https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/issue/feed Journal of Health Research Science 2021-12-02T03:54:39+00:00 Aditiya Puspanegara adit@pintarword.com Open Journal Systems <p><strong>Journal of Health Research Science (JHRS)</strong> merupakan jurnal kemahasiswaan yang diterbitkan sejak bulan Juni tahun 2021. JHRS merupakn Jurnal yang memuat tulisan-tulisan mahasiswa yang diangkat dari hasil penelitian, literatur review maupun laporan kasus dalam bidang pendidikan ilmu kesehatan dari disiplin ilmu kesehatan masayarakat, keperawatan dan kebidanan baik penelitian. Diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni &nbsp;dan Desember. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide penelitian dan hasil yang telah dicapai didisiplin ilmu kesehatan masyarakat, keperawatan dan kebidanan. JHRS terutama menitikberatkan pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu kesehatan sebagai berikut: Administrasi dan kebijakan kesehatan, Kesehatan lingkungan, Keselamatan dan kesehatan kerja, Ergonomi, Promosi kesehatan dan ilmu perilaku, Hukum kesehatan, Demografi, Kesehatan perkotaan dan pedesaan, Pengendalian vektor, Penyakit menular dan tidak menular, Teknologi kesehatan lingkungan, Toksikologi lingkungan, Keperawatan Medikal Bedah, Perawatan Bersalin, Perawatan Anak, Perawatan Psikiatrik, Manajemen Komunitas, Perawatan Darurat, Keperawatan Geontologi, Perawatan Keluarga, Vaksin dan imunisasi, Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan reproduksi, Keluarga Berencana, Pendidikan dan konseling kesehatan, Komunitas kebidanan, gender, Kebidanan komplementer dan Patologi</p> https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/369 HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN RISIKO TERJADINYA ISPA PADA BALITA DI DESA SUKAMUKTI KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2021 2021-11-27T00:27:07+00:00 Syafa Widy Syahaya widysyahayasyafa@gmail.com Mamlukah widysyahayasyafa@gmail.com Indrayani widysyahayasyafa@gmail.com <p>Menurut WHO (2016), jumlah penderita ISPA adalah 59.417 anak. Secara umum terdapat tiga faktor risiko terjadinya ISPA, yaitu faktor lingkungan, faktor individu anak serta faktor perilaku. Faktor lingkungan meliputi: pencemaran udara dalam rumah (asap rokok dan asap hasil pembakaran bahan bakar untuk memasak dengan konsentrasi yang tinggi), ventilasi rumah dan kepadatan hunian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian survey (analitik) dengan desain penelitian<em> cross sectional.</em> Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel independent meliputi faktor lingkungan dan variabel dependent yaitu risiko terjadinya ISPA. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 334 responden. Sampel dalam penelitian ini<em> simple </em><em>random sampling</em> sebanyak 85 responden. Lokasi penelitian yaitu di Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan pada tahun 2021. Ada hubungan antara kepadatan hunian (<em>p value</em>=0,000), kelembaban ruangan (<em>p value</em>=0,000), suhu ruangan (<em>p value</em>=0,000), pencahayaan (<em>p value</em>=0,001), ventilasi (<em>p value</em>=0,000), paparan asap rokok (<em>p value</em>=0,000), dan jenis dinding (<em>p value</em>=0,014) dengan risiko terjainya ISPA pada balita di di Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan pada tahun 2021.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/365 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI DESA BANDORASA KULON KECAMATAN CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2021 2021-11-27T00:32:17+00:00 Novita Sri Anggraeni anggraeninovitaa61@gmail.com Mamlukah anggraeninovitaa61@gmail.com Iding Budiman anggraeninovitaa61@gmail.com <p>Laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan berbagai program untuk menangani masalah kependudukan yang ada. Salah satu programnya dengan keluarga berencana nasional. Desa Bandorasa Kulon pengguna MKJP masih rendah yakni 23,42% . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Tahun 2021.<br />Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerik (angka-angka) yang diolah dengan metode statistik dengan desain <em>case control</em> diambil sebanyak 70 akseptor KB. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder. Analisis univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat uji <em>chi-square</em>.<br />Hasil penelitian sebagian besar yang berumur &gt;30 tahun memilih MKJP sebesar 60,7%, sebagian besar yang memiliki paritas &gt;2 memilih MKJP sebesar 63,6%, semua yang memiliki akses yang sulit memilih MKJP sebesar 100%, dan sebagian besar yang tidak memiliki dukungan suami memilih MKJP sebesar 78,6%. Menunjukan bahwa adanya hubungan antara umur (<em>p value = </em>0,000), paritas (<em>p value = </em>0,013), akses ke tempat pelayanan (<em>p value = </em>0,005), dan dukungan suami (<em>p value = </em>0,017), dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Tahun 2021.<br />Ada hubungan signifikan antara umur, paritas, akses ke tempat pelayanan, dan dukungan suami dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Tahun 2021.<br />Diharapkan dapat mengikuti program KB dengan memilih metode kontrasepsi yang sesuai serta terus menambah pengetahuan tentang pemilihan metode kontrasepsi.