Journal of Public Health Innovation (JPHI) https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi <p>Journal of public health or the Journal of Public Health Innovation (JPHI) is a journal that is sheltered in the STIKES Kuningan institution and managed in the Public Health Study Program in the hope that the existence of JPHI can provide new changes and innovations in public health science with high mobilization of knowledge, skills and experience from research haril. JPHI is a Journal of Public Health or the Journal of Public Health Innovation (JPHI) is a journal sheltered in the Kuningan STIKES institution and managed in the Public Health Study Program with the hope that the existence of JPHI can provide change and innovation in scientific work throughout Indonesia. The first JPHI was established in 2019 which will be published twice a year following the publication of the journal STIKKU. Presented in a language that is easily understood by the public so that the Journal of Public Healthy Innovation will most often be read by doctors and health experts as reading material and references</p> en-US <p>Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami setuju dengan syarat-syarat berikut:</p> <p>Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Journal of Public Health Inovation (JPHI) hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.</p> mochdidiknugraha@gmail.com (Moch Didik Nugraha) adit@pintarword.com (Aditiya Puspanegara) Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIKAN 3 BULAN PADA AKSEPTOR KB 3 BULAN DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/416 <p>Pertumbuhan penduduk yang pesat menjadikan pemerintah membuat upaya dengan salah satunya program KB. Metode suntikan telah menjadi Gerakan keluarga nasional dengan akseptor di Indonesia 63,7%, di Jawa Barat 54%, di Bogor 49% dan di BPM Sri Puspa Kencana, Amd,Keb berjumlah suntik 3 bulan 43%, suntik 1 bulan 31%, IUD 10%, Implan 9%, Pil 7%. pada kontrasepsi 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi 3 bulan dengan disfungsi seksual di BPM Sri Puspa Kencana, Amd,Keb. Dengan populasi 357 orang dan sampel 71 responden. Pengambilan sampel menggunakan Teknik <em>Simple Random Sampling</em>. Hasil univariat pengguna kontrasepsi 3 bulan &gt;1 tahun 52orang (73,2%), sedangkan &lt;1 tahun&nbsp; 19orang (26,8%), dan mengalami disfungsi seksual 44orang (62%) sedangkan tidak mengalami disfungsi seksual 27orang (38%). Hasil uji chi square diperoleh P-V<em>alue=</em>0,075&gt;0,05 artinya tidak ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi 3 bulan dengan disfungsi seksual. Diharapkan responden ataupun bidan dapat memantau perubahan tubuh sehingga dapat mencegah dan mengurangi efek samping kontrasepsi 3 bulan</p> Rinrin Anggraeni Dewi, Lela Zakiah, Imas Nurjanah Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/416 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI HEMODIALISA DI UNIT HEMODIALISA RSUD 45 KUNINGAN 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/411 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi dan insidensi gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang tinggi. </span><span style="vertical-align: inherit;">Hemodialisis adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang paling banyak dipilih di Indonesia. </span><span style="vertical-align: inherit;">Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa Penyakit Ginjal Kronis (PGK) masih tinggi, yaitu 3,8% dengan kenaikan 1,8% sejak 2013 sekitar 499.800 orang. </span><span style="vertical-align: inherit;">Kabupaten kuningan jumlah pasien yang menjalani hemodialisa sampai tahun 2020 tercatat 429 penderita, termasuk di RSUD 45 Kuningan jumlah pasien yang menjalani hemodialisa kira-kira 136 pasien. </span><span style="vertical-align: inherit;">Kepatuhan merupakan salah satu permasalahan pada pasien hemodialisa yang mengalami penyakit kronis. </span><span style="vertical-align: inherit;">Tujuan Penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa.</span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">cross sectional</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> dengan jumlah sampel 101 responden. </span><span style="vertical-align: inherit;">Pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner..</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Analisis </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Chi Square</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> (bivariat) dengan = 0,05, didapatkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan menjalani hemodialisa dengan usia (p=0,019), tingkat pendidikan (p=0,000), dan lama HD (p=0,040). </span><span style="vertical-align: inherit;">Analisis regresi logistik (multivariat) didapatkan variabel usia dengan nilai Exp(B) 13.879 merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa.