HUBUNGAN FREKUENSI HENODIALISIS DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2019

  • Abdal Rohim STIKes Kuningan
  • Seli Sandia Fransiska

Abstract

Salah satu terapi bagi pasien gagal ginjal kronik yaitu hemodialisis, jumlah pasien gagal ginjal kronik di Indonesia 108.723 pasien, di Jawa Barat sejumlah sejumlah 28.495 pasien sedangkan di RSUD 45 Kuningan sebanyak 123 orang. Terapi hemodialisa ini akan berdampak pada psikologis pasien salah satunya adalah stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Frekuensi Hemodialisis dengan Tingkat Stres pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD 45 Kuningan Tahun 2019.

Penelitian ini berjenis deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Polulasi penelitian ini adalah seluruh pasien gagal gnjal kronik yang menjalani hemodialisis sebanyak 123. Sampel sebanyak 97 responden menggunakan teknik total sampling.  Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner DASS 42 dan lembar cheklist. Analisa univariat yang digunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Rank Spearman.

Hasil penelitian menunjukan bahwa (94,8%) responden dengan frekuensi hemodialisis 2 kali dalam seminggu dan (78,4%) responden mengalami stres ringan. Analisis Bivariat menunjukan (p-value = 0,232>0,05).

Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD 45 Kuningan tahun 2019. Pasien dapat lebih berserah diri kepada Allah SWT ketika menghadapi cobaan, lebih banyak beristighfar, lebih banyak berdzikir.

Published
2020-12-28
How to Cite
Rohim, A., & Fransiska, S. (2020). HUBUNGAN FREKUENSI HENODIALISIS DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2019. Journal of Public Health Innovation, 1(1). Retrieved from https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/223