Journal of Midwifery Care https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc <p>Journal of Midwifery Care Is an open-access journal (e-journal) that publishes scientific work for health practitioners and researchers. The focus and scope of the journal include antenatal care, intranatal care, postnatal care, newborns, preschoolers, teens, reproductive health, family planning, emergencies, complementary midwifery. Articles from this journal are published every six months, namely in June and December (2 issues per year) and are developed by the Kuningan Institute of Health Sciences Research. The editorial team of the Journal of Midwifery Care welcomed and invited researchers from across the archipelago to submit their papers (original research articles, systematic reviews, and case studies) to be published in this journal.</p> Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi en-US Journal of Midwifery Care 2774-4167 <p>Penulis yang mempublikasikan di jurnal kami setuju dengan syarat-syarat berikut:</p> <p>Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan Jurnal&nbsp;Ilmu Kesehatan Bhakti Husada hak dari publikasi pertama dengan karya yang secara serentak dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International yang memungkinkan orang lain untuk melakukan perubahan, menyesuaikan dan membangun karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi awal dalam Jurnal . Penulis diizinkan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi di jurnal kami.</p> FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI BPM SRI PUSPA KENCANA AMD.KEB DI KABUPATEN BOGOR https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc/article/view/364 <p>Ketuban Pecah Dini (KPD)yaitu pecahnya ketuban yang terjadi sebelum waktunya yaitu kurang dari 37minggu dari usia kehamilan.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor hubungan KPD dengan Paritas,Jumlah Cairan ketuban,Kelainan Letak,dan Usia Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan menggunakan Rekam Medis data yang di ambil sebanyak 157 wanita melahirkan dengan 32 KPD dan 125 Tidak KPD dari kedua kelompok tersebut dicari hubungan dengan hasil penelitian didapatkan hasil yang mengalami KPD dan Tidak KPD.dengan hasil penelitian Tidak Adanya hubungan antara Paritas dengan KPD , Tidak ada hubungan antara Jumlah Cairan Ketuban dengan KPD, Adanya hubungan antara Kelainan Letak Dengan KPD, Tidak ada hubungan antara Usia dengan kejadian KPD. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan ilmu pengetahuan pada ibu hamil khususnya tanda bahaya pada kehamilan menjelang persalinan untuk mendeteksi terjadinya Ketuban Pecah Dini.</p> Dhinda Fitri Puspita Kiki Novianty Annisa Fitri Rahmadini Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 01 1 10 10.34305/jmc.v2i01.364 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI POSYANDU BLOK CIPEUCANG II DESA TALAGAWETAN UPTD PUSKEMAS TALAGA KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc/article/view/356 <p>Kesehatan anak merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan kesehatan suatu bangsa, terutama di masa pandemi Covid-19. Blok Cipeucang II Desa Talagawetan UPTD Puskemas Talaga Kabupaten pada tahun 2020 merupakan salah satu blok dengan balita yang mengalami gizi burk paling tinggi yaitu sebanyak 4 balita (4,9%) dan balita yang gizi kurang sebanyak 14 balita (17,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita pada masa pandemi Covid-19 di Posyandu Blok Cipeucang II Desa Talagawetan UPTD Puskemas Talaga Kabupaten Majalengka tahun 2021.</p> <p>Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross sectional. </em>Jumlah sampelnya adalah seluruh ibu yang mempunyai anak balita di Posyandu Blok Cipeucang Desa Talagawetan UPTD Puskemas Talaga Kabupaten Majalengka sebanyak 90 orang (total sampling). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariatnya dengan uji <em>chi square</em>.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil (21,1%) status gizi balita pada masa pandemi Covid-19 adalah gizi kurang dan kurang dari setengah (33,3%) ibu balita adalah berpengetahuan kurang baik. Ada hubungan pengetahuan Ibu dengan Status Gizi Balita pada Masa Pandemi Covid-19 di Posyandu Blok Cipeucang II Desa Talagawetan UPTD Puskemas Talaga Kabupaten Majalengka tahun 2021 (<em>r</em><em> value</em> = 0,037).