</span></span></p> Sarman Agustani, Rossi Suparman, Triseu Setianingsih, Mamlukah Mamlukah Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/411 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA BUNIWANGI https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/417 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Menurut WHO Pada tahun 2030 diperkirakan akan mencapai 1,2 miliar wanita yang berusia 50 tahun menunjukkan peningkatan jumlah menopause. </span><span style="vertical-align: inherit;">sebagian besar (sekitar 80 persen) tinggal di negara berkembang setiap tahunnya populasi wanita menopause meningkat sekitar 30%. </span><span style="vertical-align: inherit;">Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan metode </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Analitik-korelasi</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> dengan pendekatan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">cross sectional</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">. </span><span style="vertical-align: inherit;">Sample yang digunakan oleh peneliti adalah Ibu berusia 40-50 tahun dan menjadi responden sebanyak 83 orang dengan kriteria dalam penelitian ini adalah Populasi dari penelitian yaitu 500 ibu warga di Desa Buniwangi. </span><span style="vertical-align: inherit;">Responden yang pengetahuannya baik sebanyak 89,2% dan kurang sebanyak 10,8%, respon baik sebanyak 88,0% dan kurang baik sebanyak 12,0%, dan responden yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 3,6% dan mengalami kecemasan 96,4%. </span><span style="vertical-align: inherit;">Hasil uji </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">chi square</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">yang telah dilakukan mendapat nilai p sebesar 0,003 sehingga berhubungan dengan nilai p. </span><span style="vertical-align: inherit;">Uji statistik dapat dikatakan bahwa Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kecemasan Menghadapi Menopause di Desa Buniwangi Tahun 2021. Diharapkan kepada masyarakat kelurahan Buniwangi ibu menopause disarankan agar lebih aktif mencari informasi dari petugas maupun media yang ada sehingga dapat menambah pengetahuan khususnya untuk mencegah kecemasan menghadapi menopause karena itu perubahan yang alamiah.</span></span></p> Desti Yuliastri, Shanti Ariandini, Annisa Fitri Rahmadini Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/417 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI PUSKESMAS CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/454 <p>Data Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2017 - 2018 menyatakan adanya penurunan jumlah kunjungan pasien. Salah satunya terjadi di Puskesmas Ciawigebang Kabupaten Kuningan dengan persentase penurunan jumlah kunjungan pasien peserta BPJS Kesehatan terbanyak yaitu 34.621 orang (46,44%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor-faktor kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Puskesmas Ciawigebang tahun 2020.</p> <p>Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 36.841 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 396 responden. Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner tertutup dengan melakukan wawancara. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat Chi-Square dan analisis multivariat</p> <p>Analisis bivariat : fasilitas puskesmas (P = 0.000), kualitas layanan (P = 0.000), interaksi personal (P = 0.000) sikap layanan (P = 0.000), jadwal pelayanan (P = 0.000) dengan kepuasan pasien peserta BPJS, analisis multivariat : sikap layanan (P =0.000 dan OR 47.07), interaksi personal (P = 0.000 dan OR 10.2).</p> <p>Semua variabel memiliki hubungan dengan kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan, dengan variabel yang paling dominan berhubungan yaitu interaksi personal dan sikap layanan. Diharapkan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam hal komunikasi, sikap dan etika petugas agar terwujudnya pelayanan yang memuaskan.</p> Asep Nandang Hendarsyah, Rossi Suparman, Susianto Susianto, Mamlukah Mamlukah Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/454 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 ANALISIS PERILAKU SEKSUAL PADA ANAK JALANAN https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/475 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Anak-anak bebas dari masalah kesehatan, eksploitasi dan kekerasan, putus sekolah dan terlibat dalam aksi kejahatan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Jumlah anak jalanan yang didata dari 2,9 juta anak jalanan, terdapat 34.400 anak jalanan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku seksual pada anak jalanan Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">cross sectional study. </span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Sampel pada penelitian ini menemukan 55 anak jalanan di Kota Bogor. </span><span style="vertical-align: inherit;">Teknik pengambilan sampel menggunakan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">accidental sampling.