https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/issue/feed Journal of Health Research Science 2022-12-01T01:58:59+00:00 Aditiya Puspanegara kuridit@yahoo.com Open Journal Systems <p><strong>Journal of Health Research Science (JHRS)</strong> merupakan jurnal kemahasiswaan yang diterbitkan sejak bulan Juni tahun 2021. JHRS merupakn Jurnal yang memuat tulisan-tulisan mahasiswa yang diangkat dari hasil penelitian, literatur review maupun laporan kasus dalam bidang pendidikan ilmu kesehatan dari disiplin ilmu kesehatan masayarakat, keperawatan dan kebidanan baik penelitian. Diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni &nbsp;dan Desember. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide penelitian dan hasil yang telah dicapai didisiplin ilmu kesehatan masyarakat, keperawatan dan kebidanan. JHRS terutama menitikberatkan pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu kesehatan sebagai berikut: Administrasi dan kebijakan kesehatan, Kesehatan lingkungan, Keselamatan dan kesehatan kerja, Ergonomi, Promosi kesehatan dan ilmu perilaku, Hukum kesehatan, Demografi, Kesehatan perkotaan dan pedesaan, Pengendalian vektor, Penyakit menular dan tidak menular, Teknologi kesehatan lingkungan, Toksikologi lingkungan, Keperawatan Medikal Bedah, Perawatan Bersalin, Perawatan Anak, Perawatan Psikiatrik, Manajemen Komunitas, Perawatan Darurat, Keperawatan Geontologi, Perawatan Keluarga, Vaksin dan imunisasi, Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan reproduksi, Keluarga Berencana, Pendidikan dan konseling kesehatan, Komunitas kebidanan, gender, Kebidanan komplementer dan Patologi</p> https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/505 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA PT. JAYA SEMANGGI ENJINIRING DI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD BOGOR UTARA TAHUN 2021 2022-07-27T04:20:55+00:00 Syaiful Bahri syaiful.wdh1@gmail.com Oktaviani Nurmalasary oktavianinurmalasary@gmail.com <p>Stres kerja ialah suatu kondisi yang muncul akibat dari interaksi manusia dengan pekerjaannya, atau umpan balik atas pekerja secara psikologis maupun fisiologis yang dapat menyebabkan tekanan terhadap produktivitas kerja maupun lingkungan kerja yang dapat mengganggu pekerja (Asih et al., 2018). Menurut penelitian <em>Labour Force Survey</em> (LBS) total kasus akibat stres kerja, depresi atau kegelisahan pada tahun 2019/2020 di Inggris sebesar 828.000 dengan besar prevalensi 2.440 per 100.000 pekerja, ini merupakan kenaikan yang signifikan dibanding periode sebelumnya. Di Indonesia menurut hasil survey yang dilakukan oleh PPM (Pembinaan Pembangunan Manajemen) kepada para pekerja nasional baik dari sektor jasa, perdagangan, konstruksi, manufaktur, dan pertambangan menyebutkan bahwa persentase stres akibat kerja sebesar 80% selama masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan usia, pendidikan, lama kerja, beban kerja, dan gaji dengan stres kerja pada pekerja proyek pembangunan gedung RSUD Bogor Utara di PT. Jaya Semanggi Enjiniring Tahun 2021. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian Cross sectional dan pendekatakan kuantitatif. Pemilihan penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan menggunakan uji <em>Chi-square</em>. Berdasarkan hasil penelitian bahwa usia memperoleh (<em>p-value</em> 0.746) menyatakan tidak ada hubungan, pendidikan (<em>p-value</em> 0.490) menyatakan tidak ada hubungan, lama kerja (<em>p-value</em> 0.018), beban kerja (<em>p-value</em> 0.009), gaji (<em>p-value</em> 0.009) menyatakan adanya hubungan dengan stres kerja. Saran untuk perusahaan ialah perusahaan dapat mengidentifikasi pekerja yang memiliki keluhan atau kesulitan dalam mengelola sumber stres akibat kerja agar dapat segera ditangani dan menghindari adanya penurunan produktivitas kerja.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/513 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKEMBAR KABUPATEN SUKABUMI 2022-10-05T01:34:41+00:00 Dini Nopianti dininovianti048@gmail.com Yohan Frans Tachtaalf34534ina@gmail.com Yeni Yulianti fitria.ret234234no20@mhs.uinjkt.ac.id <p>Tuberkulosis merupakan penyakit dengan resiko penularan yang tinggi. Dukungan keluarga merupakan faktor yang penting untuk pemulihan atau kesembuhan pasien. Motivasi merupakan tenaga penggerak, dengan adanya motivasi manusia akan lebih cepat untuk melakukan kegiatan. Kepatuhan minum obat yaitu tingkat pasien untuk melakukan cara pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokternya atau orang lain. Jenis penelitian ini menggunakan<em> cross-sectional</em> (potong lintang) dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya sebanyak 50. Cara pengambilan sampel menggunakan <em>total sampling</em>. Analisis hipotesis menggunakan analisis <em>chi square</em>. