Hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu tentang menu gizi seimbang dengan kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan

Authors

  • Yona Septina Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
  • Ai Nurasiah Program Studi S1 Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
  • Rena Rosdiana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

DOI:

https://doi.org/10.34305/jnpe.v4i1.948

Keywords:

Pendidikan, Pengetahuan, Stunting

Abstract

Latar Belakang : Balita merupakan kelompok yang rawan mengalami masalah gizi, salah satunya stunting. Salah satu penyebab stunting adalah pola asuh ibu terhadap balitanya. Pola asuh ibu terkait dengan tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu. Ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih sulit menerima informasi daripada ibu dengan tingkat pendidikan tinggi. Pengetahuan yang kurang dapat menjadikan pola asuh ibu kurang sehingga memengaruhi kejadian stunting pada balita. Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu tentang menu gizi seimbang dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan.

Metode : Jenis Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh ibu yang memiliki balita stunting usia 24-59 bulan sebanyak 132 orang. Analisis data bivariat menggunakan uji spearman rank.

Hasil : Hasil analisis univariat didapatkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan rendah yaitu sebanyak 69 orang (52,3%), sebagian besar tingkat pengetahuan responden baik yaitu 72 orang (54,5%), dan angka kejadian stunting sebagian besar pada kategori pendek yaitu 75 orang (56,8%). Analisis bivariat didapatkan ada hubungan pendidikan dengan kejadian stunting dengan nilai p-value 0,011, ada hubungan pengetahuan dengan kejadian stunting dengan nilai p-value 0,032.

Pembahasan : Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari.

Simpulan : Ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan.

References

Almatsier. (2014). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Arikunto. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi. Jakarta : Rineka Cipta.

Atikah. (2018). Study Guide- Stunting dan Upaya Pencegahannya. Yogyakarta: CV Mine.

Badriah. (2019). Metodologi Penelitian Ilmu-ilmu Kesehatan. Bandung: Multazam.

Budiharto. (2013). Pengantar Ilmu perilaku Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta : EGC.

Dakhi. (2018). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pendidikan, Dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 6-23 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jati Makmur Binjai Utara. Karya Ilmiah, Politeknik Kesehatan Medan.

Dora. (2015). Hubungan Stunting Sosial. Jakarta : Rineka Cipta.

Fikawati. (2017). Gizi Anak dan Remaja. Depok: Rajawali Pers.

Gibson. (2013). Principle of Nutritional Assessment. New York : Oxford University Press, Inc.

Harmoko. (2017). Menuju Masyarakat Sadar Stunting. Https://beritagar.id/artikel/gaya-Hidup/menuju-Masyarakat-Sadar-Stunting.

Hidayat. (2016). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta : Salemba Medika.

Hasnawati. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-59 bulan. Jurnal Pendidikan Keperawatan Dan Kebidanan, 01 (1), 2021, 7-12.

Husnaniyah, D., Yulyanti, D., & Rudiansyah, R. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kejadian Stunting. The Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 57–64.

Kemenkes. (2018). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan : Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Pusdatin Kementerian Kesehatan RI.

Jonathan. (2018). Riset Akuntansi Menggunakan SPSS. Bandung : Graha Ilmu.

Kemenkes. (2014). Situas dan Analisis ASI Ekslusif. Jakarta : Infodatin.

MenkoKesra. (2013). Penyebab Stunting. Http://repository .unimus.ac.id/17 94/3/ BAB%20II. Pdf [29 Februari 2020].

Mustamin, Ramlan, A., & Budiawan, B. (2018). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Provinsi Sulawesi Selatan. Media Gizi Pangan, 25(1), 25–32.

Noer, E. R., & Hestuningtyas, T. R. (2014). Pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan, sikap, praktik ibu dalam pemberian makan anak, dan asupan zat gizi anak stunting usia 1-2 tahun di Kecamatan Semarang Timur. Diponegoro University.

Notoatmodjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo. (2014). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Novayeni, M. (2014). Hubungan asupan energi dan protein dengan status gizi balita di Kelurahan Tamamaung. Http://repository.unhas.ac.id.

Pusdatin. (2016). Upaya intervensi gizi spesifik pada 1000 hari pertama kehidupan. Http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/situasi-Balita-Pendek-2016.pdf [28 Februari 2020].

Putra. (2016). Pengaruh BBLR terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-60 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh pada Tahun 2015. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Andalas.

Putro. (2017). Buku Saku Desa Penanganan Stunting. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Jakarta : EGC.

Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A.O, Rahman, F., dan Rosadi, D. 2016. Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pendek Pada Anak Usia 6-24 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. KEMAS 11 (2) (2016) xx-xx. ISSN 1858-1196

Riskesdas. (2018). Status Gizi anak Balita Indonesia. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Riyanto. (2013). Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.Rahmi. (2016). Pertumbuhan dan Perkembangan Balita. In Public Health.

Rosary. (2013). Hubungan diare dengan status gizi balita di kelurahan lubuk buaya kecamatan koto tangah kota padang. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 2 No. 3. Http://Jurnal.Fk.Unand.Ac.Id.Pdf.

Sapoertra. (2015). Ilmu Gizi. Jakarta : Rineka Cipta.

Sembiring. (2017). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, Anak Pra Sekolah. Yogyakarta: Deepublish.

Sudigdo. (2014). Dasar – dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta : Sagung Seto.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.

Sulistyoningsih. (2015). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Syafrizar. (2018). Ilmu Gizi. Malang : Wineka Media.

Trihono. (2015). Pendek (stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Badan Penelitian dan pengembangan Kesehatan. Jakarta : EGC.

UNICEF. (2015). Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak. Jakarta: UNICEF Unite For Children

Downloads

Published

2023-12-01

How to Cite

Septina, Y., Nurasiah, A., & Rosdiana, R. (2023). Hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu tentang menu gizi seimbang dengan kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan. Journal of Nursing Practice and Education, 4(1), 156–161. https://doi.org/10.34305/jnpe.v4i1.948
Abstract viewed = 102 times