</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">hasil Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka hasil yang dapat diambil dari penelitian ini adalah 16 anak jalanan (29,09%) memiliki perilaku seksual yang kurang baik. </span><span style="vertical-align: inherit;">Pada analisis bivariat, tidak ada hubungan dengan perilaku seksual pada anak jalanan di Kota Bogor ( </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">p-value</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> = 0,29 &gt; 0,05) dan ada hubungan sikap dengan perilaku seksual pada anak jalanan di Kota Bogor (ρ </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">-value</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> = 0,04 &lt; 0,05). </span><span style="vertical-align: inherit;">Perlu dilakukan berbagai upaya untuk mencegah perilaku seksual pada anak jalanan.</span></span></p> Wahyu Gito Putro, Fenita Purnama Sari Indah Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/475 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DALAM MENGHADAPI KEHAMILAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA MEKARJAYA KECAMATAN CIMAHI KABUPATEN KUNINGAN https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/451 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kecemasan (anxiety) merupakan perasaan takut yang tidak jelas penyebabnya dan tidak didukung oleh situasi yang ada. </span><span style="vertical-align: inherit;">Dimasa pandemi covid-19 (Penyakit Virus Corona) ibu hamil merasa cemas. </span><span style="vertical-align: inherit;">Kecemasan ibu didasarkan pada bagaimana penyebaran virus ini, yaitu melalui tetesan pada saat bersin, batuk atau berbicara. </span><span style="vertical-align: inherit;">Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kecemasan ibu primigravida karakteristik selama pandemi covid-19 di Desa Mekarjaya Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan observasional, diambil dari data primer pada bulan April, jumlah populasi 27 responden, dengan menggunakan teknik total sampling. </span><span style="vertical-align: inherit;">Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner HARS yang terdiri dari 14 pertanyaan dan penggunaan analisis univariat.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Hasil analisis univariat, tingkat kecemasan paling tinggi sedang 12 (44,4%) responden. </span><span style="vertical-align: inherit;">Berdasarkan kelompok usia, kecemasan lebih banyak pada kelompok usia (20-35 tahun) dengan kecemasan sedang 12 (50%) responden. </span><span style="vertical-align: inherit;">Berdasarkan status pendidikan, banyak terjadi pada kelompok tamat jenjang SMA/sederajat lebih kecemasan sedang sebanyak 7 (58,3%) responden. </span><span style="vertical-align: inherit;">Berdasarkan status pekerjaan lebih banyak pada kelompok yang tidak bekerja dengan kecemasan sedang sebanyak 12 (54,5%) responden. </span><span style="vertical-align: inherit;">Dari penelitian ini dapat dikatakan, responden lebih banyak memiliki tingkat kecemasan sebanyak 12 (44,4) responden. </span><span style="vertical-align: inherit;">Saran bagi instansi kesehatan melakukan penyuluhan tentang kecemasan selama pandemi covid-19 pada ibu hamil primigravida dan rutin melakukan ANC.</span></span></p> Siti Nunung Nurjannah, Siti Nurlela Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/451 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN PADA REMAJA USIA 15-20 TAHUN DI TANGERANG SELATAN https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/436 <p>Nikotin adalah zat alkaloid yang ada secara natural ditanaman tembakau nikotin juga didapati pada tanaman-tanaman lain dari famili Solanaceae seperti tomat, kentang, terong dan merica hijau pada level sangat kecil dibanding pada tembakau nikotin tidak berwarna tetapi segera menjadi coklat ketika bersentuhan dengan udara. Merokok merupakan kegiatan membakar tembakau kemudian asapnya dihisap. maka penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional karena studi penelitian ini dilakukan tanpa memberikan intervensi atau perlakuan khusus pada subjek penelitian. Studi penelitian ini adalah cross sectional untuk melihat Gambaran Tingkat Pengetahuan Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Pada Remaja Usia 15-20 Tahun di Tangsel. Hasil ini menunjukan adanya kecenderungan bahwa pengetahuan yang rendah akan membentuk perilaku remaja untuk merokok, sebaliknya pengetahuan yang tinggi lebih cenderung memiliki perilaku tidak merokok.Pengetahuan baik dan kurang apabila dikatakan baik jika X&gt; dari median dan pengetahauan kurang jika X&lt; Median. Sehingga dapat disimpulkan dari penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan baik sebesar 59,0% responden dan pengetahuan kurang sebesar 41,0% responden.