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki dukungan keluarga dan motivasi baik, dan sebagian besar memiliki kepatuhan minum obat baik. Hasil uji chi square pada dukungan keluarga dan motivasi dengan kepatuhan didapatkan p value &lt; 0,05, yang berarti terdapat hubungan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dan motivasi dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis. Diharapkan Puskesmas Cikembar bisa mempertahankan atau bahkan bisa lebih baik lagi dalam memotivasi atau menginformasikan kepada responden atau pihak keluarga terkait pentingnya dukungan keluarga dan motivasi untuk kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis melalui pendidikan kesehatan.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/573 GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTERI 2022-11-01T06:35:41+00:00 Nia Musniati niamusniati@uhamka.ac.id Fitria Fitria Fitria0978@gmail.com <p>Masalah kesehatan remaja di Indonesia yang sampai saat ini masih dialami oleh berbagai remaja di Indonesia ialah masalah kurang zat besi (anemia). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja puteri tentang anemia. Penelitian menggunakan desain <em>cross sectional. </em>Tempat penelitian di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Waktu pengumpulan data pada Februari 2022. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik <em>quota sampling</em> berjumlah 60 siswi. Penelitian menggunakan angket yang disebarkan secara <em>online</em> melalui <em>google form</em>. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat gambaran pengetahuan dan sikap remaja puteri tentang anemia.<strong> </strong>Hasilnya menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan siswi adalah sebagian besar memiliki pengetahuan rendah (58,7%). Hasilnya menunjukkan gambaran tingkat sikap siswi adalah sebagian besar memiliki sikap tidak baik (58,7%).</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/532 HUBUNGAN JARAK PANDANG DAN INTENSITAS PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN TINGKAT AKHIR DI STIKES KUNINGAN 2022-10-18T03:57:32+00:00 Siti Rohmah sitirohmah2900@gmail.com Yana Hendriana hendrianayana@rocketmail.com Mutia Agustiani Moonti mutiaamoonti@gmail.com <p>Pemakaian komputer semakin meluas seiring perkembangan teknologi. Penggunaan komputer yang tidak sesuai aturan baik dari jarak pandang mata maupun intensitas penggunaan komputer yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan salah satunya yaitu CVS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adanya hubungan jarak pandang dan intensitas penggunaan komputer dengan kejadian <em>Computer Vision Syndrome</em> (CVS) pada mahasiswa S1 Keperawatan tingkat akhir di STIKes Kuningan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan rancangan <em>Cross Sectional</em> yang menggunakan sampel sejumlah 123 responden dengan menggunakan teknik <em>Simple Random Sampling</em>, pengumpulan data menggunakan pengukuran dan kuesioner. Data yang diperoleh dari penelitian diolah dengan statistik uji <em>Rank Spearman</em> dengan derajat kemaknaan α = 0,05.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/582 HUBUNGAN ANTARA ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS SLIYEG KABUPATEN INDRAMAYU 2022 2022-10-31T09:13:38+00:00 Iin Wahyuni Adiyanti ad3iin78@gmail.com Dewi Laelatul Badriah Badriah123@gmail.com Rossi Suparman Suparman1234@gmail.com Mamlukah Mamlukah Mamlukahlkj@gmail.com <p>Puskesmas sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP), angka capaian kinerja pegawai Puskesmas di Jawa Barat sebesar 61,8% pada 2021. Angka capaian kinerja pegawai Puskesmas di Indramayu sebesar 64,2% pada 2021. Angka disiplin kerja yang diukur dari indikator persentase kehadiran di Puskesmas Sliyeg pada 2020 sebesar 72,2%, meningkat pada 2021 sebesar 75,3%, lalu meningkat kembali sebesar 80,3% pada bulan Januari - Agustus 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara etos kerja dan disiplin kerja dengan kinerja pegawai di Puskesmas Sliyeg Kabupaten Indramayu 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 52 orang dengan teknik <em>total sampling</em> sebanyak 52 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat <em>(Uji Korelasi Rank Spearman). </em>Terdapat hubungan antara etos kerja (<em>p </em>= 0,010) dan disiplin kerja (<em>p </em>= 0,001) dengan kinerja pegawai Puskesmas Sliyeg Kabupaten Indramayu 2022. Terdapat hubungan antara dua variabel bebas dengan kinerja pegawai Puskesmas yang meliputi etos kerja dan disiplin kerja. Diharapkan pegawai Puskesmas Sliyeg meningkatkan motivasi dan semangat dalam bekerja, guna mencapai target pelayanan kesehatan yang optimal.