Uji antimikroba salep ekstrak daun pisang ambon (musa paradisiaca var. Sapientum) untuk luka mencit diabetik yang terinfeksi bakteri staphylococcus epidermidis

Authors

  • Armi Armi Universitas Medika Suherman
  • Marselina Marselina Ilmu Farmasi Klinik, Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Salma Hilmy Rusydi Hashim Ilmu Farmasi Klinik, Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • La Ode Muhammad Anwar Ilmu Farmasi Klinik, Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Masita Sari Dewi Ilmu Farmasi Klinik, Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

DOI:

https://doi.org/10.34305/jnpe.v4i1.958

Keywords:

Staphylococcus epidermidis, salep, ekstrak daun pisang ambon, antimikroba

Abstract

Latar Belakang: Ekstrak daun pisang ambon terdapat adanya senyawa flavonoid dan saponin, steroid yang berfungsi sebagai antimikroba dan mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum dengan infeksi bakteri Staphylococcus epidermidis. Staphylococcus epidermidis adalah jenis bakteri gram positif yang tidak memproduksi koagulase dan membentuk koloni dan merupakan salah satu penyebab timbulnya ulkus pada luka diabetes. Bakteri ini juga memiliki sifat positif dalam pengujian katalase dan mampu bertahan dalam lingkungan anaerobik dengan kemampuan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan anti-bakteri yang dimiliki daun pisang ambon terhadap Staphylococcus epidermidis dan mencari konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut.

Metode: Jenis penelitian eksperimental secara kuantitatif dengan populasi dan sampel meliputi koloni Staphylococcus epidermidis. Pengujian bakteri dilakukan dengan menerapkan metode disc diffusion dengan cara ekstraksi tanaman, purifikasi ektrak, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri.

Hasil: Hasil uji Konsentrasi 15% salep ektrak daun pisang ambon menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi 10% dan 20%.

Kesimpulan: Salep ekstrak daun pisang ambon 15% dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis.dengan zona hambat 2,33 mm.

Saran: : Memperhatikan faktor yang dapat mempengaruhi zona hambat seperti pembuatan media dan inkubasi bakteri, agar hasilnya lebih baik lagi dalam melakukan uji antimikroba.

References

Andryanto, S., D. (2021). Daun Pisang Bukan Hanya Bungkus Lontong, Bisa Jadi Bahan Hand Sanitizer Juga.

Bayu Febram Prasetyo, Ietje Wientarsih, B. P. P. (2010). Aktivitas Sediaan Gel Ekstrak Batang Pohon Pisang Ambon dalam Proses Penyembuhan Luka pada Mencit. Jurnal Veteriner, 11(2), 70–73.

Berger-Bachi, B. (2002). Resistance mechanisms of gram-positive bacteria. International Journal of Medical Microbiology: IJMM, 292(1), 27–35. https://doi.org/https://doi.org/10.1078/1438-4221-00185

Brown, M. M., & Horswill, A. R. (2020). Staphylococcus epidermidis—Skin friend or foe? PLOS Pathogens, 16(11). https://doi.org/https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1009026

Darmasiwi, S., Aramsirirujiwet, Y., & Kimkong, I. (2022). Antibiofilm activity and bioactive phenolic compounds of ethanol extract from the Hericium erinaceus basidiome. Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research, 13(2), 111–116. https://doi.org/https://doi.org/10.4103/japtr.japtr_1_22

Gunawan SG, Setiabudy R, N. (2012). Farmakologi dan terapiFarmakologi dan terapi. Gaya Baru.

Kapoor, G., Saigal, S., & Elongavan, A. (2017). Action and resistance mechanisms of antibiotics: A guide for clinicians. Journal of Anaesthesiology, Clinical Pharmacology, 33(3), 300–305. https://doi.org/https://doi.org/10.4103/joacp.JOACP_349_15

Krause, K. M., Serio, A. W., Kane, T. R., & Connolly, L. E. (2016). Aminoglycosides: An Overview. Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine, 6(6). https://doi.org/https://doi.org/10.1101/cshperspect.a027029

Lee, E., & Anjum, F. (2023). Staphylococcus epidermidis Infection. StatPearls Publishing. https://doi.org/http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563240/

Maida Surah dkk. (2019). Aktivitas Antibakteri Amoksisilin Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Bakteri Gram Negatif. Jurnal Pijar MIPA, 14(3). https://doi.org/10.29303/jpm.v14i3.1029

Munita, J. M., Bayer, A. S., & Arias, C. A. (2015). Evolving resistance among Gram-positive pathogens. Clinical Infectious Diseases: An Official Publication of the Infectious Diseases Society of America, 61 Suppl 2(suppl 2), 48–57. https://doi.org/https://doi.org/10.1093/cid/civ523

Nisa, O., N., L. (2017). Uji Stabilitas Pada Gel Ekstrak Daun Pisang (Gelek Usang). University Research Colloquium, 223–227.

Nur J, Z. D. (2013). Bioaktivitas getah pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var.sapientum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeroginosa dan Escherichia coli.

Oktavia, F. D., & Sutoyo, S. (2021). Skrining Fitokimia, Kandungan Flavonoid Total, Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Tumbuhan Selaginella doederleini. Jurnal Kimia Riset, 6(2). https://doi.org/https://doi.org/10.20473/jkr.v6i2.30904

Pothavorn, P., Kitdamrongsont, K., Swangpol, S., Wongniam, S., Atawongsa, K., Savasti, J., & Somana, J. (2010). Sap phytochemical compositions of some bananas in Thailand. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 58(15), 8782–8787. https://doi.org/https://doi.org/10.1021/jf101220k

Rao., U.S, Mahadeva, Mohd, K., Muhammad, A., Ahmad, B., Mohamad, M., & Mat, R. (2014). Taxonomical, Phytochemical and Pharmacological Reviews of Musa sapientum var. Paradisiaca. Research Journal of Pharmacy and Technology, 7, 1356–1361.

Septina, Y., Nurasiah, A., & Oktapiani, T. (2023). Efektivitas pemberian puding Aloe Vera terhadap kadar gula darah pada wanita menopause penderita Diabetes Mellitus. Journal of Nursing Practice and Education, 3(2), 128–136.

Suharsimi Arikunto. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Downloads

Published

2023-12-01

How to Cite

Armi, A., Marselina, M., Hashim, S. H. R., Anwar, L. O. M., & Dewi, M. S. (2023). Uji antimikroba salep ekstrak daun pisang ambon (musa paradisiaca var. Sapientum) untuk luka mencit diabetik yang terinfeksi bakteri staphylococcus epidermidis. Journal of Nursing Practice and Education, 4(1), 162–168. https://doi.org/10.34305/jnpe.v4i1.958
Abstract viewed = 149 times