INTENSITAS NYERI KALA I SEBELUM DAN SESUDAH MASASSAGE EFFLEURAGE DI RSUD 45 KUNINGAN

  • Ai Nurasiah Stikes Kuningan
  • Nindi Indriyani

Abstract

Effleurage adalah teknik pemijatan berupa usapan lembut, lambat dan panjang atau tidak putus-putus. Teknik ini menimbulkan efek relaksasi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD 45 Kuningan pada 10 orang ibu bersalin terdapat 8 orang nyeri berat, dan 2 orang nyeri hebat pada saat kala I persalinan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran perbedaan intensitas nyeri kala I sebelum dan sesudah menggunakan metode pijat perut Effleurage di RSUD 45 Kuningan. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan aksidental sampling yang berjumlah sebanyak 31 ibu bersalin. Instrumen yang digunakan adalah lembar ceklis yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan pijat sebagian besar intensitas nyeri berada pada kategori nyeri berat sebanyak (19 responden 61,3%), kategori nyeri sedang sebanyak 12 responden (38,7%), dan tidak ada nyeri hebat. Setelah dilakukan pijat sebagian besar berada pada kategori nyeri sedang sebanyak 26 responden (83,9%), kategori nyeri sedang sebanyak 5 responden (16,1%),dan kategori nyeri hebat (0%). Perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan pijat Effleurage 0,452. Diharapkan bidan sebagai penolong persalinan dapat menggunakan pijat Effleurage sebagai alternatif non farmakologis dalam penatalaksanaan rasa nyeri persalinan.

Published
2020-12-23
How to Cite
Nurasiah, A., & Indriyani, N. (2020). INTENSITAS NYERI KALA I SEBELUM DAN SESUDAH MASASSAGE EFFLEURAGE DI RSUD 45 KUNINGAN. Journal of Midwifery Care, 1(1), 33-39. Retrieved from http://ejournal.stikku.ac.id/index.php/jmc/article/view/186