</p> <p>Upaya untuk mencegah gangguan gizi pada balita, maka petugas kesehatan bekerja sama dengan kader untuk melaksanakan kegiatan posyandu secara rutin setiap bulan, memotivasi ibu untuk membawa anaknya ditimbang ke posyandu, memberikan penyuluhan kepada ibu untuk memberikan makanan kepada anak sesuai jumlah, jadwal dan jenisnya.</p> Yeti Yuwansyah Ayu Idaningsih Farida Fitriani Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 01 11 23 10.34305/jmc.v2i01.356 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG GOLDEN PERIOD PADA ANAK BATITA DI POSYANDU DESA GARAJATI KECAMATAN CIWARU 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc/article/view/352 <p><em>Golden Period</em> adalah masa disaat otak bayi mengalami perkembangan yang paling cepat. Kader sebagai salah satu ujung tombak kesehatan masyarakat di Desa bertugas menjadi jembatan antara masyarakat dengan petugas kesehatan, harus memiliki pengetahuan tentang kesehatan salah satunya tentang <em>Golden Period</em> pada tumbuh kembang anak batita. Hasil studi pendahuluan dari 5 orang kader terdapat 3 orang yang belum mendapat informasi khusus tentang <em>golden period</em>, 2 kader berpendidikan SMP dan 1 orang berpendidikan SMA yang semuanya berusia lebih dari 35 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan kader tentang <em>golden period</em>.</p> <p> Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua kader posyandu Desa Garajati sebanyak 30 orang dengan teknik <em>total sampling</em>, instrument yang digunakan adalah kuesioner. Rancangan analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik <em>rank spearman</em>.</p> <p> Kader sebagian besar berpendidikan SLTA/SMA 16 orang (53,3%), sebagian besar kader berusia diatas 35 tahun 24 orang (80,0%), sebagian besar kader mendapatkan informasi dari media elektronik sebanyak 19 orang (63,3%), Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan kader dengan nilai koefisien korelasi 0,692. Tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan karena nilai koefisien korelasi 0,102 yang berarti tidak ada korelasi antara usia dan pengetahuan. Terdapat hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan kader posyandu dengan nilai koefisien korelasi 0,396.</p> <p> Kader Posyandu diharapkan lebih antusias dalam mencari informasi tentang <em>Golden Period</em> pada tumbuh kembang anak batita sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang <em>golden period</em> pada anak batita.</p> <pre id="tw-target-text" class="tw-data-text tw-text-large XcVN5d tw-ta" dir="ltr" data-placeholder="Terjemahan"><span class="Y2IQFc" lang="en">The Golden Period is the time when the baby's brain develops the fastest. Cadres as one of the spearheads of public health in the village are tasked with being a bridge between the community and health workers, they must have knowledge about health, one of which is about the Golden Period on the growth and development of toddlers. The results of the preliminary study of 5 cadres, there are 3 people who have not received special information about the golden period, 2 cadres with junior high school education and 1 person with high school education, all of whom are more than 35 years old. The purpose of this study was to identify factors related to the knowledge of cadres about the golden period. The type of research used is correlational design analytic. The population of this study were all posyandu cadres of Garajati Village as many as 30 people with total sampling technique, the instrument used was a questionnaire. The data analysis design used was univariate analysis and bivariate analysis with Spearman rank statistical test. Most cadres have high school/high school education 16 people (53.3%), most cadres over 35 years old 24 people (80.0%), most cadres get information from electronic media as many as 19 people (63.3%), The results of this study there is a relationship between education and knowledge of cadres with a correlation coefficient of 0.692. There is no relationship between age and knowledge because the correlation coefficient value is 0.102, which means there is no correlation between age and knowledge. There is a relationship between the source of information and knowledge of posyandu cadres with a correlation coefficient of 0.396. Posyandu cadres are expected to be more enthusiastic in seeking information about the Golden Period in toddlers' growth and development so that they can increase cadres' knowledge about the golden period in toddlers.