Hubungan gizi kurang dengan tahap perkembangan motorik kasar pada balita usia (1-5 tahun) di Desa Bojongkerta

Authors

  • Siti Haniva Destriani Fakultas Kesehatan, Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Ria Andriani Fakultas Kesehatan, Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Dhinny Novryanthi Fakultas Kesehatan, Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

DOI:

https://doi.org/10.34305/jphi.v4i01.805

Keywords:

Gizi Kurang, Perkembangan Motorik Kasar, Balita

Abstract

Latar Belakang: Isu prioritas di bidang kesehatan, tertinggi di Indonesia yaitu Angka Kematian Ibu (AKI). Kehamilan merupakan masa peralihan, yaitu masa antara kehidupan sebelum anak hadir dalam kandungan dan kehidupan selanjutnya setelah anak lahir.  Anemia pada ibu hamil atau yang biasa disebut sebagai potential danger to mother and child (potensial membahayakan ibu dan anak. Faktor penyebab anemia pada ibu hamil adalah karena ibu tidak memberikan asupan zat besi yang cukup setiap hari. Oleh karena itu, Fe harus diberikan pada ibu hamil untuk tujuan pencegahan dan pengobatan anemia defisiensi besi. Penggunaan tablet Fe dianggap sebagai cara yang efektif untuk mencegah anemia pada ibu hamil di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi anemia pada ibu hamil.

Metode: Menggunakan desain analisis metode kuantitatif analitik melalui pendekatan Cross-sectional. Teknik pengambilan sampling yaitu  total sampling, dengan jumlah populasi 58 orang.

Hasil: Berdasarkan hasil analisis, nilai koefisien B dan OR (odds ratio), dimana status ekonomi sebagai variabel memiliki nilai koefisien B (1,792) dan OR (0,167) paling tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa status Ekonomi merupakan variable yang paling dominan berhubungan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil.

Kesimpulan: Semua variabel berpengaruh dalam kejadian anemia pada ibu hamil, namun variabel yang dominan dalam mempengaruhi  kejadian anemia adalah faktor status ekonomi.

References

Astriana, W. (2017). Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas dan Usia The Occurrence Of Anemia In Pregnant Women Based On Parity And Age. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 123–130. http://ejournal.stikesaisyah.ac.id/index.php/jika/

Dewi, H. P., & Mardiana, M. (2021). Faktor Risiko Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Nusawungu Ii Cilacap. Journal of Nutrition College, 10(4), 285–296. https://doi.org/10.14710/jnc.v10i4.31642

Malayu S.P Hasibuan. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Khasanah, Y. U., & Sudilah. (2016). Gambaran Karakteristik Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sanden Bantul Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kebidanan, 4(2), 110–117.

Kemenkes RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015.Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018.

Kemenkes RI. 2019. Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta: Kemenkes RI.

Lily Yulaikhah, S. Si. (2019). Buku Ajaran Asuhan Kebidanan Kehamilan. 53(9). https://doi.org/10.24269/hsj.v6i2.1551

Noversiti, E. (2012). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil TM III Di Kota Padang. Penelitian,1–7. Http://repository.unand.ac.id/19948/ 1/JURNAL PENELITIAN.pd

Prawiharjo, S. (2014). Ilmu kebidanan. Yayasan Bina Sarwono Prawirohardjo.

Rahmawati, *, Stikes, *, & Hasanuddin, N. (2021). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Rskdia Pertiwi Makassar Info Artikel Abstrak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 16, 2302–2531.

Riskesdas, R. K. D. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil Riskesdas

Riskesdas. (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Diakses: 19 November 2022, dari http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%20

Ratnawati, A. T., Amdad, A., & Nurdiati, D. S. (2018). Upaya ibu hamil risiko tinggi untuk mencari layanan persalinan di puskesmas Waruroyo. Journal of Community Medicine and Public Health, 3, 67–71.

Septiasari, Y. (2019). Status Ekonomi Berperan Dalam Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Bernung Pesawaran Economic Status of Role in the Occurrence of Anemia in Pregnant Women At the Bernung Pesawaran Community Health Center. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 8(1), 14–19.

Setiawati, S., Wandinii, R., Wardiah, A., & Aryanti, L. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2013 (Vol. 8, Issue 2).

Tampubolon, R., Lasamahu, J. F., & Panuntun, B. (2021). Identifikasi Faktor-Faktor Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(4), 489–505. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i4.432

Zuiatna, D. (2021). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(3), 404–412. https://doi.org/10.33024/jkm.v7i3.4425

Downloads

Published

2023-12-01

How to Cite

Destriani, S. H., Andriani, R., & Novryanthi, D. (2023). Hubungan gizi kurang dengan tahap perkembangan motorik kasar pada balita usia (1-5 tahun) di Desa Bojongkerta. Journal of Public Health Innovation, 4(01), 93–101. https://doi.org/10.34305/jphi.v4i01.805
Abstract viewed = 56 times