Journal of Public Health Innovation https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi <p>Journal of public health or the Journal of Public Health Innovation (JPHI) is a journal that is sheltered in the STIKES Kuningan institution and managed in the Public Health Study Program in the hope that the existence of JPHI can provide new changes and innovations in public health science with high mobilization of knowledge, skills and experience from research haril. JPHI is a Journal of Public Health or the Journal of Public Health Innovation (JPHI) is a journal sheltered in the Kuningan STIKES institution and managed in the Public Health Study Program with the hope that the existence of JPHI can provide change and innovation in scientific work throughout Indonesia. The first JPHI was established in 2019 which will be published twice a year following the publication of the journal STIKKU. Presented in a language that is easily understood by the public so that the Journal of Public Healthy Innovation will most often be read by doctors and health experts as reading material and references</p> Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi en-US Journal of Public Health Innovation 2775-1155 <p>Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami setuju dengan syarat-syarat berikut:</p> <p>Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal&nbsp;Ilmu Kesehatan Bhakti Husada hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.</p> PERILAKU MEROKOK MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA PADA MASA PANDEMI COVID-19 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/380 <p>Tembakau (<em>Nicotiana Tobacco</em>) adalah sejenis tanaman herbal yang mengandung zat alkolid nikotin. Pada salah satu universitas di Indonesia mahasiswa dengan perokok ringan yaitu sebanyak sebanyak 67,5% dan penyebab perilaku merokok tersebut adalah sebanyak 52,5% mahasiswa memiliki pengetahuan rendah, sebanyak 37,5% mahasiswa dipengaruhi oleh orang tua perokok, sebanyak 65% mahasiswa dipengaruhi teman, sebanyak 43,8% mahasiswa dipengaruhi stress dan sebanyak 46,3% mahasiswa dipengaruhi iklan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku merokok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta pada masa pandemi Covid-19.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian observasional tanpa memberikan intervensi terlebih dahulu kepada subjek penelitian. Analisis data yang digunakan untuk melihat gambaran perilaku adalah analisis univariat menggunakan aplikasi SPSS (<em>Statistical Package for the Social Sciences</em>) untuk melihat perbedaan proporsi mengenai perilaku merokok responden sebelum dan saat masa pandemi covid-19. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa frekuensi perokok berdasarkan umur pertama kali merokok sebagian besar merokok pada usia lebih dari 16 tahun yaitu (34,4%).</p> <p>Berdasarkan perilaku merokok terkait frekuensi, jumlah batang setiap hari, tempat merokok dan lain – lainnya dilihat dari perbandingan terdapat perubahan antara sebelum adanya pandemi covid-19 dan sesudah adanya pandemi covid-19. Perubahan yang sangat terlihat terutama pada tempat merokok yang awalnya sebagian besar (28,1%) di kampus menjadi di rumah sebanyak (28,1%) saat adanya pandemi. Gambaran perilaku merokok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta pada saat terjadinya pandemi seperti frekuensi merokok dalam sebulan, jumlah batang rokok yang dihisap dalam sehari, harga rokok terutama tempat merokok terdapat perbedaan dari sebelum terjadinya pandemi. Perbedaan yang paling terlihat pada tempat merokok, dimana tadinya banyak mahasiswa UMJ yang memilih merokok di kampus saat sebelum pandemi kemudian beralih menjadi merokok di rumah ketika pemerintah menerapkan sistem PSBB guna menekan angka terjadinya covid-19. Tetapi bisa dilihat bahwa pandemi ini tidak mengubah proporsi dari merk rokok maupun harga rokok.</p> Mustakim Adinda Chairunnisa Hatta Amira Mhuthia Adila Alvira Damayanti Deviana Aninda Putri Dewi Risqan Marfiah Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 1 1 12 10.34305/jphi.v2i1.380 DETERMINAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA PUTRI https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/353 <p>Indonesia menjadi Negara dengan jumlah perokok remaja terbanyak di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku merokok pada remaja putri di SMAN 6 Jakarta tahun 2016. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain <em>case control.