</span></pre> Dinda Nur Azizah Dewi Laelatul Badriah Nova Winda Setiati Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 01 24 33 10.34305/jmc.v2i01.352 HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN PENGETAHUAN TENTANG IMUNISASI TETANUSTOXOID DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI TETANUS TOXOID PADA IBU HAMIL TRIMESTER III https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc/article/view/361 <p>Cakupan imunisasi TT di Indonesia masih tergolong cukup rendah, ini dapat dilihat dengan jumlah ibu hamil sebanyak 5.290.235 yang melakukan TT1 sebanyak 1.239.173 (23,4%) dan untuk TT2 sebanyak 1.155.907 (21,8%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan paritas dan pengetahuan tentang imunisasi <em>Tetanus Toxoid </em>dengan kelengkapan imunisasi <em>Tetanus Toxoid </em>pada ibu hamil trimester III di BPM Ida Ningsih Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode <em>deskriptif analitik </em>dengan desain pendekatan <em>Cross-sectional</em>, kemudian data diolah dengan menggunakan uji <em>chi square</em>. Populasi ibu hamil yang melakukan imunisasi TT di BPM Ida Ningsih Tahun 2021 sebanyak 107 ibu hamil yang diberikan imunisasi TT 1 sebanyak (36.2 %) ibu hamil dan TT 2 sebanyak (26,9%). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 orang responden. Hasil uji statistik diperoleh nilai p <em>value </em>= 0,002 (p&lt;α) maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara Paritas dengan Kelengkapan Imunisasi <em>Tetanus Toxoid</em>, dan diperoleh nilai p <em>value </em>= 0,006 (p&lt;α) maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara Pengetahuan Tentang Imunisasi <em>Tetanus Toxoid </em>dengan Kelengkapan Imunisasi <em>Tetanus Toxoid </em>pada Ibu Hamil Trimester III di BPM Ida Ningsih Tahun 2021. Saran dalam penelitian ini adalah hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dan masukan bagi petugas kesehatan dalam memberikan penyuluhan di BPM Ida Ningsih Tahun 2021.</p> Wilda Nur Azizah Shanti Ariandini Annisa Fitri Rahmadini Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 01 34 44 10.34305/jmc.v2i01.361 GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA MELINDUNGI DIRI DALAM MASA AKB (ADAPTASI KEBIASAAN BARU) DI ERA NEW NORMAL COVID-19 BERDASARKAN SUMBER INFORMASI DI POSYANDU MAWAR DESA SUKAHARJA 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc/article/view/346 <p>Ibu hamil tercatat salah satu kelompok rentan risiko terinfeksi covid-19 dikarenakan pada masa kehamilan terjadinya perubahan fisiologi yang mengakibatkan penurunan kekebalan parsial. Data sebaran covid-19 pada 30 Januari 2021 di Kabupaten Kuningan menyebutkan bahwa kasus covid-19 di Kabupaten Kuningan jumlahnya yaitu sebanyak 339 pasien positif yang sedang melakukan karantina, total penderita yang sembuh yaitu sebanyak 2379 jiwa, dan kasus meninggal dunianya sebanyak 52 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya melindungi diri dalam masa AKB di era new normal covid-19 berdasarkan sumber informasi di Posyandu Mawar Desa Sukaharja 2021.</p> <p>Jenis penelitian ini deskriptif dengan rancangan observasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil di Desa Sukaharja, teknik pengambilan sampling menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh ibu hamil yang berjumlah 30 orang. Instrument yang digunakan dengan menggunakan kuesioner dan lembar checklist dan analisis data menggunakan analisis univariat.</p> <p>Hasil penelitian diketahui bahwa dari 30 ibu hamil sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 17 orang (56,7%), sebagian besar ibu hamil mendapatkan informasi televisi melalui berita sebanyak 18 orang (60%), sedangkan yang memiliki pengetahuan dari sumber informasi internet facebook sebanyak 17 orang (56,7%), ibu hamil yang memiliki pengetahuan dari sumber informasi tenaga kesehatan bidan yaitu 14 orang (46,7%), dan yang memiliki pengetahuan dari sumber informasi keluarga yaitu suami sebanyak 19 orang (63,3%).