77 responden. Data penelitian diambil melalui lembar observasi. Uji korelasi menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar 68,8% balita memiliki status gizi baik, sedangkan sebagian besar 71,4% balita memiliki pola makan baik. Uji hipotesis didapat p value 0,000 &lt; 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan pola makan dengan status gizi balita di Kelurahan Purwawinangun Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi balita. Saran: Disarankan kepada seluruh ibu selalu menerapkan pola makan yang baik dengan pemilihan bahan makanan, jenis makanan dan frekuensi makan</p> 2020-02-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020