</em> Sampel penelitian ini berjumlah 63 remaja putri, Sampel kelompok kasus adalah remaja putri yang perokok (21 orang) dan sampel kelompok kontrol adalah remaja putri yang tidak perokok (42 orang). Pengumpulan data dengan kuesioner pada April 2016. Analisis yang dilakukan adalah univariat, bivariat dengan <em>Chi-Square</em>, dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara keyakinan (<em>p= </em>0,012), sikap (<em>p= </em>0,000), pekerjaan ibu (<em>p= </em>0,031), pekerjaan ayah (<em>p= </em>0,004), akses rokok (<em>p= </em>0,000), perilaku merokok saudara (kakak) (<em>p= </em>0,009), peran keluarga (<em>p= </em>0,021), teman perempuan perokok (<em>p= </em>0,000), teman laki-laki perokok (<em>p= </em>0,000) dengan perilaku merokok remaja putri. Hasil multivariat menunjukkan variabel akses rokok merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja putri.</p> Nia Musniati Retno Mardhiati Zulazmi Mamdy Hamdan Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 1 13 21 10.34305/jphi.v2i1.353 ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER KESEHATAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KUNINGAN PADA SAAT PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/345 <p>Tuberkulosis menjadi penyakit no.2 mematikan di dunia, maka perlu upaya strategi penyelesaian penyakit tersebut. Salah satunya program kemenkes RI yaitu Eliminasi TB 2030 yang meliputi penemuan aktif, kemitraan dan mobilisasi sosial (kegiatan investigasi kontak serta Penyuluhan TB) yang dilakukan oleh kader. Pada tahun 2020 di Kuningan ada 1.009 IK, menurun dibanding tahun 2019 ada 1.720 IK yang di laporkan. Kinerja kader mengalami penurunan karena dilihat dari jumlah kasus TB di Kabupaten Kuningan masih sebanyak 2.504 kasus yang diperkirakan hanya ditemukan sekitar 65.63% terduga kasus. Maka daripada itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan Kinerja Kader Kesehatan Tuberkulosis di Kabupaten Kuningan pada pada saat pandemi COVID-19 tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em>. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah kader kesehatan TB Kabupaten Kuningan sebanyak 65 orang kader (total sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner dan lembar kinerja melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji <em>chi-square</em> dan <em>rank spearman</em>. Sebanyak 64.6% kader memiliki kinerja yang kurang baik. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan antara kinerja denan umur (<em>P</em>=0.003), masa kerja (<em>P</em>=0.001), motivasi (<em>P</em>=0.010) dan sikap (<em>P</em>=0.001). Kemudian tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja dengan status pekerjaan (<em>P</em>=0.375) dan pendidikan (<em>P</em>=0.098). Tidak ada hubungan antara umur, pendidikan dan status pekerjaan dengan Kinerja kader. Adanya hubungan antara masa kerja, motivasi dan sikap dengan kinerja kader kesehatan. Perlu dilakukan pemeliharaan dan memotivasi kader kesehatan agar dapat meningkatkan kinerjanya, seperti penyegaran pengetahuan kader.</p> Sultonnur Rosid Fitri` Kurnia Rahim Fuad Hilmi Sudasman Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 1 22 37 10.34305/jphi.v2i1.345 PAPARAN INSTAGRAM DAN PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP POLA KONSUMSI FAST FOOD PADA REMAJA BERDASARKAN WILAYAH SEKOLAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/389 <p>Pola konsumsi <em>fast food </em>merupakan salah satu faktor penyebab masalah obesitas pada remaja yang semakin meningkat. Pola konsumsi <em>fast food </em>pada remaja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengaruh media sosial dan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan <em>Instagram </em>dan peran teman sebaya dalam pola konsumsi <em>fast food </em>pada remaja berdasarkan wilayah sekolah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kuningan Tahun 2018.<br />Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian sebanyak 89 orang siswa kelas XI yang berasal dari wilayah sekolah perkotaan (SMAN 2 Kuningan) dan 88 orang siswa kelas XI dari wilayah sekolah pedesaan (SMAN 1 Kadugede), diambil dengan menggunakan metode <em>proportionate stratified random sampling</em>. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis data dilakukan dengan uji <em>Chi-Square</em>.<br />Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi <em>fast food </em>pada remaja di wilayah sekolah pedesaan (23,9%) lebih tinggi dibandingkan wilayah sekolah perkotaan (23,6%). Remaja yang sering mengkonsumsi <em>fast food </em>karena paparan <em>Instagram </em>di wilayah sekolah perkotaan (85,7%) lebih tinggi dibandingan wilayah sekolah pedesaan (61,9%), sedangkan remaja yang sering mengkonsumsi <em>fast food </em>karena peran teman sebaya di wilayah sekolah perkotaan (52,4%) sama dengan wilayah sekolah pedesaan (52,4%). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa paparan <em>Instagram </em>mempunyai keterkaitan terhadap pola konsumsi <em>fast food </em>pada remaja, baik di wilayah sekolah perkotaan (<em>p</em>=0,002) maupun pedesaan (<em>p</em>=0,008), sedangkan peran teman sebaya tidak mempunyai keterkaitan terhadap pola konsumsi <em>fast food </em>pada remaja, baik di wilayah sekolah perkotaan (<em>p</em>=0,586) maupun pedesaan (<em>p</em>=0,08).