Analisis tingkat pemahaman relawan penanggulangan bencana (non medis) terhadap manajemen pencegahan dan pengendalian infeksi di lokasi pengungsian tahun 2022

Authors

  • Emmelia Kristina Hutagaol Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Ice Marini Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Afif Wahyudi Hidayat Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Medika Suherman

DOI:

https://doi.org/10.34305/jnpe.v3i2.752

Keywords:

Pemahaman manajemen pencegahan penyakit dan pengendalian infeks (PPI), Relawan penanggulangan bencana (non medis)

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan penyakit di Indonesia saat ini terjadi transisi epidemiologi yaitu belum tertanganinya penyakit menular namun terjadi peningkatan penyakit tidak menular. Penyakit dapat dicegah dengan adanya pemeliharaan Kesehatan dan salah satunya ada hidup bersih. Pada lokasi bencana alam lingkungan yang bersih sulit di wujudkan, namun dengan peran serta berbagai pihak termasuk masyarakat lingkungan yang bersih dapat dicapai.

Pemahaman tentang manajemen pencegahan penyakit dan pengendalian infeksi merupakan hal yang penting  bagi petugas (pemerintah maupun non pemerintah)  dan juga masyarakat untuk pencegahan terjadinya wabah penyakit termasuk dalam situasi bencana.

Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif korelasional dengan mencari tahu hubungan tingkat pengetahuan dan nal. untuk melaksanakan manajemen pengendalian nfeksi para relawan (non medis) di lokasi bencana. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectioanal. Pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling dengan menyebarkan google form selama dua minggu pada para relawan penanggulangan bencana dengan kriteria inklusi sebagai berikut: berdomisili di pulau Jawa dan minimal 3 kali telah ikut dalam penanggulangan bencana dan/atau  minimal pernah 1 kali mengikuti latihan kebencanaan.

Hasil: Dari 164 responden dapat disimpulkan bahwa sebanyak 69,5% responden memiliki tingkat pemahaman, 55,5% memiliki tingkat empati yang rendah, 63,4% memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang manajemen pencegahan penyakit dan pengendalian infeksi di lokasi bencana. Faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman manajamen pencegahan penyakit dan pencegahan infeksi relawan penangggulangan bencana (non medis) adalah usia, pendidikan, pengalaman menjadi relawan dan pendidikan.Sementara tingkat empati,komitmen, tingkat pengorbanan, status pernikahan dan pekerjaan tidak mempengaruhi tingkat pemahaman para relawan tentang manajemen penyakit dan pengendalian infeksi.

Kesimpulan: Tingkat pemahaman manajemen pencegahan penyakit dan pengendalian infeksi di pengaruhi oleh usia, pendidikan, dan pengalaman relawan. Motivasi relawan penanggulangan bencana yang diukur  dari nilai  pengorbanan, nilai empati,nilai komitmen, status pernikahan dan status pekerjaan tidak mempengaruhi tingkat pemahaman para relawan tentang manajemen penyakit dan pengendalian infeksi

Saran: Penelitian tentang tingkat pemahaman relawan penanggulangan bencana (non medis) ini merupakan penelitian dan mengambil sampel di Pulau Jawa, namun tidak merepresentasikan para relawan di seluruh Indonnesia. Penulis menyarankan dilakukan penelitian lanjutan sehingga mendapat gambaran yang lebih akurat tentang kondisi para relawan penanggulangan bencana di Indonesia guna pengambilan kebijakan dalam upaya peningkatan derajat Kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

References

BNPB. (2014). National Disaster Management Plan 2015-2019. Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2015-2019 Ringkasan Eksekutif, 1–115. https://www.bnpb.go.id//uploads/renas/1/BUKU RENAS PB.pdf

Darmastuti, R., & Sari, D. K. (2011). Kekuatan Kearifan Lokal Dalam Komunikasi Kesehatan. Jurnal KOMUNIKATOR, 3(2), 233–244.

Data korban Covid-19 https://covid19.go.id/id. Diakses tagngal 20 April 2023

Data Bencana di Indonesia https://gis.bnpb.go.id/. Diakses tanggal 18 Mei 2023

Depkes RI. (2001). Standar Minimal Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana Dan Penanganan Pengungsi. Rineka Cipta.