</p> Aina Awaliah Dewi Laelatul Badriah Nova Winda Setiati Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 01 45 53 10.34305/jmc.v2i01.346 HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN LAMA WAKTU LEPAS TALI PUSAT PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA LEBIH DARI SATU BULAN DI BPM MILNA CORVIANA, AMD. KEB KABUPATEN BOGOR TAHUN 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc/article/view/362 <p>Menurut <em>World Health Orgnization</em> (WHO) angka kematian bayi pada tahun 2017 sebanyak 29 kematian per 1000 kelahiran hidup. Di Indonesia AKB terdapat 32 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian bayi di Indonesia adalah bayi berat lahir rendah (BBLR) 29%, asfiksia 27%, trauma lahir, tetanus neonatarum, infeksi lain, dan kelainan kongenital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perawatan tali pusat dengan lama waktu lepas tali pusat pada ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 1 bulan di BPM Milna Corviana, Amd. Keb tahun 2021. Jenis Penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan populasi sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Hasil penelitian ibu yang melakukan perawatan tali pusat sesuai standar sebanyak 24 0rang (80,0%) yang tidak sesuai standar 6 orang (20,0%), lama waktu lepas tali pusat &lt; 10 hari sebanyak 22 (73,3%) yang &gt; 10 hari sebanyak 8 (26,7%). Hasil uji statistic diperoleh (<em>p</em> value = 0.000) &lt; (<em>a </em>= 0,05) dan OR = 35,000. Maka dapat disimpilkan terdpat hubungan antara perawatan tali pusat dengan lama waktu lepas tali pusat. Diharapkan dapat menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam perawatan tali pusat bayi.</p> Hana Ibtihaj Nur Nabila Imas Nurjanah Lela Zakiah Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 01 54 60 10.34305/jmc.v2i01.362 HUBUNGAN PENYEDIAAN RUANG ASI DAN PEMANFAATANNYA TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI UNIVERSITAS ALMUSLIM BIREUEN-ACEH https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc/article/view/386 <p>Capaian ASI Eksklusif tahun 2020 di Kabupaten Bireuen menunjukkan&nbsp; penurunan yang sangat signifikan&nbsp; dari 47% pada tahun 2019 turun menjadi 39 % pada tahun 2020 (Dinkes Bireuen, 2021) sedangkan data capaian Puskesmas Peusangan berjumlah 115 kasus dari 284 sasaran (PKM Peusangan, 2021). Tujuan Penelitian&nbsp; ini untuk mengetahui hubungan antara penyediaan&nbsp; ruang&nbsp; ASI dan pemanfaatannya terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Universitas Almuslim Bireuen Propinsi&nbsp; Aceh. TinjauanTeori, ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. Metode Penelitian, Penelitian ini bersifat korelasi dengan pendekatan waktu retrospektif&nbsp; yaitu menanyakan kembali riwayat&nbsp; pemberian ASI. Populasi adalah Seluruh ibu yang&nbsp; memiliki anak usia 6-24 bulan yang bekerja di&nbsp; Universitas Almuslim&nbsp; yang berjumlah 68 orang. Hasil Penelitian ini adalah Penyediaan ruang ASI sebanyak&nbsp; (79%), Memanfaatkan Ruang ASI sebanyak 65%, Keberhasilan ASI Eksklusif sebanyak 76% dan Tidak berhasil ASI Eksklusif sebanyak 24%. Tidak ada hubungan antara penyediaan ruang ASI dengan keberhasilan ASI Eksklusif dengan nilai <em>Asymp. Sig. (2-sided) </em>(0,379) &gt; <em>sig_ά</em>=0,05 sedangkan ada hubungan antara pemanfaatan ruang ASI dengan keberhasilan ASI Eksklusif dengan nilai <em>Asymp. Sig. (2-sided) (0,036) &lt; sig_ά=0,05. </em>Kesimpulan, tidak terdapat hubungan antara penyediaan ruang ASI dengan keberhasilan ASI Eksklusif dan Terdapat hubungan antara pemanfaatan ruang ASI dengan keberhasilan ASI Eksklusif. Saran, diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu sumber data untuk penelitian selanjutnya dan diharapkan dapat meneliti dengan variabel dan desain dan tempat lain yang berhubungan dengan ruang ASI dan ASI Eksklusif.</p> Nurhidayati Nurhidayati Siti Saleha Copyright (c) 2021 http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-02 2021-12-02 2 01 61 73 10.34305/jmc.v2i01.386