<br />Ada pengaruh signifikan paparan <em>Instagram </em>terhadap pola konsumsi <em>fast food </em>pada remaja berdasarkan wilayah sekolah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kuningan. Diperlukan edukasi/penyuluhan antar teman sebaya yang berkaitan dengan penggunaan <em>Instagram </em>untuk hal-hal yang berdampak positif bagi kesehatan pada remaja.</p> Noviyanti Dewi Fitri Kurnia Rahim Icca Stella Amalia Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 1 38 49 10.34305/jphi.v2i1.389 FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI PUSKESMAS CIBEUREUM KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/331 <p>Angka kematian ibu merupakan indikator rendahnya keadaan ekonomi dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan antenatal dan obstetrik. Salah satu penyebab morbilitas dan mortalitas ibu dan janin adalah preeklamsia dengan angka kejadian sekitar 0,5% - 38,4%. Penyebab langsung kematian maternal di dominasi oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Cibeureum Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain <em>cross sectional </em>(potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 345 ibu hamil dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik <em>random size</em> sebanyak 223 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat Uji <em>Chi Square </em>dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik Berganda. Hasil uji <em>Chi Square</em> menunjukan terdapat hubungan antara usia ibu hamil (<em>p </em>= 0,004), jarak kehamilan (<em>p </em>= 0,045), riwayat penyakit kronis (<em>p </em>= 0,001) dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Kemudian tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan <em>(p </em>= 0,436), paritas <em>(p </em>= 0,630), obesitas (<em>p </em>= 246) dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara usia ibu hamil, jarak kehamilan dan Riwayat penyakit kronis dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Namun tidak terdapat hubungan antara tingkat Pendidikan, paritas dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil Trimester II dan III di Puskesmas Cibeureum Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Dengan begitu, diperlukannya penyuluhan tentang preeklampsia dan pentingnya kontrol kehamilan, membuat penjadwalan penyuluhan mengenai preeklampsia pada kehamilan, memberikan saran format pencatatan untuk data ibu hamil di puskesmas, dan pengadaan poster mengenai preeklampsia di Puskesmas dan Posyandu.</p> Abik Basyiar Mamlukah Dwi Nastiti Iswarawanti Lely Wahyuniar Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 1 50 60 10.34305/jphi.v2i1.331 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN PENGOBATAN SECARA TERATUR PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS HANTARA KABUPATEN KUNINGAN 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/330 <p>Prevalensi penyakit hipertensi di Jawa Barat sebesar 39,6%. Angka tersebut melebihi angka nasional yang hanya 34,11%. Kabupaten Kuningan memiliki prevalensi penyakit hipertensi yang cukup tinggi. Dari total laki-laki dan perempuan yang berusia produktif, terdapat 15,06% orang yang memiliki penyakit hipertensi dan hanya sebesar 38,33% yang memiliki kepatuhan melakukan pengobatan secara teratur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan teratur pada penderita hipertensi usia produktif di Puskesmas Hantara Kabupaten Kuningan 2020. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain <em>cross sectional </em>(potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 861 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik <em>disproportionate stratified random sampling</em> sebanyak 273 responden. Instrumen penelitian ini mengunakan <em>sfigmomanometer</em>, stetoskop dan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat Uji Korelasi <em>Rank Spearman. </em>Distribusi perilaku kepatuhan responden dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur didapatkan hasil sebanyak 109 orang (39,9%) diantaranya memiliki perilaku tidak patuh dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur, sedangkan 164 orang (60,1%) lainnya memiliki perilaku patuh dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur. Hasil uji korelasi <em>Rank Spearman, </em>terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (<em>p </em>= 0,000), tingkat pendidikan (<em>p </em>= 0,001), penghasilan (<em>p </em>= 0,001) dan jarak rumah responden ke Puskesmas (<em>p </em>= 0,010) dengan kepatuhan dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, penghasilan dan jarak rumah responden ke Puskesmas dengan kepatuhan dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Hantara Kabupaten Kuningan tahun 2020. Diharapkan penderita hipertensi agar teratur melakukan kontrol tekanan darah sesuai dengan anjuran dokter sehingga dapat meminimalisir terjadinya kemungkinan komplikasi.