SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN SARANA PENYELAMATAN JIWA DARI KEBAKARAN DI RSUD KABUPATEN BEKASI

  • Melia Listia Sari Universitas Sahid Jakarta
  • Tatan Sukwika Universitas Sahid Jakarta

Abstract

Sebagai fasilitas umum, gedung RSUD harus dapat mengidentifikasi dari potensi bahaya kebakaran, oleh karena itu diperlukan sistem proteksi kebakaran. Upaya sebenarnya adalah penerapan sistem proteksi kebakaran dengan prosedur, termasuk sistem proteksi aktif dan fasilitas penyelamat jiwa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan sistem proteksi aktif dan fasilitas penyelamatan jiwa serta keandalan keamanan bangunan terhadap kebakaran. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif untuk mengungkap peristiwa atau fakta dan keadaan yang terjadi sesuai dengan kondisi di lapangan. Sehingga dibutuhkan observasi dan wawancara langsung dengan informan untuk mendapatkan data. Hasil menunjukkan bahwa nilai kondisi penerapan sistem proteksi aktif sebesar 17,04%, nilai komponen fasilitas penyelamatan jiwa sebesar 23,25%, dan nilai keandalan keamanan gedung sebesar 87,48%. Kesimpulan secara keseluruhan bahwa komponen proteksi aktif, kondisi fasilitas penyelamat jiwa dan keandalan keselamatan kebakaran gedung menunjukkan nilai reliabilitas dalam kategori "B" Baik. Pada sub komponen sistem proteksi aktif belum semua saran tersebut diatas dimiliki atau terpasang di setiap gedung di RSUD. Oleh karena itu, ke depan secara bertahap, untuk antisipasi terjadinya kebakaran perlu dilengkapi sarana pendukung sistem proteksi aktif dan dilakukan commissioning test terhadap lift kebakaran.

Published
2020-12-11
How to Cite
Sari, M., & Sukwika, T. (2020). SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN SARANA PENYELAMATAN JIWA DARI KEBAKARAN DI RSUD KABUPATEN BEKASI. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 11(2), 190-203. https://doi.org/10.34305/jikbh.v11i2.184