</p> Ismayatun Jariyah, Mustakim Mustakim Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/436 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN BERULANG PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) (STUDI PADA KLINIK PRATAMA ORINDA KUNINGAN) TAHUN 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/455 <p>Pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN) di Indonesia sejak tahun 2014 telah merubah pola perilaku pencarian pengobatan pada masyarakat termasuk kunjungan berulang ke klinik pratama menjadi aktif. Sehingga berpotensi terjadinya kunjungan berulang (kunjungan &gt;1 kali). Klinik Orinda di Kuningan, termasuk klinik dengan kunjungan berulang tertinggi oleh masyarakat sehingga perlu diketahui dan dianalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pola kunjungan berulang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan berulang pada pasien peserta JKN di Klinik Orinda Kabupaten Kuningan tahun 2021</p> <p>Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain <em>cross sectional</em> (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 780 orang (Maret-Mei 2021) dan sampel sebanyak 265 responden (teknik <em>consecutive sampling</em>). Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner dengan melakukan wawancara. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat <em>Chi-Square</em>, dan analisis multivariat regresi logistik</p> <p>Analisis bivariat : persepsi sakit (<em>P</em> = 0,047), keyakinan akan kesembuhan (<em>P</em>=0,001), persepsi kualitas layanan (<em>P</em> = 0,000), dukungan keluarga (<em>P</em> =0,012), Jenis Kepesertaan (<em>P</em>=0,039). Analisis Multivariat : Persepsi Sakit (nilai p=0,047, 95% CI:0,789-2,595). Kesimpulan, semua variabel berhubungan dengan kunjungan berulang pada pasien peserta JKN di Klinik Orinda tahun 2021. Dengan begitu, diharapkan pasien BPJS lebih giat untuk literasi tentang penyakit dan pencegahannya agar tidak melakukan kunjungan berulang jika dianggap masih bisa disembuhkan sendiri atau di rumah.</p> Agah Nugraha, Rossi Suparman, Mamlukah Mamlukah, Susianto Susianto Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/455 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 INTENSITAS KEBISINGAN BERISIKO MENYEBABKAN GEJALA GANGGUAN PENDENGARAN DI PT. X https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/410 <p>Kebisingan di dunia industri dapat menjadi salah satu faktor penyumbang terjadinya keluhan gangguan pendengaran pekerja.&nbsp; Bising merupakan bahaya yang sulit dipisahkan dari dunia industri, keberadaannya dalam dunia industri memberikan suatu ancaman bagi pekerja berupa gejala gangguan pendengaran. Tujuan utama penelitian ini adalah membuktikan bahwa gejala gangguan pendengaran berkaitan dengan karakteristik pekerja dan intensitas kebisingan di unit produksi PT. X. Data yang digunakan adalah data primer berupa pengisian angket dan <em>sound level meter</em> digunakan untuk pengukuran kebisingan. Teknik <em>Sampling Jenuh </em>digunakan dalam penelitian ini, dimana seluruh populasi menjadi sampel, dengan jumlah 82 pekerja unit produksi PT. X. Analisis univariat dan analisis bivariat (<em>Chi Square Test</em>) digunakan di penelitian ini. Hasil menunjukkan ada 65,9% pekerja mengalami gejala gangguan pendengaran dan ada 63,4% pekerja terpapar kebisingan diatas NAB, ada 57,3% pekerja tanpa alat pelindung telinga (APT) saat bekerja. Pekerja berumur ≥ 40 tahun ada 22%, sudah bekerja selama 5 tahun lebih sebanyak 63,4%, dan bekerja di unit berisiko ada 81,7%. Perhitungan angka risiko tertinggi ada pada intensitas kebisingan dengan <em>Prevalensi Rasio</em> 1,82 dibandingkan angka risiko usia, masa kerja, penggunaan APT. Terdapat hubungan bermakna antara gejala gangguan pendengaran dengan intensitas keterpaparan kebisingan (p<sub>value</sub>= 0,002), usia (p<sub>value</sub> = 0,009), masa kerja (p<sub>value</sub> = 0,040), dan penggunaan APT (p<sub>value</sub> = 0,032). Penempatan unit kerja tidak berhubungan secara bermakna dengan gejala gangguan pendengaran (p<sub>value</sub> = 0,329). Berdasarkan hasil penelitian disarankan perlu adanya pelatihan terkait pentingnya penggunaan alat pelindung telinga dan mewajibkan seluruh pekerja unit produksi untuk menggunakan alat pelindung telinga.