Emmelia Kristina, U. M. S. (2022). Health Policy Analysis : Implementation of Self- Isolation Policy Covid-19 Patient in Cikarang Community Bekasi Regency. 6(3), 232–239.

Fajriah, S. N., Munir, R., & Lestari, F. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Dengan Kepatuhan Ibu Melaksanakan Imunisasi Dasar Pada Bayi 1-12 Bulan. Journal of Nursing Practice and Education, 2(1), 33–41. https://doi.org/10.34305/jnpe.v2i2.460

Haris, R. A. (2018). Motivasi Pelayanan Publik (Public Service Motivation) Dalam Peningkatan Kinerja Sektor Publik. Public Corner, 34–51. https://ejournalwiraraja.com/index.php/FISIP/article/view/461%0A

Igo Cahya Negara dan Agung Prabowo. (2018). Penggunaan Uji Chi-Square Untuk Mengetahui Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Umur Terhadap Pengetahuan Mengenai HIV-AIDS Di Provinsi DKI Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Buku Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular dan Keracunan Pangan (Pedoman Epidemiologi Penyakit). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Edisi Revi(2017), 1–251.

K(UMS), E., & Hutagaol, K. (2019). ISSN 2716-2745 Masalah Kesehatan Dalam Kondisi Bencana : Peranan Petugas Kesehatan Partisipasi Masyarakat Health Problems In Disaster Conditions : Role Of Community Participation Health Officers. 1.

Kurniawan, H., Rahayu, S., Negeri Purwokerto, I., & Al Falah Ujung Menteng Jakarta Timur, M. (n.d.). Pemeranan dan Internalisasi Karakter Integritas Dalam Pelayanan Literasi Masyarakat. INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi, 6(2), 341–354. https://doi.org/10.32697/integritas.v6i2.680

Merina Widyastutui dkk. (2021). Motivasi dan Pengetahuan Relawan Tentang Penanggulangan Bencana. Ilmu Keperawatan Stikes Hang Tuah Surabaya, P-ISSN 2085(E-ISSN 2598-1021).

Ni’mah, C., Muniroh, L., Gizi, D., Fakultas, K., & Masyarakat, K. (n.d.). Hubungan Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan Dan Pola Asuh Ibu Dengan Wasting Dan Stunting Pada Balita Keluarga Miskin.

Per, U. (2022). Analisis Data Covid-19 Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. (n.d.).

Purbadewi, L., Noor, Y., Ulvie, S., Fakultas, S. G., Keperawatan, I., & Kesehatan, D. (n.d.). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. http://jurnal.unimus.ac.id

Susilo, A., Jasirwan, C. O. M., Wafa, S., Maria, S., Rajabto, W., Muradi, A., Fachriza, I., Putri, M. Z., & Gabriella, S. (2022). Mutasi dan Varian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 9(1), 59. https://doi.org/10.7454/jpdi.v9i1.648

Tumenggung, I. (2017). Masalah Gizi Dan Penyakit Menular Pasca Bencana. Health and Nutritions Journal, III / ISSN(Masalah Gizi dan Penyakit Menular Pasca Bencana), 1–9.

Utami, H. N., & Mubasyiroh, R. (2019). Masalah Gizi Balita Dan Hubungannya Dengan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (Nutritional Problems Among Underfive Children and It’S Relationship With Public Health Development Index). Jurnal Penelitian Gizi Dan Makanan, 42(1), 10.

Widayatun, & Fatoni, Z. (2013). Permasalahan Kesehatan dalam Kondisi Bencana:Peran Petugas Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat (Health Problems in a Disaster Situation : the Role of Health Personnels and Community Participation). Jurnal Kependudukan Indonesia, 8(1), 37–52.

Downloads

Published

2023-06-01

How to Cite

Hutagaol, E. K., Marini, I., & Hidayat, A. W. . (2023). Analisis tingkat pemahaman relawan penanggulangan bencana (non medis) terhadap manajemen pencegahan dan pengendalian infeksi di lokasi pengungsian tahun 2022. Journal of Nursing Practice and Education, 3(2), 197–204. https://doi.org/10.34305/jnpe.v3i2.752
Abstract viewed = 449 times