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/585 HUBUNGAN ANTARA FAKTOR AIR MINUM, SANITASI DAN RIWAYAT DIARE DENGAN STUNTING PADA ANAK BADUTA DI KECAMATAN RANCAKALONG KABUPATEN SUMEDANG 2021 2022-10-31T09:24:11+00:00 Atik Nurhayati atnu2167@gmail.com Lely Wahyuniar Wahyuniar345@gmail.com Rossi Suparman Suparman09u1uoh@gmail.com Dewi Laelatul Badriah Badriah1234@gmail.com <p><em>Stunting</em> merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis. Kabupaten Sumedang ditetapkan sebagai salah satu 100 kabupaten kota prioritas intervensi balita <em>stunting </em>di Indonesia oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2KT) sejak tahun 2018 dengan 10 desa intervensi prioritas dan 5 desa berada di wilayah Rancakalong. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan faktor air minum, sanitasi dan Riwayat diare dengan <em>stunting</em> pada anak baduta di kecamatan Rancakalong kabupaten Sumedang tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional analitik <em>case control study</em>. Teknik sampel menggunakan <em>stratified</em> <em>random sampling,</em> dengan menggunakan rumus Sample Size WHO diperoleh jumlah sampel sebesar 144 orang (72 kasus dan 72 kontrol). Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisa data yakni analisis univariat (deskriptif), analisis bivariat (chi-square) dan analisis multivariat (regresi logistik). Berdasarkan hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan fasilitas air minum (p = 0,000), kualitas air minum, (<em>p</em> = 0,001),fasilitas jamban (p = 0,000) fasilitas limbah ( p = 0,000) dan fasilitas sampah (p = 0,000) dengan kejadian <em>stunting </em>berdasarkan status gizi baduta <em>stunting </em>dan normal dengan hasil p &lt; 0,05. Sedangkan Riwayat diare tidak berhubungan dengan stunting (p = 1,000, p &gt; 0,05). Diharapkan adanya peningkatan edukasi kepada masyarakat, peningkatan strategi kebijakan terintegrasi, intervensi spesifik penurunan stunting melalui Program Penyediaan fasilitas air minum dan sanitasi serta dapat dilakukan pengabdian masyarakat dalam pencegahan <em>Stunting</em> terintegrasi di<em> Kecamatan rancakalong Kabupaten Sumedang</em>.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/586 HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN TENTANG PERIZINAN APOTEK DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022 2022-10-31T09:31:36+00:00 Junaeni Junaeni junaenieni4@gmail.com Lely Wahyuniar Wahyuniar123x@gmail.com Dwi Nastiti Iswarawanti Iswarawanti123@gmail.com Esty Febriani Febriani12345@gmail.com <p>Usaha jasa pelayanan Apotek pada sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Faktor konsumen Apotek sebagai tolak ukur keberhasilan bisnis jasa pelayanan Apotek. Maka kepuasan konsumen Apotek sangat perlu diperhatikan. Hasil survei kepuasan pemilik Apotek di 31 kecamatan di seluruh Kabupaten Indramayu diperoleh hasil kurang puas dengan skor 53,76 pada tahun 2020, kemudian meningkat pada tahun 2021 dengan skor 62,50 meskipun hasilnya masih dalam kategori kurang puas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan tentang perizinan apotek di Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu tahun 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain <em>cross sectional </em>(potong lintang). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pemilik Apotek sebanyak 159 responden yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu tahun 2022. Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner tertutup. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis <em>gap </em>dan analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi<em> Rank Spearman.</em> Diperoleh <em>gap </em>negative yang artinya harapan pelanggan dengan apa yang diterima pelanggan tentang perizinan Apotek belum sesuai dalam hal kualitas pelayanan. Ada hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan tentang perizinan Apotek di Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dengan nilai <em>p = </em>0,003 dan nilai <em>Correlation Coefficient </em>sebesar 0,233 (kekuatan korelasi lemah). Diharapkan dari hasil penelitian ini Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu lebih meningkatkan kompetensi dan kemampuan petugas dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/595 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PARU PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN JUNTINYUAT KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022 2022-11-01T09:25:50+00:00 Tarno Tarno tarno.onrat67@gmail.com Lely Wahyuniar Wahyuniar12q3@gmail.com Dwi Nastiti Iswarawanti Iswarawanti1243@gmail.com Mamlukah Mamlukah Mamlukah6791@gmail.com <p><em>Tuberculosis</em> paru merupakan masalah utama yang ada di dunia termasuk Indonesia. Pada situasi pandemi terjadi penurunan kasus TB yaitu kasus TB di tahun 2020 dari total 845.000 kasus yang ditemukan hanya 350.000 kasus. Kecamatan Juntinyuat merupakan kecamatan yang memiliki kasus penyakit TB Paru tertinggi di Kabupaten Indramayu yaitu sebanyak 110 orang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan diagnosis tuberkulosis paru pada masa pandemi COVID-19 di Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu tahun 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain <em>cross sectional </em>(potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengalami kejadian TB paru di wilayah Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu. Teknik penelitian pengambilan sampel dengan cara <em>total</em> <em>sampling </em>sebanyak 110 responden. Sumber data penelitian ini adalah data primer. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat <em>(Chi-Square) </em>dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik<em>.</em> Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendapatan (<em>p </em>= 0,032), kebiasan merokok (<em>p </em>= 0,001), ventilasi (<em>p </em>= 0,001) dan jenis dinding (<em>p </em>= 0,010) dengan diagnosis kejadian TB Paru. Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan (<em>p </em>= 0,457), pencahayan (<em>p </em>= 0,681) dengan diagnosis kejadian TB Paru. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan diagnosis kejadian TB Paru adalah ventilasi dengan nilai <em>p</em> = 0,005 dan OR 12,109 (95% CI: 2,111 - 69,450). Salah satu pencegahan TB Paru adalah dengan meningkatkan strategi dalam mencapai target program kesehatan lingkungan khususnya cakupan rumah sehat serta program pencegahan penanggulangan penyakit TB Paru di Kabupaten Indramayu.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/596 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD LINGGAJATI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 2022-11-01T09:38:30+00:00 Tati Yuliani tatiyuliani50@gmail.com Rossi Suparman Suparman0331uoh@gmail.com Mamlukah Mamlukah Mamlukah6291@gmail.com Lely Wahyuniar Wahyuniar123@gmail.com <p>Kepuasan pasien merupakan hasil dari proses pelayanan yang dirasakan oleh pasien, sehingga kepuasan pasien dapat digunakan untuk menilai kualitas layanan yang diterima oleh pasien. Data pasien rawat jalan di RSUD Linggajati pada tahun 2019 sebanyak 50.769 pasien, tahun 2020 sebanyak 39.537 pasien, lalu pada tahun 2021 menjadi 52.023 pasien. Data kepuasan pasien rawat jalan pada tahun 2019 sebesar (89,6%), tahun 2020 sebesar (87,5%) dan pada tahun 2021 sebesar (90%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan tahun 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain <em>cross sectional </em>(potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 52.023 orang dan pengambilan sampel dengan teknik <em>purposive sampling</em> sebanyak 267 orang. Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat <em>(Rank Spearman) </em>dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik<em>.</em> Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara kemampuan (<em>p </em>= 0,001), jaminan (<em>p </em>= 0,001), daya tanggap (<em>p </em>= 0,021), empati (<em>p = </em>0,011) dan ketersediaan sarana prasarana (<em>p </em>= 0,000) dengan kepuasan pasien rawat jalan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepusan pasien rawat jalan yaitu jaminan dengan OR 7,904 (95% CI: 1,171 - 9,820). Diharapkan pegawai Rumah Sakit meningkatkan aspek yang mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya sehingga para pasien rawat jalan merasa terjamin dan bebas dari risiko bahaya atau keragu-raguan ketika melakukan pengobatan.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/article/view/567 HUBUNGAN KETERSEDIAAN KEANEKARAGAMAN PANGAN DAN LINGKUNGAN RUMAH SEHAT TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA CINDEGA KEC.KEBASEN KAB.BANYUMAS 2022-10-14T03:23:20+00:00 Bella Rizqi Pujiyanti mbellrizqi@gmail.com Atika Dhiah Anggraeni Anggrasdeni@gmail.com <p>Status gizi balita yaitu hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih terhadap tumbuh kembang anak di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi pada masa emas ini bersifat irreversible (tidak dapat pulih), asupan gizi yang seimbang akan membuat anak tumbuh sehat dan cerdas sedangkan kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak, melambatnya pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh lebih renta oleh penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketersediaan keanekaragaman pangan dan lingkungan rumah sehat terhadap status gizi pada balita usia 24-59 bulan didesa cindaga kecamatan kebasen kabupaten banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian 78 responden dengan cluster random sampling Balita dengan status gizi baik sebanyak 44,9%, balita dengan gizi kurang sebanyak 23,1%, balita dengan status gizi stunting (pendek) sebanyak 32,1%. Nilai p-value sebesar 0,029. Dari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa nilai p-value &lt; 0,05, yang artinya secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan keanekargaman pangan terhadap status gizi pada balita. Sedangkan lingkungan rumah sehat terhadap status gizi pada balita terdapat hubungan dengan nilai p-value sebesar 0,024. Dari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa nilai p-value &lt; 0,05.</p> 2022-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022