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/372 HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG IMUNISASI DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 9-11 BULAN DI DESA PANINGGARAN KECAMATAN DARMA TAHUN 2021 2021-11-27T00:23:05+00:00 Iik Hikmah Nurharpiyani iikhikmah99@gmail.com Indrayani iikhikmah99@gmail.com Hamdan iikhikmah99@gmail.com <p>Indikator capaian program imunisasi pada bayi yaitu tercapainya target “<em>Universal Child Immunization</em>” atau UCI, yang mana UCI merupakan keadaan pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap untuk semua bayi (anak dibawah satu tahun). Desa Paninggaran merupakan desa dengan capaian UCI masih dibawah target sebesar 33,33% dengan hanya mencapai 19,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi ibu tentang imunisasi dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-11 bulan di Desa Paninggaran Kecamatan Darma Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan analitik dengan rancangan <em>cross sectional</em>, populasi dalam penelitian ini ibu yang memiliki bayi usia 9-11 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu <em>Total Sampling</em>, dengan jumlah 56 orang, instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner, analisis menggunakan uji statistik univariat dan bivariat.</p> <p>Berdasarkan hasil analisis uji statistik univariat menunjukkan bahwa responden yang kelengkapan imunisasi dasar pada bayinya lengkap yaitu 25 responden (44,6%) dan yang tidak lengkap yaitu 31 responden (55,4%). Hasil analisis uji statistik bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 (&lt; 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara persepsi ibu tentang imunisasi dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-11 bulan di desa Paninggaran kecamatan Darma tahun 2021. Diharapkan kedepannya petugas Puskesmas dan Poskesdes dapat meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya kelengkapan imunisasi dasar pada bayi secara tepat dan menyeluruh tidak hanya ke ibu bayi saja tapi pada keluarga maupun masyakarat secara luas.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/368 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI TAMBANG PT. ARTERIA DAYA MULIA KOTA CIREBON TAHUN 2021 2021-11-27T00:25:02+00:00 Silpia Alip Utami Siviaalif23@gmail.com <p> Berdasarkan data di Indonesia yang didapatkan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, tercatat sepanjang tahun 2019 kasus kecelakaan kerja sebanyak 77.295 kasus, hal ini menunjukkan adanya penurunan dari tahun 2018 yaitu sebanyak 173.105 kasus. Faktor penyebab tertinggi dari kecelakaan kerja adalah perilaku tidak aman. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman <em>(Unsafe Action) </em>pada pekerja bagian produksi tambang PT. Arteria Daya Mulia Cirebon Tahun 2021. <br />Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain <em>Crossectional</em>. Total sampel adalah 130 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan wawancara. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik <em>Chi Square</em>.<br />Analisis bivariat menunjukan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (<em>p</em> = 0,000), Pengawasan (<em>p</em> = 0,001) dan Pelatihan K3 (<em>p</em> = 0,000) dengan tindakan tidak aman pekerja bagian produksi tambang PT. Arteria Daya Mulia Cirebon Tahun 2021.<br /> Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, pengawasan dan pelatihan K3 dengan kejadian perilaku tidak aman dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terkait K3 dengan tindakan tidak aman pekerja bagian produksi tambang PT. Arteria Daya Mulia Cirebon Tahun 2021. Diharapkan pekerja dapat mengikuti peraturan yang berlaku dan bekerja sesuai SOP.</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/388 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN SPAL SEDERHANA DAN HEMAT (SELAMAT) SEBAGAI INTERVENSI MASALAH SPAL DI DESA CIRANJENG KECAMATAN CINGAMBUL KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2021 2021-11-30T05:47:33+00:00 Mamlukah andayani12@gmail.com Hamdan andayani12@gmail.com Anisa Putriyani Maulidiyah andayani12@gmail.com Dewi Andayani andayani12@gmail.com Friska Oktavia Wardani andayani12@gmail.com <p>Kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan hidupnya. Sebaliknya kualitas lingkungan hidup juga dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat di dalamnya. Keadaan lingkungan yang optimum akan mendukung terwujudnya status kesehatan yang optimum (Mulia, 2005). Implementasi kesehatan lingkungan di Desa Ciranjeng masih dirasa kurang sehingga dapat menyebabakan masyarakat rentan terkena penyakit. Maka dari itu, diperlukan usaha-usaha untuk meningkatkan kesehatan terutama dibidang kesehatan lingkungan. Berdasarkan hasil PBL I di Desa Ciranjeng tahun 2021 cakupan KK yang memiliki masalah limbah SPAL yang dibuang ke selokan sebanyak 53,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan terutama memilah sampah dari rumah agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan II (PBL II) adalah Pengorganisasian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Hasil yang didapat berdasarkan pengolahan data <em>pre-test</em> dan <em>post-test </em> menggunakan uji Wilcoxon diperoleh hasil <em>p value </em>adalah<strong> </strong>0,000 atau lebih kecil dari 0,05 (<em>p value</em>&lt;0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan skor hasil sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan terkait Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL).</p> 2021-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021