</p> Asikin Dewi Laelatul Badriah Rossi Suparman Susianto Susianto Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 1 61 75 10.34305/jphi.v2i1.330 PENGARUH INTERVENSI HEALTH BELIEF MODEL DAN SEFT TERAPI TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA KELOMPOK UPAYA KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT ROTUSU (ROKOK UNTUK SUSU DAN PROTEIN LAINNYA) DI KECAMATAN RANCAH 2020 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/322 <p>Dalam beberapa kajian penyakit tidak menular seperti hipertensi, jantung, stroke, diabetes mellitus, Penyakit Paru Obtruksif Kronis (PPOK) dan lain-lain berhubungan erat dengan gaya hidup seperti diet tidak seimbang, kurang aktifitas fisik atau olah raga dan perilaku merokok. Profil Puskesmas Rancah (2018) menunjukkan capaian rumah tangga berPHBS di Kecamatan Rancah pada 2017 yaitu 35,88%. Pada 2018 mengalami kenaikan yaitu 38,0%. Dari 10 indikator PHBS rumah tangga capaian terendah adalah indikator tidak merokok di dalam rumah. UPTD Puskesmas Rancah melakukan tindak lanjut intervensi masalah rokok pada Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan pembinaan PHBS rumah tangga melalui kegiatan pembentukan UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) ROTUSU (Rokok Untuk Susu dan Protein Lainnya) sejak tahun 2019. UKBM ROTUSU adalah salah satu upaya inovatif yang dilatarbelakangi oleh tingginya perokok di Kecamatan Rancah juga karena masih rendahnya konsumsi protein hewani di keluarga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan HBM dan SEFT Terapi terhadap perubahan perilaku merokok pada kelompok UKBM ROTUSU di Kec. Rancah 2020. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan rancangan penelitian <em>one group pre test and post test</em>. Populasi adalah anggota kelompok UKBM ROTUSU 2020 sebanyak 130 orang.Pengambilan sampel dengan total sampling yaitu 130 orang. Sampel diberikan perlakuan baru yaitu pendekatan interpersonal dengan HBM dan SEFT Terapi. Sebelum dan sesudah perlakuan diukur perilaku merokok terkait jumlah yang dikonsumsi. analisis bivariat menghasilkan pvalue 0,000 pada penerapan intervensi HBM dan pvalue 0,000 pada penerapan intervensi SEFT Terapi tehadap perilaku merokok anggota kelompok UKBM ROTUSU di Kec. Rancah 2020. Ada pengaruh intervensi HBM dan intervensi SEFT Terapi terhadap perilaku merokok pada kelompok UKBM ROTUSU di Kec. Rancah 2020. Intervensi SEFT Terapi terbukti lebih efektif dibandingkan dengan intervensi HBM.</p> Eni Desi Kaniawati Dewi Laelatul Badriah Lely Wahyuniar Susianto Susianto Ahmad Ropii Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 1 76 92 10.34305/jphi.v2i1.322 HUBUNGAN KETERATURAN MELAKSANAKAN SHALAT FARDHU DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DALAM MASA PANDEMI COVID-19 DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/328 <p>Pada tahun 2019 hingga saat ini tengah terjadi sebuah pandemi di berbagai negara termasuk Indonesia. Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan dari 10 orang mahasiswa 6 diantaranya mengalami stres pada saat menyusun skripsi dalam masa pandemi COVID-19. Shalat merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan mahasiswa dalam manajemen stres. Tujuannya untuk mengetahui hubungan keteraturan melaksanakan shalat fardu dengan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan yang sedang menyusun skripsi dalam masa pandemi COVID-19 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan 2021.<br />Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasinya adalah mahasiswa keperawatan yang sedang menyusun skripsi dalam masa pandemi COVID-19 dengan sampel 110 mahasiswa menggunakan teknik random sampling. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Dan uji statistik mengunakan <em>Rank Spearman. <br /></em>Analisis univariat diperoleh variabel keteraturan melaksanakan shalat fardu sebagian besar memiliki keteraturan cukup baik (51,8%), variabel tingkat stres hampir sebagian besar mengalami tingkat stres ringan (42,7%). Hasil uji statistik Rank Spearman menunjukan ada hubungan yang signifikan antara keteraturan melaksankan shalat fardu dengan tingkat stres (ρ-value sebesar 0,000 &lt; α=0,05 dan R = -0,444).<br />Terdapat hubungan antara keteraturan melaksankan shalat fardu dengan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan yang sedang menyusun skripsi dalam masa pandemi COVID-19 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan. Disarankan kepada mahasiswa agar melaksanakan shalat fardu secara teratur sebagai cara untuk mengatasi stres sehingga dapat meminimalisir terjadinya tingkat stres yang lebih berat pada saat menyusun skripsi.</p> Ronny Suhada Asti Dwi Fajrin Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 1 93 102 10.34305/jphi.v2i1.328