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Kata Kunci:</em> <em>gangguan pendengaran, intensitas bising, risiko, alat pelindung telinga</em></p> Choirul Hasan Jaya, Retno Mardhiati, Cornelis Novianus Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/410 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 STUDI ANALISIS KETERCAPAIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN AKREDITASI PUSKESMAS DAN KINERJA PUSKESMAS DI KABUPATEN KUNINGAN https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/462 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Akreditasi merupakan salah satu kebijakan bentuk yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. </span><span style="vertical-align: inherit;">Implementasi kebijakan tersebut dilaksanakan setelah dikeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter dan Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi. </span><span style="vertical-align: inherit;">Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) merupakan rangkaian dalam Manajemen Puskesmas, suatu kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan keluaran yang efektif dan efisien (Permenkes, 2016). </span><span style="vertical-align: inherit;">PKP merupakan salah satu penilaian yang ada dalam akreditasi Puskesmas. </span><span style="vertical-align: inherit;">Permenkes No 46 tahun 2016 menyatakan bahwa di dalam PKP terdapat cakupan program, manajemen dan mutu yang dinilai dari mulai input, proses dan output.</span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">metode campuran</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ). </span><span style="vertical-align: inherit;">Sampel penelitian untuk kuantitatif adalah total sampling 37 Puskesmas, dan untuk kualitatif adalah teknik probabilitas dengan stratifikasi sebanyak 9 Puskesmas. </span><span style="vertical-align: inherit;">Analisis data kuantitatif dialkukan dengan uji </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Chi Square,</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> untuk data kualitatif menggunakan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">analisis tema Matriks</span></span></em></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Hasil analisis bivariat yang didapatkan tidak ada hubungan antara capaian akreditasi Puskesmas dengan capaian kinerja Puskesmas di Kabupaten Kuningan dengan p=0,639. </span><span style="vertical-align: inherit;">Untuk mendapatkan kualitatif dari keempat faktor yang berhubungan dengan implementasi kebijakan akreditasi Puskesmas di Kabupaten Kuningan tahun 2019 yang dapat segera ditingkatkan capaiannya tanpa membutuhkan waktu dan biaya yang besar adalah faktor hubungan antar organisasi.</span></span></p> Dessy Sutanti, Rossi Suparman, Triseu Setianingsih, Dewi Laelatul Badriah Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/462 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS DARMA KUNINGAN TAHUN 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/461 <p>Banyak masyarakat yang merasakan ketidakpuasan dan beranggapan komunikasi yang dilakukan perawat masih belum optimal. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Darma didapatkan data 4 pasien mengatakan puas dan 9 orang pasien mengatakan kurang puas terhadap pelayanan yang mereka terima salah satunya yaitu kurangnya komunikasi terapeutik dari perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dan karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Darma Kuningan.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah analitik <em>cross sectional.</em> Sebanyak 50 responden diambil dengan <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Uji bivariat menggunakan <em>rank spearman </em>dan multivariat<em> regresi linear</em>.</p> <p>Analisis univariat diperoleh sebagian besar komunikasi terapeutik perawat cukup baik (80.0%), kepuasan pasien cukup puas (52.0%), usia responden 20-30 tahun (32.0%), jenis kelamin perempuan (66.0%), pendidikan SD (40.0%), pekerjaan lainnya (60.0%). Analisis bivariat komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan (p = 0.466), jenis kelamin (p = 0.414), pendidikan (p = 0.657), dan pekerjaan (p = 0.33). Hasil <em>uji regresi linear </em>diperoleh (p = 0.290).</p> <p>Tidak terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dan karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas Darma Kuningan. Oleh sebab itu, perlu diadakan pelatihan khusus untuk perawat terkait komunikasi terapeutik serta pelatihan lain untuk menciptakan kepuasan pasien.</p> Nining Rusmianingsih; Nur Wulan, Sri Trianingsih Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/461 Thu, 09 Jun 2022 00:00:00 +0000